‘Bad Habit’ yang Positif

Sebagai karyawan, kita selalu dituntut untuk berperilaku sesuai aturan yang diterapkan perusahaan. Datang tepat waktu, kerjakan tugas sebaik mungkin, jalin kerjasama dengan karyawan lain, dsb.

Sementara untuk karyawan yang melanggar peraturan, ada sanksi yang bisa dikenakan. Bahkan untuk peraturan tidak tertulis sekalipun. Biasanya ini berupa kebiasaan atau tradisi perusahaan. Apabila ada yang tidak mengikuti kebiasaan ini, bisa mendapat sindiran atau teguran lisan dari rekan atau atasan.

Padahal tidak semua ‘perilaku menyimpang’ ini berakibat buruk terhadap kinerja karyawan yang bersangkutan. Dr Kathleen Hall, pendiri Stress University di Amerika, pernah menulis buku A Life in Balance : Nourishing the Four Roots of True Happiness.

Menurut Dr Hall, bermain games di sela-sela waktu kerja tidak menurunkan produktivitas kerja. Dengan bermain games, bisa mengurangi tingkat stres yang selama bekerja. Bahkan bisa jadi, kinerja karyawan akan meningkat. Tentu dengan catatan, bermain games ini hanya dilakukan sekali-sekali dan sejenak saja.

Selain itu, jangan takut untuk tampil beda. Bisa saja sekali-sekali menggunakan pakaian kerja yang lebih santai ketimbang biasanya. Sepanjang tidak melanggar aturan perusahaan (seperti aturan seragam), merugikan diri sendiri dan orang lain, dan mengganggu performa kerja.

Penggemar sinetron dan acara infotainment gosip juga tidak perlu khawatir lagi. Menurut suatu penelitian sinematografi, karakter dan sifat negatif yang banyak muncul dalam tayangan-tayangan tersebut, dapat menyadarkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

Semua orang pasti punya kekurangan. Dengan sikap mental seperti ini, bisa mengurangi rasa minder dalam diri kita. Pun juga, kita jadi lebih menghargai orang lain, bagaimanapun kekurangannya.

Bersikap ekspresif, seperti menumpahkan amarah, bisa jadi akan menimbulkan masalah. Apalagi kalau sampai ada orang lain yang jadi tersinggung karenanya. Tapi ketimbang dipendam sendiri, akan lebih baik kalau diungkapkan. Sehingga, bisa mengurangi tingkat stres yang mungkin timbul.

Agar tidak menyinggung orang lain, kita bisa menumpahkan curahan hati ke dalam media tulisan. Saat ini, sudah banyak jasa blog yang mudah digunakan, bahkan oleh orang awam sekalipun. Kita bisa menulis apa saja yang kita mau, tentunya dengan tetap memperhatikan netiquette / etika berinternet.

Sumber : Koran Seputar Indonesia, 26 April 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s