Merebut Simpati Bos yang ‘Dingin’ dan Sulit Dipahami

Astaga!Karir –


Jujur aja deh, kalau punya bos yang karakternya sulit dipahami dan ‘dingin’ kaya gini, pasti diam-diam Anda mengharapkan bos Anda itu diganti. Diam-diam Anda pasti memimpikan punya bos yang asyik dan lebih oke kan….?

Tapi jangan keburu berpikir buruk dulu tentang bos Anda itu. Untuk mendekati bos berkarakter dingin, Anda harus memiliki harapan yang lebih realistis. Jangan terlalu berharap bahwa bos akan menjadikan Anda anak kesayangan dan akan diberi segala kemudahan. Lebih baik Anda coba tips berikut:

* Berikan solusi, jangan keluhan
Daripada mengeluh, cobalah Anda pahami apa yang menyebabkan sikap bos seperti itu. Bisa saja sikapnya disebabkan oleh tekanan dari luar atau atasan lainnya. Kemudian jika ada kesempatan, tawarkan solusi yang bermanfaat bagi bos dan perusahaan. Tentu saja Anda harus bisa membaca situasi yang tepat. Jangan memaksanya bicara dengan Anda saat ia terlihat sibuk berat.

* Minta maaf
Jangan ragu minta maaf jika Anda melakukan kesalahan. Mengakui bahwa Anda salah merupakan sikap yang sportif daripada sibuk menutupi kesalahan. Kemudian selesaikan pekerjaan yang sama dengan cara yang lebih baik. Tindakan ini lebih efektif untuk menimbulkan simpati bos ketimbang pura-pura bekerja dengan baik tapi tidak sesuai dengan hasilnya.

* Berikan informasi
Sebagai anak buah yang peduli, cobalah Anda mencari tahu informasi yang diperlukan bos. Kemudian segera sampaikan informasi tersebut pada bos. Dan usahakan agar Anda selalu mengetahui hal-hal terbaru mengenai bidang yang bersangkutan yang diperlukan bos. Hal ini akan mengokohkan posisi Anda dalam hubungan atasan-bawahan.

* Pujilah bos Anda
Berikan pujian yang tulus pada bos atas prestasi yang diraihnya. Jangan takut dicap ‘cari muka’ hanya karena memuji bos. Perlu Anda catat, memberikan pujian yang tulus pada bos bisa menghasilkan penghargaan yang mengejutkan. Bisa juga pujian ini merupakan awal dari hubungan yang lebih baik antara Anda dan bos.

* Kritiklah bos Anda
Selain pujian, ternyata ‘kritik’ juga penting dalam rangka menarik simpati bos. Tentu saja kritik yang bersifat membangun! Dalam kesempatan rapat atau evaluasi kerja, jangan takut untuk melontarkan kritik. Bisa jadi bos Anda akan ‘tersengat’ tapi juga sekaligus sadar bahwa ternyata Anda cukup peduli dengan kepemimpinannya.

Kesimpulannya, Anda memang harus lebih komunikatif dalam menghadapi si bos yang ‘dingin’. Dan dengan melakukan cara-cara di atas, paling tidak Anda telah berusaha menjadi bawahan yang komunikatif sekaligus telah berusaha menarik simpati si bos akan keberadaan Anda. Tentu saja usaha ini harus Anda lakukan secara profesional tanpa merugikan keberadaan rekan lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: