Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab – M

Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya, memberikan nama yang baik kepada anak-anak bukanlah wajib hukumnya. Namun, jika ditinjau dari segi kesan dan akibat yang timbul daripadanya, maka hukumnya akan beralih menjadi wajib secara sendirinya.

Oleh itu, berhati-hatilah dalam memilih dan memberikan nama kepada anak-anak. Pilihlah nama yang dianjurkan oleh Islam atau sekurang-kurangnya nama yang membawa maksud yang baik.

https://supermilan.wordpress.com

Maajid : Mulia
Ma’mun : Aman
Muhyiddin : Yang menghidupkan agama
Mar’ie : Terpelihara
Masyur : Kesohor

Majdi : Kemuliaan
Mukhtar : Terpilih
Mas’ud : Bahagia
Murtadho : Diridhoi

Marwan : Urusan yang lurus,seorg khalifah bani umayyah
Mustafa : Pilihan
Maalik : Yang memiliki
Mubarak : Yang diberkahi
Mujahid : Pejuang

Majduddin : Kemuliaan agama
Mahbub : Disukai, dicintai
Muhsin : Yang berbuat kebaikan
Mahmud : Terpuji

Mursyid : Pemberi petunjuk jalan
Muslim : Seorang muslim
Mu’min : Seorang yang beriman
Muammar : Berumur panjang
Mahrus : Yang dijaga

Mudrik : Berakal, memahami
Ma’ruf : Kebaikan, yang dikenal
Mundzir : Pemberi peringatan
Mustajab : Terkabul doanya
Marzuq : Yang diberi rezeki

Muin : Penolong
Maliki : Penganut mazhab Imam Malik
Mansur : Yang dimenangkan
Munadi : Yang berseru

Murfid : Penolong
Mahir : Pandai, cakap
Miftah : Kunci
Munir: Bersinar

Munawir : Yang ikut latihan militer
Munawwir : Pemutih dengan kapur
Mufrih : Penggembira
Mu’tashim : Terpelihara dari dosa
Mukarrom : Yang mulia

Mus’ad : Yang dibahagiakan
Mahdi : Yang mendapat hidayah
Mushoddaq : Dapat dipercaya
Mushoddiq : Yang mempercayai

Muhtarom : Yang terhormat (dihormati)
Muhajir : Yang berhijrah
Misbah : Pelita, lampu
Misbahuddin : Pelita agama
Muntashir : yang menang

Muflih : Yang sukses, jaya
Mushlih : Yang memperbaiki
Mu’afa : Yang selamat-sehat
mukhlis : Yang ikhlas

Mukhlas : Yang ikhlas
Munif : Tinggi kedudukannya, menonjol
marjan : Batu permata marjan
Ma’shum : Terhindar dari dosa
Maimun : Yang diberkahi

Mustaqim : Lurus
Marsa : Pelabuhan
Musyif : Pengawas
Makarim : Bersifat mulia
Muthliq : Pemberi sesuatu

Mamduh : Yang dipuji
Mazru’i : Yang ditanami
Mubasysyir : Pemberi kabar gembira
Mastur : Tertutup, dirahasiakan
Musyaffa’ : Memperoleh syafaat

Mudhoffar : Yang dimenangkan
Muthohhar : Yang disucikan
Masy’al : Tempat menyalakan api
Ma’lum : Yang diketahui

Muzakki : Yang mengeluarkan zakat, yang membersihkan di
Murad : Kemauan
Mahfudh : Terpelihara, terjaga
Muqsith : Berbuat adil
Mutawakkil : Yang bertawakal

Mutawalli : Yang menangani jabatan atau urusan
Mahasin : Kebaikan-kebaikan
Muti’ : Yang selalu taat

Mufid : Memberi manfaat
Manaf : Gunung yang tinggi
Munib : Yang berinabah(kembali) kejalan Allah
Muwaffaq : Yang mendapat taufiq(restu)

Mustaghfirin : Orang-orang yang beristighfar
Musaid : Pembantu, penolong
Najmuddin : Bintang agama
Mumtaz : Istimewa

Maamar : Kemakmuran
Maarif : Kecantikan, pengetahuan
Mabruk : Yang diberkati
Maasyir : Pandai bergaul

Mabrur : Membuat kebajikan
Majad : Kemuliaan
Makmun : Beramanah
Mahasin : Kebaikan

Majid : Dihormati
Majdi : Kemulianku
Mahamid : Pujian, terpuji
Mahdi : Yang mendapat hidayah

Mahbub : Yang dikasihi
Mahadhir : Menulis kebaikan
Mahfuz : Terpelihara
Madani : Kemajuan

Makhluf : Maju ke hadapan
Mahmud : Terpuji
Makhlad : Yang kekal
Mahzuz : Bernasib baik

Maisur : Yang senang
Makarim : Kemulian
Mahran : Kebijaksanaan
Malazi : Tempat perlindungan

Mamduh : Terpuji
Mahir : Pakar
Manaf : Ketinggian, kenaikan

Manan : Pemurah
Mansur : Pemenang
Manzur : Yang boleh diterima, dipersetujui
Maqbul : Diterima, dipersetujui
Marjan : Batu karang
Marzuq : Yang mendapat rezeki

Marzuqi : Rezekiku
Marwan : Bermaruah
Masrur : Yang riang, suka

Masykur : Yang bersyukur
Mas’ud : Bertuah
Masyhad : kesaksian
Masyahadi : Persaksianku, tuntutanku

Masyruh : Lapang dada
Masun : Yang terpelihara
Matlub : Cita-cita
Maula : Tuan besar

Maulawi : Yang berzuhud (Maulana)
Mawardi : Nisbah, air mawarku
Mazhud : Yang zuhud
Maziz : Mulia

Mikyad : Yang bertaubat
Miftah : Pembuka, perintis
Mirza : Anak yang baik
Minhaj : Acara, biasa

Mikbad : Ibadah
Mifzal : Teramat mulia
Mikdam : Berani

Misbah : Pelita, cahaya
Mizwar : Rajin berkunjung
Muammar : Panjang umur

Muawiyah : Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Muaz : Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Muayyad : Kuat, menang
Muazzam : Dihormati, disanjungi

Mubarak : Yang diberkati
mubin : Lut sinar, jernih
Mubasyir : Pembawa petanda yang baik

Mughis : Penolong
Muhaimin : Yang memelihara dan mengawal
Muqtadir : Yang berkemampuan
Muhammad : Yang terpuji, di rahmati
Muharram : Bulan Muharram

Muhazzab : terdidik
Muhajir : Yang berhijrah
Muhsin : Yang membuat kebaikan
Muhib : Kekasih, peminat

Muqri : Ahli ibadat
Muhibbuddin : Pengasih agama
Muhtadi : Beroleh hidayah

Mujahid : Pejuang Islam
Mujib : Penyahut
Mujibuddin : Penyahut agama
Mujibur : Penyahut seruan Allah Yang Maha Pengasih
Mulhim : Pemberi inspirasi
Muinuddin : Pembela agama
Muntasir : Yang menang

Muizzuddin : Penyokong agama
Muktasim : Terjaga
Mukhtar : Yang terpilih
Mukti : Pemberani

Munawwar : Berkilau
Munawwir : Bersinar
Munir : Yang menerangi
Munabbih : Pemberi peringatan
Munzir : Yang memberi amaran

Muntazar : Yang diawasi
Murad : Keinginan, cita
Mursyid : Pemimbing, guru
Mursil : Wakil

Muradi : Harapanku
Mus’ab : Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Musa : Nama nabi
Mus’ad : Yang bahagia
Musaid : Penolong

Musawi : Yang adil
Muslih : Yang membaiki
Muslihin : Yang memulihkan
Muslihuddin : Pemulih agama

Muslim : Yang menyerah diri kepada Allah
Musayyad : Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Mustafa : Yang terpilih
Mustaqim : Yang lurus

Musyrif : Tinggi, pengawas
Mutalib : Yang menuntut dari masa ke semasa
Muzaffar : Kemenangan

Maajid : Mulia
Ma’mun : Aman
Muhyiddin : Yang menghidupkan agama
Mar’ie : Terpelihara
Masyhur : Kesohor

Majdi : Kemuliaan
Mukhtar : Terpilih
Mas’ud : Bahagia
Murtadho : Diridhoi

Marwan : (1) urusan yang lurus (2) Seorang Khalifah dari Bani Umayyah
Mustafa : Pilihan
Maalik : Yang memiliki
Mubarak : Yang diberkahi

Mujahid : Pejuang
Majduddin : Kemuliaan agama
Mahbub : Disukai – Dicintai
Muhsin : Yang berbuat kebaikan
Mahmud : Terpuji

Mursyid : Pemberi petunjuk jalan
Muslim : Seorang Muslim
Mu’min : Seorang yang beriman
Muammar : Berumur panjang

Mahrus : Yang dijaga
Mudrik : Berakal – Memahami
Ma’ruf : (1) Kebaikan (2) Yang dikenal
Mundzir : Pemberi peringatan
Mustajab : Terkabul do’anya

Marzuq : Yang diberi rezeki
Muin : Penolong
Maliki : Penganut mazhab Imam Malik
Mansur : Yang dimenangkan
Munadi : Yang berseru
Murfid : Penolong

Mahir : Pandai – Cakap
Miftah : Kunci
Munir : Bersinar
Munawir : Yang ikut latihan militer
Munawwir : Pemutih dengan kapur

Mufrih : Penggembira
Mu’tashim : Terpelihara dari dosa
Mukarrom : Yang Mulia
Mus’ad : Yang dibahagiakan

Mahdi : Yang mendapat Hidayah
Mushoddaq : Dapat dipercaya
Mushoddiq : Yang mempercayai
Muhtarom : Yang terhormat (di hormati)
Muhajir : Yang berhijrah
Misbah : Pelita – Lampu

Misbahuddin : Pelita agama
Muntashir : Yang menang
Muflih : Yang sukses – Jaya
Mushlih : Yang memperbaiki
Mu’afa : Yang selamat – sehat
Mukhlis : Yang Ikhlas

