How Far Would You Go for Love?

Sebutlah ada sepasang newly married couple, Jim dan Ann.
Jim dan Ann sangat miskin.. mereka kerja apa saja yang mereka bisa kerjakan asalkan mereka bisa hidup. Namun, above all else. mereka sangat saling menyayangi. Saking sayangnya, they can even feed on love. Ketika mereka tidak punya uang lagi untuk makan malam, Jim memiliki sebuah jam saku kesayangan. He loves this pocket watch more than anything in the world. Dari semua barang yang pernah digadaikan, ini yang paling dia simpan dan takkan pernah melepasnya. Ann tahu tentang ini dan memakluminya. Jam itu adalah pemberian kakek jim.

Ann has the most beautiful hair in the world. Rambutnya sangat indah. Dia merawatnya dengan baik. Adalah benar bahwa mahkota wanita adalah rambutnya. Begitu mempesona sehingga hal pertama yang membuat Jim naksir dahulu kala melihat keindahan rambutnya. Ann sangat menjaga rambutnya. Katanya, tampangku sudah jelek, inilah yang setidaknya aku bisa rawat. Rambut, tutur Jim, mencerminkan kepribadian, karena rambut sangat rapuh. Siapa yang mampu memeliharanya berarti dia telaten. itu pikir Jim ketika dia memutuskan untuk meminang Ann dulu.

Tiba saatnya ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Jim dan Ann masing-masing sangat bingung. Penghalang utama mereka dari membelikan kado terindah hanyalah uang. Mereka tidak punya sepeser pun. Namun, entah mengapa, masing-maing merasa ingin memberi yang terbaik. Sepulang mereka bekerja (mereka kerja terpisah dan tiap hari bertemu di rumah), mereka sengaja tidak pulang dulu. Jim memutuskan untuk menjual jam saku kesayangannya. krn kado yang akan dia beli amat mahal, meski pun kecil bentuknya. Maka pergilah dia ke pegadaian dan ke toko membeli kado itu.

Ann, memutuskan untuk menjual rambutnya. Di luar negeri rambut cukup laku untuk dijual. Karena rambut asli banyak dibutuhkan dalam industri pembuatan wig. Inilah satu-satunya cara yang halal yang dia bisa lakukan, karena kado untuk Jim harganya amat mahal. Namun dia yakin bahwa kado ini sangat berarti bagi Jim.

Mereka masing- masing pulang dan bertemu di rumah. Jim sangat kaget, shock setengah mati melihat istrinya cepak.
Jim bertanya : “Sayang… kenapa kamu cukur rambut kamu?….”
“Jim, aku mencukur rambut, agar bisa membelikanmu ini..” Disodorkan sebuah kado, dan dibuka nya. Ternyata kado untuk Jim adl sebuah rantai jam yang matching dengan jam sakunya. Jim menangis tersedu-sedu. Bahagia dan sedih di saat yang sama. Ann bertanya: “kenapa kamu sedih?…kamu nggak suka dengan kadonya?.. ..I thought rantai ini bakal sangat serasi dengan jam kamu yang sangat kamu sayang itu…..”
“iya..serasi sekali. Tapi….”
“tapi apa…?”
“Jam itu sudah aku jual, karena aku ingin membelikanmu kado. Barang ini mahal sekali, tapi kamu sangat patut mendapatkannya, aku tidak tega memberikan kamu yang murahan…” disodorkannya kado untuk Ann.
Ann membukanya dan menangis sambil tersenyum. Kado dari Jim adalah sebuah jepit rambut.

Inti dari cerita ini bukanlah materi. inti dari cerita ini adalah: Kita tidak akan pernah mampu mengukur cinta pasangan kita terhadap kita. Kita memberikan mereka cinta yang kita kira sudah besar. Percaya deh, cinta itu akan berbalas dengan jumlah yang jauh lebih besar dan itu akan kita balas lagi dan seterusnyaseterusnya.. seterusnya… .

“HOW FAR YOU WOULD GO FOR THE ONE YOU LOVE?”

Dear All…

Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo
saya menikah dengan orang yang tepat?” Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”

Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”

“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat & begitu menyenangkan. Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun makanya dikatakan “jatuh” cinta? Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”. Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi? setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar.. perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya. Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah Lho! Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, menginkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..! Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi? Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”. Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .

Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Cinta bukanlah MISTERI
Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum2 tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”. Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..

jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan..

Sumber : Mayasari.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s