Pasien Miskin Ditolak RSUD Ibnu Sina

Gimana nih pak presiden? Masak penderitaan rakyat di LANJUTKAN juga?

Lasiti (69) warga Desa Lampah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik mengidap diabetes atau kencing manis selama sembilan tahun. Saat dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina menggunakan surat keterangan miskin ditolak dengan alasan belum masuk basis data pasien miskin, jaminan kesehatan masyarakat maupun asuransi masyarakat miskin. Pada Jumat (28/8) pagi, Lasiti sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat RSUD Ibnu Sina Gresik, namun Jumat siang akhirnya dibawa pulang lagi karena tidak punya biaya berobat.

Lasiti sudah 40 hari terakhir hanya bisa tarbaring sakit di rumah anak keduanya Sunarsih. Suaminya, Tasim telah meninggal 36 tahun lalu. Sunarsih sendiri menjanda dengan satu anak. Lasiti tinggal di rumah Sunarsih ber ukuran 5 meter X 8 meter, berdinding gedhek (anyaman bambu) dan berlantai tanah. Sunarsih hanya membuka warung kecil, dan tidak punya sawah.


Sunarsih (40) mengatakan telah meminta surat keterangan miskin (SKM) kepada Kepala Desa Lampah. Naun saat SKM diserahkan kepada petugas rumah sakit ditolak karena Lasiti belum masuk basis data jamkesmas maupun jamkesda.

“Oleh karena tidak ada barang atau asset yang bisa dijual untuk pengobatan ya akhirnya ibu kami bawa pulang. Selama ini untuk biaya pengobatan saya dan dua saudara saya lainnya berutang ke sana kemari,” kata Sunarsih.

Sebelumnya Kepala Desa Lampah, Ana Indrawati menyatakan dirinya memberikan SKM kepada Lasiti. Namun, dirinya sudah mengingatkan SKM tidak berlaku di RSUD Ibnu Sina. Kades Lampah tetap membuatkan SKM, dengan pesan bila ditolak jangan salahkan kadesnya, karena sebelumnya sudah diberitahu. Dokter jaga RSUD Ibnu Sina, dr Yuni mengatakan setelah dicek pasien Lasiti masih belum masuk basis data Jamkesmas karena SKM baru dibuat kades pada 27 Agustus lalu.

Penolakan pasien miskin oleh RSUD Ibnu Sina Gresik bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya Elmira bocah berusia dua bulan yang sakit paru-paru. Anak pasangan Musyawah dan Bambang, warga Dusun Ngeberet, Desa Morowudi, K ecamatan Cerme, seminggu lalu, juga ditolak dengan alasan belum masuk basis data jamkesmas.

Sebelumnya, seorang pasien dari keluarga miskin Bambang Sutrisno (50) warga Jalan Sindujoyo Gang III/31, Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik, Jawa Timur, meninggal dunia pada 11 Juni lalu. Bambang yang menderita sakit jantung komplikasi juga ditolak sebagai pasien miskin oleh RSUD Ibnu Sina Gresik sehingga terlambat mendapatkan pertolongan .

Kerabat Bambang, Hari Susilo Novi Sutrisno menuturkan, sebelumnya korban sempat dibawa ke Puskesmas Alun-alun. P enyakitnya kronis, sehingga Bambang dirujuk ke RSU Ibnu Sina. Rujukan itu ditolak karena Bambang dianggap tidak masuk dalam daftar kelompok askeskin maupun jamkesmas atau jamkesda.

Penolakan RSUD Ibnu Sina dilaporkan ke Ketua Ombusdman RI di Jakarta pada 21 Mei, Menteri Kesehatan pada 3 Juni dan Komnas HAM. Hari berharap laporannya terkait layanan pemerintahan dan hak masyarakat yang dilanggar bisa ditindaklanjuti. Sebagai warga yang sama-sama membayar pajak semestinya punya hak mendapatkan layanan kesehatan yang adil khususnya sebagai kelompok miskin. “Nyatanya layanan kesehatan pemerintah justru kurang peduli,” katanya.

-

Sumber : Kompas

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 669 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: