10 Kesalahan Besar Pebisnis
April 3, 2008 pada 3:43 pm (Wirausaha)
Pebisnis bukan Tuhan yang tak membuat kesalahan. Sejumlah
pebisnis bahkan mencatat kesalahan terburuk. Berikut 10 kesalahan dari
pebisnis Australia yang bisa Anda pelajari agar tidak terpeleset
masalah yang sama.
Berikut daftar 10 kesalahan pebisnis yang dikutip dari news.com.au,
Kamis (13/9/2007).
1. Bertengkar dengan rekan bisnis
Berargumentasi dengan rekan bisnis, keluarga atau kawan dapat
menimbulkan ongkos finansial dan pribadi yang besar. Misalnya
co-founder Transfield, Carlo Salteri dan Franco Belgiorno-Nettis yang
akhirnya berpisah setelah bertengkar seputar masalah suksesi pada
tahun 1997. Perpecahan ini juga menimbulkan perpecahan lebih lanjut
antara Franco dan anak tertuanya, Marco Belgiorno-Zegna. Total
kekayaan keluarga Belgiorno-Nettis pun merosot akibat perpecahan itu
dan terpaksa harus menjual sebagian aset kerajaan bisnisnya untuk
membayar utang yang timbul dari penyelesaian dengan Belgiorno-Zenga.
Tapi kini total kekayaan telah membaik menjadi sekitar AU$ 800 juta.
2. Terlalu banyak ngutang
Meminjam uang terlalu banyak pada saat yang salah, dan ini telah
membuat para wiraswastawan yang jatuh dengan sukses. Misalnya saja
pada era 1980-an, saat para pebisnis ngutang sedemikian besar karena
nilai aset yang tinggi. Namun begitu nilai aset jatuh dan suku bunga
naik, mereka ikut jatuh. Beberapa yang jadi korban antara lain John
Elliot, Bob Ansett dan Alan Bond.
3. Tak ada diversifikasi
Kebanyakan pebisnis terkaya di Australia memulainya dengan 1 bisnis
saja. Dan mereka cukup pintar menjaganya dengan melakukan
diversifikasi. Salah satu keluarga besar yang beruntung dari
diversifikasi adalah keluarga Smorgon, Myer dan Liberman. Mereka
sukses karena menyebar uangnya ke berbagai sektor industri dan investasi.
4. Gagal membaca pasar
Beberapa orang terkaya sebenarnya cukup tahu persis apa yang akan
terjadi di pasar. Namun mereka tak selalu mengambil langkah yang
tepat. Misalnya saja Kerry Packer serta keluarga Smorgon dan Liberman.
Mereka telah gagal membaca ‘kecelakaan teknologi’ pada tahun 2000 dan
akhirnya harus kehilangan uang.
5. Terlalu bangga
Orang-orang terkaya terkadang begitu kalap untuk mempertahankan harga
dirinya. Dan karena itu, kadang kala mereka harus kehilangan uangnya.
Kerry Stokes harus mengeluarkan AU$ 200 juta memperjuangkan News
Corporation, Publishing & Broadcasting Limited dan Telstra karena
kolapsnya channel televisi berbayar C7 menyusul kekalahan di
Pengadilan Federal. Kekayaan Stokes saat ini mencapai AU$ 2,7 miliar.
Namun mengeluarkan sekitar 10% dari nilai kekayaan untuk sesuatu yang
sepertinya akan hilang menunjukkan betapa mahal ongkos kebanggaan itu.
6. Berekspansi terlalu cepat
Ini adalah kesalahan pebisnis yang sangat umum. Sebuah perusahaan
tumbuh sangat cepat melalui peningkatan penjualan dan akuisisi namun
tiba-tiba masalah muncul. Entah itu masalah SDM, IT atau sistem
akuntansi. Keluarga Robert yang merupakan pendiri raksasa konstruksi
Multiplex misalnya, mengerjakan terlalu banyak proyek sehingga harga
sahamnya jatuh. Demikian pula peritel makanan John Davis yang harus
kehilangan kerajaan bisnisnya setelah tumbuh terlalu pesat.
7. Bercerai
Tak ada yang menggerogoti kekayaan melebihi perceraian. Satu tahun
Anda memiliki US$ 300 juta dan di puncak dunia, namun setahun kemudian
Anda bisa kehilangan AU$ 100 juta secara tiba-tiba. Misalnya Greg
Norman dan istrinya Laura, yang harus berbagi kekayaan jutaan dolar
setelah bercerai. Uang memang tidak bisa membeli cinta, namun
ketidakbahagiaan ternyata benar-benar mahal.
8. Melanggar hukum
Berurusan dengan masalah hukum dapat menghancurkan reputasi dan
kekayaan. Misalnya Alan Bond dan Laurie Connel, yang merupakan salah
satu pebisnis sukses di Perth pada dekade 1980-an. Keduanya berakhir
di penjara dan kehilangan jutaan dolar setelah berurusan dengan hukum.
9. Menjadi perusahaan publik
Menjadi perusahaan publik tak selamanya cocok. Kebanyakan pebisnis
yang bergaya autokratik sama sekali tak cocok dengan sistem perusahaan
publik. Bret Blundy misalnya akhirnya memprivatisasi Brazin setelah
melihat harga sahamnya turun hingga 30% pada era 2005-2006.
10. Meninggal
Kematian seorang pebisnis bisa menjadi malapetaka jika rencana suksesi
yang sebaik-baiknya tidak dilakukan. Misalnya saja pertempuran
merebutkan kerajaan bisnis Lang Hancock, oleh istrinya Rose Portegous
dan anak perempuannya Gina Rinehart yang memakan waktu lebih dari satu
dekade. Kematian memang tak bisa dihindari. Namun sebelumnya, Anda
harus ‘menciptakan’ seorang putra mahkota agar suksesi mulus.
Sumber : detikFinance