21 Absolutely Unbreakable Law of Money

Ternyata anak fasilkom bisa juga nulis yang beginian. Hebat ron!

Jaman sekarang untuk menjadi Financial Independent lebih mudah dan lebih cepat daripada jaman terdahulu, sekarang kita hidup di zaman yang uang mengalir sangat cepat dan sangat banyak, kita hidup di Golden age dalam sejarah manusia

1. law of cause and effect

Ada akibat dari semua sebab, semua kejadian karena pasti ada sebabnya, ini merupakan fundamental dari semua keingginan manusia, jaman sekarang kita tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Semua hasil berasal dari kejadian kejadian tertentu dan dari pikiran pikiran tertentu. Strategi yang dilakukan oleh orang yang kaya, dan bila dilakukan strategi orang kaya tersebut maka kita pasti jadi kaya.

Apa yang kita pikirkan tentang apapun maka hampir dipastikan kita akan menjadi seperti itu. Rahasia dari hukum ini adalah kita harus bertanggung jawab atas semua keadaan kita, karena semuanya berawal dari tindakan kita. Kita bisa mengubahnya semua dimasa depan kalau kita sudah mulai ambil tanggung jawab atas masa depan kita, bukan menyalahkan orang lain, juga bukan menyalahkan kesempatan dan juga tidak menyalahkan keadaan kita sekarang

2 . law of believe

Setiap keyakinan akan menjadi kenyataan, karena keyakinan akan menjadi filter semua informasi yang akan masuk kedalam diri kita. Keyakinan yang bagus adalah kita ditakdirkan untuk menjadi pemimpin dan menjadi kaya raya. Mesti dipahami bahwa tidak ada orang lebih pintar dan lebih baik dari pada orang lainnya yang ada orang tersebut menggunakan natural skill nya lebih banyak dan lebih terasah. Kita mesti membuat keyakinan bahwa usaha yang kita lakukan sekarang pasti berhasil dan tidak ada kemungkinan sedikit pun untuk gagal. Jika kita mempunyai semua resource didunia ini seperti uang, waktu, dan skill, maka pertanyaannya adalah apa yang ingin kamu lakukan dalam hidup ini

3 . law of expectation

Hukum ini mengatakan apa yang kita harapkan maka itu yang akan terjadi di masa depan kita. Kita adalah peramal yang akurat untuk masa depan kita, contohnya adalah orang populer pasti dia mengharapkan untuk jadi populer, orang pintar pasti dia mengharapkan untuk jadi pintar, orang kaya pasti dia mengharapkan untuk jadi kaya. Kita harus mengharapkan semua yang bagus dalam hidup kita dan itu pasti menjadi kenyataan masa depan, walaupun sekarang belum terealisasi percayalah dimasa depan itu akan terealisasi

4. law of attraction

Kita adalah magnet hidup, kita akan menarik semua orang yang berpikiran sama/mempunyai mindset sama. Kita bisa mengubah hidup kita karena kita mengubah ide dan pandangan kita, maka kita akan mendapat semua peluang dan semua relasi yang mempunyai ide maupun pandangan yang sama

5. law of correspondences

Semua hidup kita merupakan refleksi dari semua pandangan dan ide kita, semua outter world adalah bentuk refleksi dari inner world kita, maka untuk mengubah hidup kita, kita harus mengubah inner world kita, Semua keadaan kita sekarang merupakan cermin dari pandangan dan ide kita sebelumnya. Kita tidak bisa control kejadian dunia ini tapi kita bisa mengubah pandangan kita dan kita mengubah dunia kita. Hukum ini merupakan kunci kebebasan dan ketenangan hati

6. law of abundance

Hukum ini menyatakan uang sangat berkelimpahan dan cukup untuk semua manusia yang menuruti hukum hukum uang ini. Sehingga tidak ada kekurangan, melainkan berkelimpahan, yaitu peluang dan kesempatan. Jadi kesimpulan orang menjadi kaya karena dia menginginkan dan percaya dan melakukan semua hukum hukum uang ini. Penting bagi kita untuk percaya kita sudah menjadi kaya

7. law of exchange

Hukum ini menyatakan uang sebagai media penukaran, sebelum ada uang ada barter untuk penukaran barang, dan ini terbukti tidak efektif dan effesien, dan hukum ini menyatakan uang adalah kadar value yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk tempat tertentu dan waktu tertentu dan kita bekerja dengan menukarkan waktu, waktu adalah aset terbaik dan kita mesti membuat aset kita yaitu waktu di value mahal. Waktu kita dibayar mahal berdasarkan tiga hal yaitu Apa yang kita kerjakan, Seberapa Hebat kita menangani tugas tersebut, dan seberapa sulit untuk mengantikan pekerjaan kita. Waktu tidak hanya bisa dijual tapi juga bisa di beli, dan membeli waktu orang lain adalah bijaksana, agar mendapatkan output lebih besar. Hukum ini juga menyatakan uang adalah akibat bukan sebab, untuk memperbesar value akibat, maka kita harus memperbesar value sebab yaitu usaha kita

8. law of Capital

Hukum ini menyatakan aset yang paling penting dalam term cashflow adalah keahlihan untuk mendapatkan uang. Hukum ini juga menyatakan aset terbesar adalah waktu kita, rich time management adalah salah satu rahasia kekayaan. Waktu jangan ditukarkan saja tapi mesti diinvestasikan. Penting untuk menganggarkan uang yang didapat dengan menginvestasikan kembali kualitas diri kita dengan cara seperti beli buku dan mengikuti seminar

9. law of Time Perspective

Hukum ini menyatakan orang yang berhasil adalah yang menggunakan waktu 24 jam paling banyak untuk usaha, dan mengorbankan kepentingan masa pendek untuk kepentingan masa depan, Orang kaya memikirkan kebutuhan 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Hukum ini menyatakan salah satu rahasia kesuksesan adalah menunda rasa kesenangan dengan ditunjang dengan disiplin waktu yang ketat. Sukses mesti dibayar dengan sistem advance dan hasilnya mungkin 1 sampai 5 tahun kedepan

