Ingin Bahagia? Jadilah Thermostat

Thermostat
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal sebuah benda yang berguna untuk mengukur suhu, yaitu termometer. Berbagai macam jenis dan bentuk benda satu ini, namun fungsinya tetap sama yaitu untuk mengetahui berapa suhu dari benda atau lingkungan yang memengaruhinya. Dengan kata lain sebuah termometer bekerja karena dipengaruhi oleh lingkungannya.

Selain termometer, ada satu alat lagi yang berhubungan dengan suhu atau temperatur. Alat ini disebut thermostat. Mungkin ada sebagian di antara Anda yang belum mengenal alat ini, namun kalau Anda menggunakan penyejuk ruangan (AC) di rumah Anda, tentunya AC tersebut akan diperlengkapi dengan remote yang bisa mengatur kecepatan kipas, suhu yang diinginkan, juga timer-nya.

Atau coba perhatikan mesin pendingin di beberapa supermarket pada bagian sudut bawah biasanya terdapat display figure eight (angka) yang menunjukkan angka dilengkapi dengan beberapa tombol di bawahnya. Tombol pengatur suhu pada remote AC, dan tombol di bawah display angka itulah yang disebut dengan thermostat.

Berkebalikan dengan termometer, fungsi thermostat adalah menentukan berapa derajat celcius suhu yang kita inginkan. Dengan kata lain sebuah thermostat bekerja dengan cara memengaruhi lingkungannya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan dikaruniai otak atau alam pikiran. Dan karena itu pulalah, manusia ditunjuk oleh Allah sebagai pemimpin di muka bumi ini. Sebagai pemimpin untuk diri sendiri maka sudah selayaknyalah bila kita juga mampu mengendalikan penanda kesempurnaan kita yakni pikiran kita.

Bercermin pada fungsi thermostat di atas, maka khittah kita juga harus menjadi thermostat untuk seluruh aspek kehidupan kita, termasuk di dalamnya adalah kebahagiaan.

Agar kita bisa lebih memahami perbedaan termometer dan thermostat seperti analogi di atas, marilah kita cermati kisah di bawah ini:

John C Maxwell (penulis lebih dari 60 buku leadership) suatu ketika pernah didapuk menjadi pembicara di sebuah seminar bersama istrinya.

Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.

Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan.

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?” Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret.

Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.” Seluruh ruangan langsung terkejut. “Tidak,” katanya sekali lagi, “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.” Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Maxwell hanya tersenyum kecil mendengar jawaban istrinya tadi.

Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..”

Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?

Karena,” jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.

Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuat Anda bahagia. Baik itu pasangan hidup Anda, sahabat Anda, uang Anda, hobi Anda. Semua itu tidak bisa membuat Anda bahagia.

Karena yang bisa membuat diri Anda bahagia adalah diri Anda sendiri. Layaknya sebuah thermostat Andalah penentu kebahagiaan Anda sendiri. Seandainya ada tingkatan kebahagiaan, maka pikiran Andalah yang seharusnya mengatur mau diset pada angka berapa skala kebahagiaan Anda.

Anda bertanggung jawab atas diri Anda sendiri. Kalau Anda sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, Anda tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Ketika kebahagiaan Anda masih dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar diri Anda, maka Anda masih menjadi termometer. Bahagia atau tidaknya hidup Anda bukan ditentukan oleh seberapa kaya diri Anda, seberapa cantik istri Anda, atau sesukses apa hidup Anda. Ini masalah pilihan: apakah Anda memilih untuk bahagia atau tidak . Maka jadilah termostat.

Artikel : Haridewa @ InspirasiIndonesia

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 665 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: