Anggota DPR memang TOP…

Dari : Ahmadi Agung <Agung@kaXXXX.co.id>
“Dulu modal saya untuk jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu Rp 187 juta.
Enam bulan pertama sudah BEP, break even point.”

Sembari makan siang di kantin, seorang anggota Dewan menceritakan pengalamannya secara blak-blakan kepada wartawan.

Dia juga menceritakan bagaimana praktik-praktik politik uang yang terjadi di DPR yang tidak bisa diceritakan dalam tulisan ini.

Karena itu, dia termasuk yang tidak setuju dengan berbagai kebijakan anggaran di DPR yang arahnya terus menguras uang negara demi mempertebal “kantong” anggota Dewan. Dia merasa berbagai fasilitas yang selama ini dia terima sudah lebih dari cukup.

Pemberian insentif legislasi Rp 1 juta ke semua anggota Dewan yang tidak terlibat dalam pembahasan setiap kali pengesahan rancangan undang-undang, menurut dia, salah satu kebijakan yang tidak tepat.

Dua tahun terakhir

Seorang anggota Dewan lain secara blak-blakan menunjukkan seluruh catatan penghasilan yang dia terima dari negara selama dua tahun terakhir.

Dari catatan itu diketahui, penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori. Ada yang bersifat rutin bulanan, ada yang rutin nonbulanan, dan ada juga yang sesekali.

Yang sifatnya rutin bulanan adalah gaji paket Rp 15.510.00; bantuan listrik Rp 5.496.000; tunjangan aspirasi Rp 7,2 juta; tunjangan kehormatan Rp 3,15 juta; tunjangan komunikasi intensif Rp 12 juta; dan tunjangan pengawasan Rp 2,1 juta. Total berjumlah Rp 46,1 juta per bulan. Jadi, setahun mencapai lebih dari setengah miliar, Rp 554 juta. “Pendapatan bulanan ini semua anggota DPR sama,” katanya.

Penerimaan nonbulanan banyak jenisnya, mulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap Juni Rp 16,4 juta dan dana penyerapan aspirasi setiap masa reses Rp 31,5 juta. Dalam satu tahun sidang ada empat kali masa reses. Ada juga dana perjalanan dinas komisi, perjalanan dinas ke luar negeri, atau perjalanan dinas saat reses. Total keseluruhan dalam setahun sekitar Rp 188 juta.

Sementara itu, penghasilan yang sifatnya sewaktu-waktu adalah insentif pembahasan rancangan undang-undang dan honor melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang besarnya Rp 5 juta per kegiatan.

Dengan adanya kebijakan baru berupa uang insentif legislasi Rp 1 juta per-RUU, semakin menambah lagi pemasukan anggota DPR. Uang insentif legislasi yang dia terima Rp 39,7 juta.

Apabila keseluruhan penerimaan negara itu dihitung, total uang yang diterima seorang anggota DPR dalam setahun hampir Rp 1 miliar. Sebagai anggota DPR yang tidak terlalu aktif saja, selama tahun 2006, dia menerima Rp 761,3 juta, sedangkan tahun 2007 Rp 787, 1 juta.

Anggota Dewan yang merangkap anggota badan selain komisi juga mendapat tunjangan khusus. Demikian pula anggota yang merangkap pimpinan alat kelengkapan, banyak melakukan studi banding ke luar negeri, memimpin panitia-panitia khusus pembahasan RUU, serta menjadi pimpinan fraksi, atau pimpinan DPR.

Dengan uang yang diberikan negara itu, dia yakin semua anggota DPR bisa menjadi profesional, independen, dan bersungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi rakyat.

Namun, kalau ditanya soal cukup, menurut dia, setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda.

“Ibarat minum air, ada yang merasa cukup, ada juga yang malah semakin haus,” ucapnya sambil tertawa.

Idealisme 550 anggota DPR yang duduk di Senayan memang beragam. Mereka tidak bisa begitu saja digeneralisasi. Terkait pemberian insentif legislasi Rp 1 juta saja, misalnya, ada fraksi yang menolak dan ada fraksi yang menerima dengan sejumlah alasan.

Anggota yang memiliki idealisme seperti tadi sesungguhnya tak hanya satu, dua. Namun, karena jumlahnya kalah banyak, suara mereka sering kali tertelan. Seorang anggota Dewan yang dulu bergelut di dunia akademisi dan sekarang terjun ke politik praktis malah mengaku sempat juga terkena getahnya. Saat dia ke kampus, rekannya menyesalkan dirinya terjun ke dunia politik praktis karena menjadi ikut “kotor”.

Tidak semua kotor

Menilai anggota DPR seluruhnya “kotor” tentu tak tepat karena pada kenyataannya ada juga yang berusaha untuk “bersih” di tengah kekeruhan. Yang perlu dilakukan adalah memberikan dukungan kepada mereka yang bersih agar mereka tak tercemar, tetapi malah membawa warna jernih.

DPR yang bersih akan membawa pemerintahan juga menjadi bersih karena salah satu fungsi DPR adalah bidang pengawasan. Anggaran di eksekutif juga beratus-ratus kali lipat anggaran di DPR.

Siapakah anggota DPR yang perlu didukung itu? Tentunya, mereka yang bisa merasakan cukup dan lebih memprioritaskan orang yang kerongkongannya kering karena dahaga. (Sutta Dharmasaputra)

Surat buat Babeh..

Beh,

Kami semua mengikhlaskan Babeh. Babeh sudah sepuh
sudah menjalani hampir tiap titik kehidupan.

Beh …
Babeh tunggu-tunggu aja di waiting room. Istri Babeh
juga sudah menunggu, ingin bersama-sama menikmati
berdua apa yang dijanjikan oleh Sang Khaliq. Nggak
lama koq Beh. Dimensi waktunya berbeda. Nggak kerasa.
Tau-tau sudah dibangunin lagi. Bersama-sama kita
menuju pengadilan terakhir. Sidratul Muntaha.

Beh …
Dunia juga udah mau kiamat. Om Bush udah sering
nembak-nembakin orang-orang yang mau ngerampas
minyaknya. Tahun ini dia udah mau turun koq. Tapi
setorannya belum pol. Karena wakilnya Pak Ci Cheaney
masih berhitung minyak di bawah bumi Ayatollah
Khomeini.

Beh …
Kawan lama Babeh udah bezoek ya. Edisi Strait Times
minggu lalu. Headlinenya tentang Babeh. Katanya Babeh
sekarat. Yang kontras di kolom sampingnya ada komentar
Om Lee. Kata dia, dia pandai menjaga kesehatan ..
caranya jangan bikin saya pensiun jadi orang penting
di Singapura. Pasti kesehatan saya ambruk. Lucu ya Beh
… Pasti Babeh pengen juga waktu itu. Cuman dasar
anak-anak mahasiswa … bikin Babeh pensiun.

Beh …
Babeh tenang aja. Kalo Babeh masih pengen lama-lama
juga nggak apa-apa. Toh, negeri ini akan beri
perawatan ke Babeh super maha premium extra-ordinary
ajigile executive. Tapi kasihan dong Beh … bikin iri
rakyat kecil yang biasanya harus berantem dulu sama
Rumah Sakit. Alih-alih dapat pelayanan kelas 1, mereka
pasti sudah dicopot tuh ventilatornya. Ditinggal di
bangsal tergolek tak berdaya.

Beh …
Mahasiswa di Bandung lagi mengibarkan bendera setengah
tiang. Kualat ya Beh? Orang belon koit koq. Eh …
Babeh jangan seudzon dulu. Itu karena Minah lagi
langka loh Beh. Babeh punya uang nggak? Kasihan loh
… mereka harus antri untuk mendapatkan minah.
Kalaupun dapat harus membayar dengan harga dua kali
lipat.

Beh …
Saya punya ide. Setiap yang bezoek Babeh kan kroni
Babeh. Bilangin Beh … setorkan hartamu 50% ke kas
negara. Lumayan kan? Bisa-bisa terkumpul untuk
menambah biaya pendidikan bangsa ini. Kasian loh ..
Beh. Bangsa ini sudah jauh tertinggal dibanding bangsa
lain. Kalo pendidikan nggak digratiskan bisa-bisa
setiap presiden nanti bakan nge-lego aset-aset BUMN ke
Negara lain. Itu tuh kayak mantan Ibu saya. Kenapa
bisa begitu? Habis … sekolahnya pada nggak selesai.

Beh ..
Ngomong-ngomong pendidikan. Tragis loh Beh. Saya waktu
di Jakarta harus bayar 12jt untuk masukin anak saya ke
SD. Lalu bayaran tiap bulan sebesar 1jt. Alhamdulillah
saya ada rejeki. Lah … kalo anak-anak petani kayak
Babeh? Ini SD loh Beh … Kontrasnya Beh … di negara
kawan Babeh itu, saya cuman perlu bayar 117000 perak
per bulan tanpa uang masuk yang berjut-jut itu. Nggak
salah kalo negara kawan Babeh itu bakal melesat terus
ekonominya. Wong, anak-anaknya dapat pendidikan kelas
satu dengan biaya yang murah banget. Pikirin lo Beh
usul saya.

Beh …
Tahun depan negara mau suksesi lagi. Jangan diplesetin
jadi susuk ya Beh … Kalo mau tahu susuk kata orang
nggak jauh-jauh deh … Babeh tanya aja sama mantu
Babeh yang baru itu …
Saya nggak mau ngomongin itu loh Beh .. pamali. Yang
saya mau ngomongin itu Suksesi. Ya itu .. Sekarang
kita-kita lagi pada sibuk Beh. Lagi nyari calon yang
cocok. Profilenya maunya sih ambil yang baik-baik dari
Babeh. Lalu buang yang jelek-jeleknya. Babeh tahu apa
yang baek dari Babeh nggak? Kalo menurut saya nih Beh
… cuman satu yaitu pembangunan yang berkelanjutan.
Itu loh Beh .. REPELITA. Habis sekarang ini semua
pemimpin punya cara sendiri-sendiri dan selalu
mengambil jurus aji mumpung.
Mumpung jadi pemimpin .. bikin SPBU sebanyak-banyaknya
..
Mumpung jadi pemimpin .. jual aset bangsa kemana-mana
..
Mumpung jadi pemimpin .. perusahaannya bisa dapat
proyek-proyek emas ..
Mumpung udah turun jadi pemimpin .. lalu ngenyek yang
lagi mimpin …
Mumpung jadi pemimpin .. banyak deh Beh. Yang membuat
bangsa ini selalu dari nol kalo suksesi.
Kalo yang jelek-jelek, Babeh tahu kan?

Beh …
Semua politisi busuk sekarang lagi cari muka loh. Ada
yang bezoek lah .. terus minta kita semua rakyat
Indonesia memaafkan Babeh lah … Saya sendiri sih
sudah memaafkan Babeh. Walaupun Babeh belum minta maaf
sama saya …

Udah dulu ya Beh … Mudah-mudahan Allah SWT
memberikan yang terbaik buat Babeh. Kasihan Babeh …
onderdilnya sudah pada udzur …

—-

Anaknya Babeh

Pendaftaran Pemilih Pilkada DKI Jakarta Diperpanjang 3 Hari

Ayo ayo buruan daftar. Gw sih ga peduli, soalnya gw bukan orang jakarta. Gw cuma orang jawa yang cari duit di Jakarta :P

—————————————————————————————

Sumber : detik

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta memberikan waktu 3 hari kepada masyarakat Jakarta yang telah memenuhi persyaratan namun belum terdaftar, untuk mendaftar.

“Kami beri kesempatan untuk mendaftar kepada warga Jakarta yang punya hak pilih, untuk datang ke KPUD Jakarta secara perorangan,” ujar Ketua KPUD DKI Jakarta, Juri Ardiyantoro, di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jl Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2007).

Warga yang mendaftar ke KPUD, lanjutnya, dipersyaratkan membawa KTP, KK, dan kartu domisili dari RT. KPUD memberi kesempatan jadwal pendaftaran dimulai pada 26 Juni 2007 sampai 28 Juni 2007 dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.