10. law of Saving

Hukum ini menyatakan Financial Independent akan didapat oleh seseorang yang berdisiplin untuk menginvestasikan uangnya minimal 10 persen dari setiap uang yang masuk, “Pay Yourself First”. Kita adalah creature of habbit. Bila awal tidak bisa 10 persen maka mulai dengan 1 persen dulu sampai terbiasa, setelah itu naikkan menjadi 2 persen dan targetkan untuk menginvestasikan 20 persen, dengan sampai biasa, maka financial independent sudah digaransikan milik kamu

11. law of conservation

Hukum ini menyatakan tidak hanya uang yang masuk kekantong yang penting, tapi kemampuan kita untuk mempertahankan uang itu dan tetap menjadi milik kita dengan investasi yang lebih penting, sehingga sewaktu terjadi krisis kita sudah bisa mempersiapkannya

12. law of parkinson

Hukum ini ditemukan oleh orang Inggris bernama Parkinson, hukum ini menyatakan bahwa pengeluaran seseorang akan meningkat mendekati dengan pemasukannya, bila seseorang tersebut bisnisnya/karirnya booming maka hukum ini menyatakan pengeluarannya juga meningkat dan akan mendekati dengan pemasukan sehingga banyak orang pensiun dengan tabungan yang sangat kecil.

Untuk menjadi Financial Independent maka seseorang harus melanggar hukum ini, dan bila tingkat presentasi kenaikan pemasukan uang lebih besar daripada tingkat presentasi kenaikan pengeluaran, maka financil independent dapat dicapai.

Dan rumus ini adalah setiap penambahan pemasukan uang maka 50 % investasi ulang dan 50 % untuk penambahan pengeluaran yang ada, sehingga tingkat kenaikan pemasukan akan dua kali lipat dari tingkat kenaikan pengeluaran

13. law of tree

Hukum ini menyatakan ada tiga kaki untuk menopang financial independent yaitu: saving, insurance, dan investment. Penting untuk membuat benteng yang kokoh dengan tiga fondasi ini kepada kita dan kepada orang yang kita cintai.

Hukum ini juga menyatakan saving minimal adalah 6 bulan kebutuhan hidup kita, sehinggga bila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan maka kita sudah siap hingga 6 bulan kedepan. Dengan memiliki saving ini kita memiliki ketenangan dan fokus pada usaha kita.

Hukum ini juga menyatakan harus membutuhkan asuransi untuk keadaan yang tidak terduga, dan terakhir hukum ini menyatakan kita harus investasi sampai hasil investasi minimal dengan uang gaji yang telah ada, sehingga bisa fokus pada enterpreneur

14. law of investing

Hukum ini menyatakan untuk melakukan investing kita harus melakukan investigate terlebih dahulu dan banyaknya waktu kita untuk menyelidiki adalah sama dengan kualitas kita memperoleh uang tersebut, jangan terburu buru untuk investasi karena kita membutuhkan waktu yang lama untuk mengakumulasikannnya.

Hukum ini juga menyatakan susah untuk mendapatkan uang tapi sangat mudah untuk menghilangkannya. Hukum yang merupakan rahasia sukses investasi Warren Buffet yaitu hanya ada dua peraturan bagi dia, yaitu peraturan pertama tentang investasi adalah jangan sampai modal hilang, dan bila ada peluang bagus maka peraturan kedua adalah jangan sampai modal hilang.

Hukum ini jua menyatakan bila kita siap untuk kehilangan uang sedikit maka pasti kita akan kehilangan banyak. Dan selalu investasi kepada orang yang ahli dan kita sudah mengerti

15. law of compound interest

Hukum dikatakan oleh Albert Einstein adalah merupakan keajaiban dunia kedalapan, bila kita bisa menemukan investasi yang hasil investasinya dimasukkan kembali maka dikatakan financial independent sudah menjadi milik kamu, hal ini bisa dilakukan dengan memasukkan uang kita kedalam reksa dana yang fund managernya terpecaya.

Reksana dana akan mendoublekan uang anda selama 5 tahun, dan hukum compund interest berlaku pada reksadana yang dikelola oleh fund manager yang handal. Hukum compound interest hanya berlaku bila tidak pernah diambil sampai target tujuannya tercapainya

16. law of accumulation

Hukum ini menyatakan setiap orang yang sudah mencapai financial independent adalah hasil akumulasi dari setiap usaha, pengorbanan, dan pembelajarannya. Sewaktu kita melakukan usaha pertama kali memang hasilnya tidak keliatan tapi dengan seiring waktu semua usaha dan pengorbanan kita terakumulasi menjadi hasil yang besar, tujuan utama ini adalah kita membuat momentum yang semakin lama semakin cepat dan semakin mudah. Energi terbesar adalah sewaktu memulai tapi sudah sewaktu berjalan, energi untuk terus menjalankannya tidak besar dan mudah

17. law of magnetism

Hukum ini menyatakan semakin banyak uang yang kita tabung dan kita akumulasi, maka uang akan semakin senang mendekati kita dan menjadi milik kita. Uang akan pergi kemana dia merasa dihargai, seperti magnet menarik besi. Hukum ini juga menyatakan membutuhkan uang untuk menarik uang, maka kita harus mulai investasi dari dini dan keputusan kita akan semakin matang

18. law of accelerating acceleration

Hukum ini menyatakan semakin cepat kita mendekati uang dan sukses maka akan semakin cepat uang dan sukses mendekati kita dari delapan penjuru. Setiap orang yang sudah mencapai financial independent sebelumnnya, dia bekerja sangat keras sampai ketemu dengan satu peluang yang bagus dan bila telah didapatinya maka semua peluang bagus akan datang kepada dia dari bermacam-macam penjuru.

Dia juga akan sangat kesulitan untuk mengambil peluang terbagus dari semua peluang bagus, dan ini juga akan berlaku kepada kamu suatu saat di masa depan. Hukum ini juga menyatakan hasil dari 80 persen hidup kita merupakan waktu dari 20 persen terakhir yang kita investasikan

19. law of stock market

Hukum ini menyatakan setiap lembar presentasi saham menyatakan kepemilikan presentasi dari perusahaan tersebut yang berimbang antara hukum penawaran dan pembelian pada keadaan saat itu saja. Hukum ini juga menyatakan invesatasi saham teraman adalah investasi dengan long term yang untuk beberapa tahun tidak naik secara value tapi tiba tiba melejit dengan cepat.

Investasi dengan saham yang terbaik adalah long term dan terus memegang saham tersebut selama perusahaan itu bisa menghasilkan cashflow yang bagus

20. law of real estate

Hukum ini menyatakan harga sebuah properti akan bergantung pada kemampuan untuk menghasilkan uang di masa depan. Hukum ini juga menyatakan kita untung sewaktu kita beli bukan sewaktu menjual, dan meresialisasikannya sewaktu dijual.

Contoh real estate yang untung sewaktu beli adalah bila ada warisan rumah, ada perceraian, pindah ke daerah lain, maka pada umumnya akan jual murah karena butuh mencairkannya kedalam tunai dengan cepat. Hukum ini juga menyatakan ada 3 peraturan untuk membeli properti yaitu : 1 lokasi, 2 lokasi dan 3 lokasi.

Hukum ini juga menyatakan real estate tergantung dengan keadaan ekonomi pada wilayah tersebut, bila di wilayah tersebut pemasukan rata2 tinggi maka harga properti akan tinggi. Dan tingkat kenaikan properti adalah 3 kali dari tingkat pertumbuhan penduduk dan 2 kali dari inflasi

21. law of internet

Hukum ini menyatakan internet adalah alat paling ampuh dan paling cepat untuk berkomunikasi sehingga membuat banyak peluang peluang baru yang sebelumnya tidak ada, dan kekayaan perusahan internet sangat cepat berkembang. Ada tiga rahasia untuk membangun perusahaan internet yaitu faster,cheaper,and easier kita hidup dijaman semua orang tergesa gesa, bila seseorang membutuhkan barang, maka dia menginginkannya kemarin sudah didapatkannya, semakin tinggi kualitas komunitasnya maka semakin tinggi nilai perusahaan internet tersebut

Kita hidup di jaman yang paling mudah untuk mendapatkan, menyimpan dan menginvestasikan uang yang ada


Best Regards

Rino Rachmat

Tanpa Agunan Tetap Bisa Kredit

Masih soal kredit. Pada beberapa nomor yang lalu, kita telah membahas tentang produk-produk kredit di bank. Sekarang, saya akan membahas tentang produk kredit yang beberapa bulan terakhir ini cukup gencar dipromosikan: KREDIT TANPA AGUNAN.

Kita anggap saja Anda ingin membuka usaha yang berskala kecil, renovasi rumah, bayar uang muka kendaraan, atau bahkan untuk membeli komputer seperti permintaan anak Anda. Tapi Anda tidak punya uang. Padahal, keperluan tersebut di atas kelihatannya tidak bisa ditunda lagi. Kalau menunggu Anda mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, mungkin keperluan tersebut baru akan terbeli satu dua tahun lagi. Wah, kelihatannya tidak ada jalan lain. Anda harus pinjam uang. Pinjam ke teman atau keluarga, wahgengsi dong.

Mungkin Anda pun mulai mempertimbangkan untuk mencari pinjaman ke bank. Kemudian Anda datang ke bank dan bertemu dengan petugasnya (petugas bank yang kerjanya mengurusi produk kredit dikenal dengan istilah account officer). Si petugas itu mengatakan bahwa kalau Anda ingin mendapatkan pinjaman dari bank, Anda harus melengkapi persyaratannya. Salah satu syaratnya adalah dengan menjaminkan harta yang Anda miliki ­ seperti rumah dan mobil. Dengan demikian, kalau Anda kebetulan tidak bisa mengembalikan pinjaman, Anda bisa menyerahkan rumah atau mobil tersebut sebagai pengganti kredit Anda yang macet.

Anda lalu berpikir, wah saya sudah punya rumah dan mobil. Boleh juga nih, begitu pikir Anda. Oke deh. Anda lalu mengisi formulir aplikasi kredit yang diberikan bank kepada Anda. Anda mulai mengisi nama Anda, alamat, pekerjaan, termasuk nilai rumah atau mobil yang Anda miliki.

Tapi tunggu dulu. Setelah diperiksa, ternyata pihak bank menyimpulkan bahwa rumah atau mobil yang Anda jaminkan ternyata nilainya dianggap tidak cukup atau tidak sebanding dengan jumlah uang yang ingin Anda pinjam. Apa yang terjadi? Pinjaman Anda ditolak. Wah, kecewa berat deh.

AGUNAN JADI KENDALA

Susah amat ya? Yang punya rumah dan mobil saja belum tentu bisa mendapatkan pinjaman dari bank, apalagi yang belum punya. Perlu Anda ketahui, bahwa bila Anda ingin meminjam uang sebesar, misalnya Rp 70 dari bank, maka Anda tidak akan mendapatkan pinjaman itu bila harta yang Anda jaminkan cuma bernilai Rp 50. Bahkan kalau harta Anda tersebut nilainya Rp 70 juga, maka Anda tetap belum bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 70 tersebut dari bank. Anda baru akan mendapatkan pinjaman itu kalau nilai jaminan Anda sekitar Rp 100. Jadi, nilai harta jaminan Anda harus lebih besar daripada jumlah uang yang Anda pinjam.

Selain itu, bank juga memiliki sejumlah pertimbangan lain dalam menilai jaminan Anda, seperti bagaimana kondisinya, lokasinya, nilai penyusutannya, keabsahan dokumennya, dan lain sebagainya sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa harta yang Anda jaminkan tersebut tidak berisiko, cukup layak, dan bisa dijual dengan mudah.

Situasi seperti itulah yang mungkin menjadi kendala buat sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang dari bank, di mana mereka tidak memiliki harta yang “cukup” untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan ­ lebih bagus lagi kalau ­ pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Kredit Tanpa Agunan (selanjutnya kita sebut KTA).

Wah, enak ya? Kita bisa pinjam uang tanpa perlu menjaminkan harta yang kita miliki. Betul, memang enak. Pada saat ini sudah ada beberapa bank yang mengeluarkan produk KTA. Sebagian dari Anda mungkin sudah sering melihat produk seperti ini diiklankan besar-besar di pinggir jalan, atau bahkan di media massa.

KTA dapat diajukan oleh siapa pun, baik karyawan, profesional, maupun wirausahawan. Termasuk Anda. Bedanya dari produk pinjaman biasa, nilai pinjaman Anda dibatasi. Ini karena tidak adanya harta yang dijaminkan sehingga otomatis risiko bank sebagai pemberi pinjaman akan semakin tinggi. Di sinilah biasanya nilai pinjaman pada produk KTA dibatasi, yaitu antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta saja. Jangka waktu kreditnya juga dibatasi agar tidak terlalu panjang, yaitu antara 1 sampai dengan 3 tahun.

KTA dapat Anda manfaatkan untuk tujuan apa saja. Anda bisa menggunakannya untuk tujuan konsumtif, seperti membayar biaya pendidikan anak Anda, membiayai pernikahan, atau merenovasi rumah. Di samping itu Anda bisa juga menggunakan KTA untuk tujuan produktif seperti membiayai modal awal suatu usaha, membeli persediaan barang dagangan, membeli mesin, membeli perlengkapan kantor, atau membiayai kebutuhan modal kerja lainnya.

Bisa juga Anda memanfaatkan KTA untuk melengkapi atau menutupi kekurangan dana dari pinjaman lainnya bila Anda memang memilikinya. Sebagai contoh, bila sebelumnya Anda memiliki pinjaman di bank di mana rumah Anda disertakan sebagai jaminannya, Anda masih tetap dapat mengajukan KTA. Yang penting penghasilan Anda (setelah dipotong biaya rumah tangga dan biaya lainnya, termasuk didalamnya biaya cicilan kredit bank yang sudah Anda miliki sebelumnya) masih cukup untuk membayar cicilan KTA.

Atau bila Anda ingin membeli rumah baru secara kredit melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank biasanya tidak akan membiayai seluruhnya. Ia akan meminta Anda membayar uang muka dari Anda sebesar sekitar 30%, dan sisanya dibiayai oleh bank untuk lalu Anda cicil. Nah, bila Anda tidak memiliki uang muka yang 30% itu, Anda bisa mendapatkannya dengan mengambil KTA.

Dengan demikian, KTA dapat memenuhi tujuan keuangan apa saja sehingga dapat digunakan dalam situasi dan kondisi kebutuhan Anda. Walaupun demikian, saya tidak menyarankan Anda mengambil KTA jika kebutuhan yang harus Anda biayai tersebut masih bisa dicukupi dengan dana Anda saat ini.

KTA memang memberi Anda keleluasaan dalam mengelola keuangan Anda, tapi kondisi, persyaratan, dan sanksi yang menyertainya bisa dikatakan sama dengan produk pinjaman bank pada umumnya. Sehingga kendati lebih fleksibel, komitmen Anda akan sama besar dengan jika Anda memiliki kewajiban pada produk pinjaman lain yang menyertakan jaminan.

Jadi, lihat dulu situasi dan kondisi keuangan Anda sebelum Anda mengambil KTA. Karena produk kredit ­ seharusnya ­ dibuat untuk memudahkan hidup Anda, bukan malah memperberat Anda. Selamat mempertimbangkan.

Sumber : perencanakeuangan.com

Membuka Usaha Sampingan

Pada beberapa edisi lalu saya mengatakan ke-pada Anda bahwa untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada empat cara yang bisa Anda lakukan. Yakni bekerja pada orang lain, bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, membuka usaha sampingan, atau melakukan investasi.

Dari keempat hal tersebut, membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan peng-hasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama Anda mungkin harus terlibat penuh didalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu besar, Anda bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu. Sementara pemasukan terus berjalan.

Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain atau bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian. Bekerja pada orang lain jelas Anda harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya Anda bisa menentukan waktu kerja Anda sendiri, tapi tetap saja Anda akan sibuk

PENGHASILAN BISA BESAR

Jangan salah kira, usaha sampingan, apabila Anda jalankan dengan sungguh-sungguh bisa memberikan hasil yang sama ­ bahkan lebih besar ­ dibanding bila Anda bekerja dan mendapatkan gaji.

Saya pernah memperhatikan tukang sate yang berjualan di dekat rumah saya. Setiap hari, dari jam 17.00 - 24.00 (7 jam kerja), ia bisa menjual sekitar 250 tusuk sate ayam. Kalau satu tusuk dihargai Rp 400, maka ini berarti ia mendapatkan Rp 100 ribu sehari. Dalam sebulan, ia bisa bekerja sekitar 25 hari. Ini berarti pemasukannya sebulan mencapai Rp 2,5 juta. Saya pernah tanya berapa sih keuntungannya dari Rp 2,5 juta itu? Dia bilang sekitar 60 persen. Ini berarti keuntungannya adalah Rp 1,5 juta setiap bulan. Itu belum termasuk keuntungan dari penjualan lontongnya.

Tentu saja Anda tidak harus jadi penjual sate bila Anda memang tidak mau. Anda bisa membuka usaha lain yang mungkin lebih Anda kuasai seluk-beluknya. Prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau Anda jalankan dengan serius, hasilnya bisa besar.

Pada awalnya yang namanya usaha mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Penghasilannya mungkin belum seberapa. Tapi itu karena usaha Anda mungkin belum dikenal orang banyak. Namanya juga masih baru. Lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang Anda dapatkan makin besar pula.

Tukang sate tadi misalnya. Saya yakin, pertama kali ia membawa dagangannya, orang mungkin masih ragu-ragu untuk mencoba satenya, karena orang baru pertama kali melihat tukang sate ini. Tapi lama kelamaan, orang mulai memesan satenya, dan akhirnya orang ini identik dengan sate. Setiap kali ia lewat di depan rumah saya, saya langsung teringat akan satenya. Itu bukti bahwa usaha apa pun membutuhkan pengenalan.

Orang harus kenal lebih dulu dengan usaha Anda, apa pun usaha itu. Entah toko, entah restoran kecil, entah usaha jahitan. Mungkin pengenalannya makan waktu satu tahun, dua tahun, atau mungkin hanya beberapa bulan, tergantung bagaimana promosi Anda. Setelah kenal, barulah selebihnya tergantung pada kualitas produk Anda. Bila sekali saja konsumen tak suka, seterusnya mereka kapok membeli produk Anda. Apa pun jenisnya. Karena itu, Anda juga harus menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.

TIDAK HARUS MENINGGALKAN PEKERJAAN

Siapa bilang bahwa Anda harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda sekarang bila Anda menjalankan usaha Anda? Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda. Anda bisa menjalankan usaha Anda sambil Anda tetap bekerja di pekerjaan Anda sekarang.

Hitung-hitung, Anda nantinya akan punya pendapatan yang dobel kan? Pertama-tama, mungkin pendapatan usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan Anda. Tetapi lama-lama, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda akan makin maju, dan pendapatan usaha Anda siapa tahu akan meningkat dan bisa menyamai gaji Anda?

Kemudian, siapa tahu juga pendapatan usaha Anda bisa meningkat lagi dan melebihi gaji Anda? Saya banyak melihat contoh orang yang merintis usaha sambil tetap mempertahankan pekerjaannya. Lama-lama ketika usahanya makin sukses, pendapatan dari usahanya meningkat, dan jumlahnya jauh melebihi gajinya. Sehingga ia memiliki pilihan apakah ia akan mempertahankan kedua pendapatannya, atau meninggalkan pekerjaannya dan terjun total 100 persen ke dalam usahanya dengan harapan agar penghasilan dari usahanya bisa makin besar.

Bagi Anda yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Anda merintis usaha Anda, sementara suami Anda tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Masing-masing dari Anda sekarang menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Bukan begitu?

SIAP MELUANGKAN WAKTU

Kalau Anda menjalankan usaha Anda sambil masih tetap bekerja, maka Anda harus siap meluangkan waktu. Bagi Anda yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, Anda harus siap menyisihkan sekitar ­ mungkin ­ 4 jam setiap hari untuk mengurus usaha baru Anda. Bagi Anda yang juga bekerja di kantor, mungkin Anda harus siap menjalankan usaha Anda pada malam hari. Terserah Anda. Yang jelas, Anda harus memiliki komitmen untuk mau menjalankan usaha Anda, dan jangan kaget kalau nanti Anda akan lebih capek dari biasanya. Ini wajar, karena Anda menjalankan dua pekerjaan sekaligus kan?

Tapi apa yang membuat Anda mau lebih capek dari biasanya? Apa yang membuat Anda mau repot-repot menjalankan usaha Anda? Ini karena Anda ingin agar usaha Anda bisa berkembang kelak dan pengelolaannya bisa Anda serahkan ke anak buah Anda sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga Anda kelak sementara tetap men-dapatkan penghasilan. Jadi, Anda investasi waktu (mau lebih sibuk) sekarang, dengan harapan agar Anda mendapatkan waktu yang lebih banyak kelak. Jadi, sesibuk apa pun sekarang, kenapa Anda tidak luangkan waktu untuk merintis sebuah usaha?

PERLU DUKUNGAN KELUARGA

Minta dukungan dari keluarga Anda. Kalau perlu, ajak suami Anda untuk ikut membantu Anda. Libatkan suami Anda dari awal. Dengan demikian, suami Anda bisa ikut berperan dalam usaha Anda. Dukungan suami itu penting lo. Banyak usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan suami.

Bukan berarti Anda tidak akan berhasil dalam usaha Anda bila tidak didukung suami, tapi memang akan sangat membantu kalau suami Anda ikut mendukung usaha Anda kan? Kalau perlu, jangan katakan pada suami bahwa ini adalah usaha Anda. Katakan padanya bahwa ini adalah usaha keluarga, bukan usaha Anda. Kelak kalau usaha ini besar, suami Anda bisa ikut terlibat di dalamnya. Bukankah akan mengasyikkan bila suami-istri bekerja bersama membangun usaha keluarga?

TIDAK HARUS SEKOLAH TINGGI

Apakah Anda adalah salah satu dari mereka yang tidak mengenyam sekolah tinggi? Apakah Anda cuma lulusan SMP? Apakah Anda cuma lulusan SMEA? Atau apakah Anda sama sekali tidak pernah sekolah dan hanya punya pengalaman?

Baca ini: Anda tidak harus mengenyam sekolah tinggi lebih dulu untuk bisa membuka usaha dan berhasil dalam usaha Anda. Kita sudah sering mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada banyak orang berhasil dalam membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Liputan di NOVA, baik rubrik Profil maupun Peristiwa, sering menampilkannya.

Apa resepnya sehingga mereka bisa berhasil? Ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Yang lebih penting, ia ­ walaupun tidak sekolah tinggi ­mau belajar. Belajar tidak harus ditempuh dengan sekolah. Anda bisa belajar dari pengalaman Anda, dari buku, dan dari pengalaman orang lain (baik keberhasilan maupun kegagalannya). Satu lagi, mereka mau memulai usahanya dari kecil lebih dulu, sebelum lama-lama usaha itu menjadi besar. Percayalah, Anda punya kesempatan yang sama dengan saya, dan dengan orang yang lain untuk bisa berhasil, walaupun Anda tidak memiliki pendidikan tinggi sekalipun.

Jadi tunggu apa lagi? Tetapkan tekad untuk membuka usaha sampingan. Sekarang juga.

Sumber : http://www.perencanakeuangan.com/files/UsahaSampingan.html

Perlukah Penghasilan Tambahan?

Kalau Anda membaca NOVA yang lalu, Anda mungkin ingat bahwa saya pernah menyarankan kepada Anda agar pada tahun 2001 ini Anda sebaiknya mencoba mencari penghasilan tambahan dengan menjalankan usaha sampingan.

Kenapa sih Anda perlu penghasilan tambahan? Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya (dan seringkali saya ulang-ulang), bahwa salah satu kunci kesejahteraan keuangan dalam keluarga sebetulnya bukanlah di seberapa besar jumlah penghasilan Anda, tapi bagaimana Anda mengelola penghasilan tersebut. Berapapun besarnya penghasilan dalam keluarga Anda, kalau Anda tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan tidak akan bisa Anda raih.

Namun demikian, apakah Anda sebaiknya tidak usah menambah penghasilan dalam keluarga Anda? Tidak juga. Penghasilan yang besar memang tidak menjamin bahwa keluarga Anda bisa mencapai kesejahteraan keuangan, tapi penghasilan yang besar bisa membantu keluarga Anda mencapai kesejahteraan. Jadi sekali lagi, penghasilan yang besar tidak menjamin, tetapi hanya membantu. Karena itu, akan lebih baik kalau Anda bisa menambah sumber penghasilan Anda.

Ada sejumlah cara untuk menambah penghasilan dalam keluarga Anda:

1. Bekerja sebagai karyawan
2. Bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian
3. Menjalankan Usaha Sampingan
4. Berinvestasi

Bekerja Sebagai Karyawan

Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan bekerja di sebuah perusahaan. Anda bisa bekerja sebagai seorang sekretaris, karyawan bagian pembukuan, administrasi, atau apa pun itu. Yang penting, Anda mendapatkan gaji. Jadi kalau pada saat ini Anda tidak bekerja dan hanya suami Anda yang bekerja (sebagai karyawan juga misalnya), maka dengan sekarang Anda juga bekerja sebagai karyawan, maka akan ada dua gaji dalam keluarga Anda.

Atau, kalau misalnya pada saat ini Anda sudah bekerja sebagai seorang karyawan, mungkin Anda bisa menjadi karyawan juga di tempat lain. Jadi Anda mendapatkan dua gaji. Seorang teman saya bekerja di sebuah perusahaan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Sedangkan malamnya dia juga bekerja di sebuah restoran dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Dia mendapatkan dua gaji dalam sebulan.

Apa sih kelebihan dan kekurangannya dengan bekerja sebagai karyawan? Yang jelas, bekerja sebagai karyawan memang enak, karena Anda tinggal datang, bekerja, dan pada akhir bulan mendapatkan gaji. Anda cuma perlu menuruti aturan jam kerjanya saja.

Kekurangannya, tentu saja, bahwa kalau Anda tidak bekerja, Anda tidak akan mendapatkan gaji. Sederhana sekali. Itulah sebabnya banyak orang yang sudah berusia 50 - 60 tahun tetapi masih tetap bekerja sebagai karyawan karena takut tidak mendapatkan gaji lagi bila dia tidak bekerja.

Bekerja Sendiri dengan Mengandalkan Keahlian

Kalau Anda punya keahlian khusus, Anda bisa bekerja dan mendapatkan honor dari situ. Contohnya, kalau Anda bisa menyanyi, Anda bisa menyanyi di pesta-pesta dan mendapatkan honor. Mungkin Anda bisa mengajar? Yah, kalau Anda bisa mengajar, Anda bisa mengajar dan mendapatkan honor.

Bekerja sendiri harus dibedakan dengan bekerja sebagai karyawan. Sebagai karyawan Anda mendapatkan gaji, sedangkan di sini Anda tidak mendapatkan gaji, tetapi mendapatkan honor. Contoh mereka yang bekerja dengan mengandalkan keahlian dan mendapatkan honor pada umumnya adalah artis yang main sinetron, atau dokter dan arsitek yang membuka praktek sendiri dengan mendapat bayaran dari pasien atau kliennya.

Kalau Anda perhatikan, sebetulnya hampir setiap orang punya keahlian atau keterampilan khusus yang bisa dijual. Masalahnya di sini adalah apakah Anda berani menjadikan keahlian atau keterampilan yang Anda miliki itu untuk bisa dijual kepada khalayak?

Kelebihan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian adalah bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan yang memang sesuai dengan keahlian Anda. Artinya, Anda akan termotivasi untuk lebih memperdalam keahlian Anda sehingga akan mendapatkan bayaran yang lebih. Kekurangannya adalah, kalau Anda tidak bekerja (absen), Anda tidak akan mendapatkan bayaran.

Menjalankan Usaha Sampingan

Kenapa Anda tidak mencoba menjalankan sebuah usaha sampingan? Anda bisa membuka toko atau warung. Anda bisa buka biro jasa yang menjual segala macam jasa. Mungkin juga sebuah usaha jahitan. Kenapa Anda tidak mencobanya?

Yang penting di sini, usaha sampingan tersebut suatu saat kelak bisa Anda serahkan pengelolaannya kepada anak buah yang Anda percayai, sehingga Anda tidak perlu terlibat terus di dalamnya seumur hidup Anda. Toko misalnya. Anda mungkin bisa membuka sebuah toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Setelah beberapa bulan, Anda kan bisa menyerahkan pengelolaannya kepada anak buah Anda (yang Anda gaji tentunya), sehingga Anda bisa enak nonton teve di rumah tapi bisa tetap mendapatkan hasil keuntungan dari toko tersebut tiap bulannya. Inilah yang menjadi kelebihan dari menjalankan usaha sendiri.

Mungkin Anda berpikir bahwa untuk bisa berhasil dalam usaha perlu modal uang yang cukup besar. Tapi Anda boleh tidak percaya, kesuksesan sebuah usaha seringkali tidak tergantung pada besarnya modal Anda. Silakan toleh di sekeliling Anda, ada banyak orang yang berhasil dalam usahanya dengan modal yang hanya sedikit. Yang paling penting di sini adalah ide.

Ada memang beberapa usaha yang membutuhkan modal awal yang cukup besar, tapi banyak juga bidang usaha yang tidak membutuhkan modal awal yang terlalu besar. Yang paling penting di sini adalah bagaimana Anda bisa “mengakali” jumlah uang yang Anda miliki sekarang agar cukup untuk bisa menjalankan ide bisnis di kepala Anda. Dengan menjalankan sebuah usaha, Anda otomatis lebih terlatih untuk bisa mandiri dan bertahan hidup. Itulah yang menjadi salah satu kelebihan lain dari menjalankan usaha sendiri.

Berinvestasi

Anda punya uang berlebih? Kenapa tidak menginvestasikannya saja? Jika Anda punya Rp 1 juta, mungkin itu bisa Anda depositokan. Anda akan dapat bunga, dan bunga itulah tambahan penghasilan Anda.

Anda punya barang yang tidak Anda pakai? Perabot misalnya? Kenapa Anda tidak menjualnya dan menginvestasikan uangnya dengan membeli emas, misalnya. Setelah satu dua tiga tahun, mudah-mudahan saja harga emas itu naik. Nah, selisih kenaikan harga itu adalah tambahan penghasilan bagi Anda.

Bagi Anda yang masih lajang (tidak punya tanggungan) dan tinggal di rumah sendiri, kenapa Anda tidak kos saja dan mengontrakkan rumah Anda? Dengan demikian, Anda akan mendapatkan tambahan penghasilan dari pemasukan sewa rumah setiap bulan atau setiap tahunnya. Atau kalau rumah Anda agak besar, kenapa Anda tidak menyewakan satu dua kamar di antaranya untuk dijadikan kos-kosan kecil-kecilan? Anda akan dapat pemasukan tambahan dari uang kosnya, kan?

Yang Penting Kemauan

Mencari Penghasilan Tambahan sebetulnya tidak sulit. Yang penting Anda punya kemauan. Bila Anda tidak memiliki kemauan untuk mau mendapatkan penghasilan tambahan, maka cara apa pun yang ditunjukkan kepada Anda akan sulit Anda terima.

Jadi, semua berawal dari kemauan. Jika memang tidak ada kemauan, ya, keadaan Anda tetap seperti sekarang. Tapi bila Anda memang mau, Anda punya 4 pilihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti di atas. Silakan pilih yang mana.

Sumber : http://www.perencanakeuangan.com/files/PenghasilanTambahan.html

Manfaat Ekonomis Berhenti Merokok

Oleh : Safir Senduk Sebagian dari Anda, pasti ada yang perokok. Ada yang perokok berat, ada pula perokok ringan. Saya rasa Anda sudah pernah mendengar bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan. Hal itu malah ditulis jelas di bungkus rokok yang Anda beli. Tapi mungkin Anda tidak pernah menghiraukan, karena bagi sebagian orang rokok boleh jadi merupakan bagian kenikmatan hidup. Banyak orang yang merasa belum bisa berpikir kalau belum merokok. Malah ada yang tidak bisa bekerja kalau belum merokok. Kalau tidak, kepala bisa pening, begitu alasan mereka.

Topik artikel kali ini adalah apa manfaat ekonomis yang akan Anda dapatkan bila Anda berhenti merokok. Tenang saja, saya bukan anggota dari organisasi kesehatan yang selalu menggembar-gemborkan ruginya merokok bagi kesehatan. Saya hanya ingin menunjukkan apa manfaat ekonomis bila Anda berhenti merokok, walaupun nanti saya selipkan juga beberapa pesan kesehatan.

DITABUNG LEBIH MENGUNTUNGKAN

Misalkan saja Anda menghabiskan Rp 3.500 sehari untuk membeli sebungkus rokok kretek filter lokal. Ini berarti, dalam sebulan Anda membelanjakan Rp 105 ribu untuk rokok, sehingga dalam setahun, pengeluaran Anda untuk rokok mencapai Rp 1.260.000.

Sekarang kita hitung, berapa jumlah uang yang Anda keluarkan selama hidup Anda bila Anda terus merokok. Kalau pada saat ini berumur 30, maka bila Anda terus merokok sampai umur 50, Anda berarti menghisap rokok secara terus menerus selama 20 tahun. Bila dihitung, pengeluaran Anda untuk rokok adalah: Rp 1.260.000 x 20 tahun = Rp 25.200.000

Itu pun dengan asumsi bahwa harga rokok selalu konstan dan tidak pernah naik. Tentunya hal itu tidak mungkin terjadi. Harga rokok pasti naik setiap tahun. Kalau setiap tahun harga rokok naik sebesar 10 persen saja, maka dalam 20 tahun, bila dihitung-hitung, jumlah uang yang Anda belanjakan untuk rokok bisa mencapai lebih dari Rp 72 juta!

Sekarang, apa yang terjadi bila Anda berhenti merokok dan menabungkan saja uang jatah rokok tersebut? Kalau misalnya Anda menginvestasikan Rp 105 ribu per bulan tadi ke tabungan di bank yang memberikan bunga 10 persen per tahun, maka setelah 20 tahun (240 bulan), saldo tabungan Anda akan lebih dari Rp 80 juta!

Itu dengan asumsi suku bunga 10 persen. Kalau uang itu Anda in-vestasikan pada produk investasi yang memberikan 15 persen per tahun, maka saldo Anda akan menjadi Rp 159 juta lebih. Pada saat ini, sudah ada, kok, beberapa produk investasi yang bisa memberikan hasil sekitar 15 persen per tahun.

Perhitungan di atas dilakukan dengan asumsi bahwa Anda menabungkan jumlah uang yang sama setiap bulan selama 20 tahun itu. Tapi dengan harga rokok yang terus naik, Anda tentunya tidak akan menabungkan jumlah uang yang sama dari tahun ke tahun bukan?

Tentunya jumlah yang Anda tabungkan akan terus naik setiap tahunnya. Bayangkan berapa saldo uang yang Anda miliki nanti, yang mungkin bisa Anda wariskan ke anak cucu Anda.

RUGI BIAYA KESEHATAN

Tidak hanya itu. Bila Anda merokok, selain Anda kehilangan uang, Anda juga harus membayar biaya kesehatan yang cukup besar. Ini karena rokok bisa menyebabkan Anda terkena penyakit radang paru-paru, yang biasanya baru akan terasa ketika Anda berumur sekitar 50 - 60 tahun di mana daya tahan Anda sudah jauh lebih rendah dibanding ketika Anda masih berumur 30-an.

Penyakit paru-paru ini tergolong kritis, di mana uang untuk bisa membiayai penyakit kritis biasanya mahal sekali. Jumlahnya bisa belasan bahkan puluhan juta rupiah.

Belum lagi kalau Anda dirawat inap. Pada saat ini, ongkos menginap di RS adalah sekitar Rp 200 ribu per hari. Bila Anda dirawat inap selama 10 hari saja, Anda sudah akan menghabiskan sekitar Rp 2 juta hanya untuk membayar RS. Bila radang paru-paru Anda cukup kronis, Anda akan dirawat dalam waktu yang mungkin sangat lama di RS, sehingga biaya yang harus Anda bayar untuk RS bisa menjadi sangat besar.

Merokok memang nikmat, Pembaca. Tapi akibatnya Anda seperti membakar uang setiap hari dan membunuh diri Anda pelan-pelan. Ketika Anda tua dan daya tahan Anda sudah akan menurun, penyakit Anda biasanya sudah pasti akan muncul, sehingga makin banyak uang yang harus Anda keluarkan lagi nantinya.

Bila memang demikian, kenapa Anda tidak memutuskan untuk berhenti merokok, dan menginvestasikan saja uang tersebut secara rutin? Ketika anak Anda besar, Anda mungkin bisa mewariskan saja uang itu kepadanya. Selain itu, hidup tanpa rokok akan membuat umur Anda lebih panjang, dibanding bila Anda merokok, yang biasanya akan “mengurangi” umur. Seperti kata orang: “Untuk tiap batang rokok yang diisap, umur manusia berkurang sebanyak satu hari.” Itu berarti, makin sedikit pula waktu “sehat” yang bisa Anda gunakan bersama keluarga Anda.

Terkadang untuk mengambil keputusan yang menguntungkan, ada pengorbanan yang harus Anda lakukan. Dalam hal ini, yang Anda korbankan mungkin adalah kenikmatan Anda merokok. Tapi apa yang akan Anda dapatkan ketika berhenti merokok adalah tubuh yang lebih sehat, dan uang yang lebih banyak. Terserah, Anda mau pilih yang mana?

* * *

Perhitungan di atas tadi menggunakan asumsi rokok kretek filter seharga Rp 3.500. Beberapa dari Anda mungkin merokok sebungkus rokok putih impor setiap harinya. Rokok seperti ini, harganya berkisar sekitar Rp 5.000 perbungkusnya. Dengan asumsi bahwa Anda menghabiskan sebungkus sehari, maka dalam sebulan Anda akan menghabiskan Rp 150 ribu, dan dalam setahun Anda akan menghabiskan Rp 1,8 juta.

Dengan asumsi bahwa harga rokok tersebut naik terus 10 persen setiap tahun, maka pengeluaran Anda untuk rokok selama 20 tahun menjadi Rp 85,9 juta. Tapi bila uang itu diinvestasikan pada produk investasi yang memberikan bunga 10 persen per tahun, maka pada akhir tahun ke-20 Anda akan memiliki dana investasi sebesar Rp 114,8 juta. Jika memakai asumsi bunga 15 persen per tahun, maka saldo dana investasi Anda menjadi Rp 227,3 juta.

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, bila Anda adalah seorang perokok maka premi yang harus Anda bayar untuk asuransi bisa lebih mahal sekitar 10-20 persen dibanding rekan-rekan Anda yang tidak merokok. Kenapa? Ini karena seorang perokok memiliki risiko kematian yang lebih besar dibanding mereka yang tidak merokok. Jadi, secara ekonomis, tidak merokok jauh lebih bermanfaat daripada merokok.

* * *


Perhitungan di atas tadi menggunakan asumsi rokok kretek filter seharga Rp 3.500. Beberapa dari Anda mungkin merokok sebungkus rokok putih impor setiap harinya. Rokok seperti ini, harganya berkisar sekitar Rp 5.000 per- bungkusnya. Dengan asumsi bahwa Anda menghabiskan sebungkus sehari, maka dalam sebulan Anda akan menghabiskan Rp 150 ribu, dan dalam setahun Anda akan menghabiskan Rp 1,8 juta.
Dengan asumsi bahwa harga rokok tersebut naik terus 10 persen setiap tahun, maka pengeluaran Anda untuk rokok selama 20 tahun menjadi Rp 85,9 juta. Tapi bila uang itu diinvestasikan pada produk investasi yang memberikan bunga 10 persen per tahun, maka pada akhir tahun ke-20 Anda akan memiliki dana investasi sebesar Rp 114,8 juta. Jika memakai asumsi bunga 15 persen per tahun, maka saldo dana investasi Anda menjadi Rp 227,3 juta.

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, bila Anda adalah seorang perokok maka premi yang harus Anda bayar untuk asuransi bisa lebih mahal sekitar 10-20 persen dibanding rekan-rekan Anda yang tidak merokok. Kenapa? Ini karena seorang perokok memiliki risiko kematian yang lebih besar dibanding mereka yang tidak merokok. Jadi, secara ekonomis, tidak merokok jauh lebih bermanfaat daripada merokok.

Sumber : http://www.perencanakeuangan.com/files/BerhentiMerokok.html

« Tulisan sebelumnya