Mukhlas : Yang Ikhlas
Munif : Tinggi Kedudukannya – Menonjol
Marjan : Batu permata marjan
Ma’shum : Terhindar dari dosa
Maimun : Yang diberkahi

Mustaqim : Lurus
Marsa : Pelabuhan
Musyif : Pengawas
Makarim : Bersifat mulia
Muthliq : Pemberi sesuatu

Mamduh : Yang dipuji
Mazru’i : Yang ditanami
Mubasysyir : Pemberi kabar gembira
Mastur : Tertutup – dirahasiakan
Musyaffa’ : Memperoleh syafa’at

Mudhoffar : Yang dimenangkan
Muthohhar : yang disucikan
Masy’al : Tempat menyalakan Api
Ma’lum : Yang diketahui
Ma’mur : Makmur

Muzakki : (1) Yang mengeluarkan Zakat (2) Yang Membersihkan diri
Murad : Kemauan
Mahfudh : Terpeliharan – terjaga
Mukhbit : Tunduk patuh
Muqsith : Berbuat adil

Mutawakkil : Yang bertawakal
Mutawalli : Yang menangani jabatan atau urusan
Mahasin : Kebaikan- kebaikan
Muti’ : yang selalu taat

Mufid : Memberi manfaat
Manaf : Gunung yg tinggi – Yg Mengungguli lainnya
Munib : Yang berinabah (kembali) kejalan Allah

Muwaffaq : yang mendapat Taufiq (restu)
Mustaghfirin : Orang-orang yang beristighfar
Musaid : Pembantu – Penolong

Mahib : Orang Yang Karismatik
Mahrus : Yang Dijaga
Majdi : Kemuliaan
Makarim : Bersifat Mulia

Mubarak : Yang Diberkati
Mudrik : Berakal
Mufrih : Orang Yang Membuat Gembira

Muhana : Tenang
Muhana : Damai
Muhsin : Yang Berbuat Kebaikan
Mukhbit : Tunduk Patuh

Muntashir : Yang Menang
Mus’Ad : Yang Dibahagiaakan
Mushoddiq : Yang Mempercayai

Mustajab : Terkabul Doanya
Mutawakkil : Yang Bertawakal
Mas’Ud : Bahagia

Sumber : E-kehamilan

2 Tanggapan

  1. blog yg bagus, btw bertolak belakang dgn sebagain konten-nya yg mungkin menjurus ke “FITNAH”.. ada di bagian, kontent.. Rakyat Indonesia, kesinilah pajak anda bermuara : …

    seakan-akan semua pajak hanya bermuara disitu, kasus gayus?.. bukanna itu pajak dari pengusaha? walo pengusaha juga rakyat, Rakyat yang suka akal-akalan….

    de-el-el, saya pribadi lebih suka mahasiswa mengawal semua proses untuk menuju kebenaran, bukan sudah menjatuhkan vonis/pencitraan (si X koruptor lah dsb, b’arti anda Sama dengan para infotainment yg telah banyak ikut andil dalam memvonis si A, Si L, Si C) , gimana kalau wied sendiri bisa mendapat bukti kuat, baru kita laporkan bersama-sama.. naa proses pelaporan hingga sidang hingga vonis itu yg kita kawal.. Gimana?

    Kami sudah bosan dengan perilaku yang saling tuduh… dan pencitraan buruk pada seseorang, tanpa kita memberikan solusi sedikitpun.. artinya sama saja… bangsa Indonesia harus gini, harus gitu, pemerintah harus gini, harus gitu, mahasiswa harus begitu.. tanpa kita ikut berperan aktif atau minimal memberikan masukkan guna mencapai yang se “HARUS” itu…

    Samakah Kita?..

    Salam..

    • Lapor kemana bos?

      Bahkan seorang mantan kabareskrim yang punya kuasa dan banyak koneksi pun jadi pesakitan waktu mencoba jadi whistle blower. Apalagi kita-kita ini yang hanya rakyat biasa. Kalau tidak percaya, silahkan anda coba sendiri.

      Anda sudah jenuh dengan perilaku saling tuduh dan black campaign, saya juga sudah jenuh dengan politik pencitraan penguasa sekarang.

      Seolah-olah paling benar sendiri, banyak prestasi nya. Padahal hidup gini-gini aja, bahkan makin susah. Harga-harga melambung, bbm naik, listrik naik, cari kerja susah.

      Mahasiswa sudah banyak coba beri masukan lewat seminar, demo, dsb. Tapi apa didengar penguasa?

      Btw anda juga sudah menjurus ke fitnah. “Pengusaha juga rakyat, Rakyat yang suka akal-akalan”. Tidak semua pengusaha itu buruk kelakuannya. Seperti halnya tidak semua penguasa itu baik dan jujur.

      Kalau semua rakyat indonesia maunya jadi karyawan, mau jadi apa negara ini? Negara kuli yang bangga akan tki, pegawai carrefour, karyawan freeport, manajer caltex, dsb?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: