Awas, “Cipika-cipiki” Bisa Bikin Mati!

Wali Kota Guilvinec Helene Tanguy dari beberapa waktu lalu sudah tegas-tegas mengatakan, jangan lagi ada yang melakukan saling beradu pipi sebagai tanda tegur sapa.
“Ini upaya untuk mengurangi penyebaran kasus flu A-H1N1,” begitu penegasan sosok yang memimpin wilayah Perancis yang penduduknya kebanyakan berasal dari Inggris bagian barat ini, kemarin.

Nyatanya, tindakan cium pipi kanan cium pipi kiri (cipika cipiki) itu adalah bagian dari tradisi Perancis. “La bise” buat orang Perancis adalah bahasa keakraban.

Malang memang, flu A-H1N1 atau yang acap dikenal sebagai flu babi tengah merajalela. Penularan yang cepat, terlebih melalui persentuhan, menurut Pemerintah Perancis adalah bagian yang mengkhawatirkan. “Jangan-jangan, melalui la bise, penularan itu makin cepat,” begitu kekhawatiran Pemerintah Perancis.

Sejauh ini, di Perancis sudah tiga orang tewas gara-gara A-H1N1. Lalu, di kawasan bekas jajahan Perancis, seperti Kaledonia, tujuh nyawa terenggut A-H1N1 berikut 35.000 kasus yang dilaporkan.

Namun, memang sulit mengalihkan, apalagi menghilangkan tradisi seperti itu. Makanya, pemerintah kemudian menawarkan alternatif-alternatif bagi warganya untuk tetap bertegur sapa, minus bersentuhan langsung, termasuk berjabat tangan.

Selain anjuran memakai masker penutup mulut dan hidung, Pemerintah Perancis juga menyarankan agar masing-masing orang menjaga jarak semeter, satu dengan yang lainnya.

Nah, kalau di sekolah-sekolah di Guilvinec, sebagai langkah antisipasi, siswa dan guru disarankan saling bertukar potongan hati sebagai ganti cipika-cipiki. Tertarik?

Di seluruh dunia, virus A-H1N1 sudah menewaskan 2.837 orang. Minggu lalu, jumlah yang meninggal dunia mencapai 625 orang. Angka ini termasuk dalam hitungan total kematian tersebut di seantero jagat.

Sumber : Kompas

4 Tanggapan

  1. mengerikan sekali…
    ogah cipika cipiki lagi ah…

  2. oalah, tak kirain karena apa gitu. ternyata karena penyebaran virus toh, hohoho~~

  3. Pantesan tukul gak ada cipika cipiki lagi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: