Sepuluh Pertanyaan Yang Patut Diajukan Kepada Diri Anda, Mengapa Belum Juga Mendapatkan Pekerjaan

Kontributor: Katharine Hansen (18.07.2003 09:12)

Tanyakan pada diri anda….??

1. Apakah anda terhubung dengan jaringan?
Pencari kerja saat ini tidak dapat lagi sekedar mengandalkan pada metode mencari kerja yang pasif. Anda harus bertemu dengan orang-orang dan sedapat mungkin beritahukan kepada mereka bahwa Anda sedang mencari pekerjaan (beritahukan pekerjaan yang spesifik). Bawalah CV anda kemanapun Anda pergi, dan berikan kepada orang-orang.

2. Apakah Anda membatasi pencarian Anda?
Apakah dalam mencari lowongan di dalam koran, Anda membatasi pencarian secara ketat? atau bahkan Anda telah memutuskan bahwa iklan di Internet dapat menjadi sumber pencarian Anda? Jangan hanya mencari lowongan pekerjaan di dalam satu jenis media. Jadi dimana Anda dapat menemukan pekerjaan? Kembali pada pertanyaan no.1—melalui jaringan. Juga jangan pernah membatasi pencarian Anda sebatas pada jaringan, manfaatkan gabungan berbagai bentuk pencarian kerja.

3.Apakah anda menargetkan perusahaan seperti apa yang paling mungkin membutuhkan jasa anda?
Pencarian kerja yang benar-benar efektif dimulai dengan penelitian terhadap perusahaan secara komprehensif disertai dengan pengembangan daftar target perusahaan yang diinginkan. Berdasarkan pada berbagai kriteria pencarian, anda dapat mentargetkan perusahaan-perusahaan yang paling anda minati, perusahaan yang membuka banyak lowongan bagi bidang Anda, serta perusahaan yang secara khusus amat membutuhkan jasa Anda. Jika Anda telah meneliti mereka, Anda dapat mendekati mereka menggunakan berbagai teknik pencarian kerja , antara lain;

* Mengirimkan surat lamaran yang mampu mengesankan perusahaan dikarenakan pengetahuan Anda akan perusahaan tersebut.
* Menggunakan jaringan yang Anda miliki untuk menemukan orang yang memiliki akses untuk masuk ke dalam perusahaan target Anda.
* Melakukan wawancara dengan orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan target Anda.
* Memperhatikan iklan di media cetak maupun internet dari perusahaan target Anda namun jangan hanya menunggu iklan ini saja.

4. Apakah Anda sudah mencurahkan cukup waktu untuk mencari kerja?
Banyak ahli yang percaya bahwa mencari kerja seharusnya dilakukan secara full time. Jika anda masih menempuh pendidikan ataupun masih bekerja sementara mencari pekerjaan yang lebih baik, waktu yang Anda miliki seringkali menjadi penghambat. Usahakan untuk mencurahkan waktu sebanyak yang Anda bisa. Lakukan kontak dengan orang-orang dalam jaringan setiap hari dengan tujuan menyusun wawancara dengan kontak Anda atau orang-orang yang tertarik dengan kualifikasi Anda.

5. Apakah Anda tetap mengikuti setelah mengirimkan CV anda?
Apakah Anda hanya mengirimkan CV beserta surat lamaran Anda dan selanjutnya hanya berharap? Atau Anda mnenelepon atau mengirim e-mail untuk melihat apakah Anda dapat menyusun janji wawancara? Perlu diingat bahw mereka yang secara proaktif mem-follow-up akan lebih mungkin mendapatkan wawancara.

6. Apakah anda tidak juga mendapatkan wawancara?
Jika Anda sudah mem-follow-up namun belum juga mendapatkan kesempatan wawancara, kemungkinan besar masalah terletak pada surat lamaran atau CV Anda. Anda mungkin membutuhkan tenaga profesional untuk mereviewnya. Sumber lain yang dapat Anda gunakan adalah college-career service Anda. Bahkan jika Anda sudah lama lulus, jasa ini melayani alumni. Alternatif lain, anda dapat menggunakan jasa penulis resume.

7. Bagaimana dengan kemampuan wawancara Anda?
Jika Anda sudah melakukan banyak wawancara namun tidak juga melampaui tahapan ini, kemungkinan besar Anda harus mengasah keterampilan wawancara Anda. Carilah teman yang dapat membantu Anda melakukan simulasi wawancara dan memberikan kritik bagi Anda. Lebih baik lagi jika anda menggunakan jasa profesional untuk membantu Anda dalam melakukan wawancara. Pilihan terbaik adalah jika Anda menggunakan jasa konselor karir yang tidak hanya memberikan kritik namun juga merekam wawancara Anda sehingga Anda sendiri dapat melihat bagaimana diri Anda.

8. Akah Anda mengirimkan ucapan terimakasih setelah wawancara?
Hal ini sekedar kesopanan dan tidak akan sekedar merusak usaha Anda. Katakanlah, ada dua kandidat yang hendak dipilih dan masing-masing memiliki kualifikasi yang seimbang. Yang satu mengirimkan ucapan terimakasih sedangkan yang satunya lagi tidak. Umumnya orang akan lebih menyukai kandidat yang mengucapkan terimakasih atas waktu yang telah mereka luangkan.

9. Apakah Anda tetap mem-follow-up setelah proses wawancara dan ucapan terimakasih?
Jika Anda telah mengirimkan ucapan terimakasih dan tidak mendaptkan panggilan hingga menjelang waktu yang dijanjikan oleh perusahaan, berlakulah sopan namun tetap gigih. Sikap ini menunjukkan minat Anda terhadap pekerjaan tersebut.

10. Apakah Anda menanyakan apa kesalahan Anda?
Setelah menerima penolakan dari perusahaan, apakah Anda menanyakan kekurangan Anda atau apa yang sebenarnya dapat Anda lakukan dengan lebih baik? Pada umumnya perusahaan tidak akan memberikan jawaban yang jujur. Namun ada kemungkinan bahwa Anda akan menemukan orang yang simpatik yang dapat memberikan penilaian mengenai wawancara Anda. Meskipun ternyata hanya ada satu orang yang bersedia mengungkapkan pendekatan yang lebih efektif bagi Anda, akan lebih baik jika Anda tetap bertanya. Meskipun Anda ditolak, tetap yakinkan perusahaan bahwa Anda masih tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut. Teknik ini terbukti brhasil bagi banyak pencari kerja sewaktu orang yang dipekerjakan oleh perusahaan ternyata tidak tepat.

(sumber:www.quintcareers.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s