Kisah Ayatu Nure, Lelaki 12 Istri dan 78 Anak Hidup Sengsara dan Kelaparan

Harusnya berani menikah mampu pula member nafkah lahir dan bathin. Apalagi kalau nekad menikahi wanita yang jumlahnya lebih dari lima, nafkah lahir jelas harus dipikirkan masak-masak. Mampukah? Tapi lelaki tua ini, Ayatu Nure, 65, tidak tahu diri. Hidupnya miskin, tapi ingin punya istri banyak. Walhasil, lelaki asal Ethiopia ini kini stress berat. Ke-12 istrinya dan 78 orang anaknya hidup penuh kemiskinan dan kelaparan.

Kini istrinya tinggal 8 orang— (2 orang kabur, 2 meningga) — serta 78 anaknya, tinggal dalam satu kompleks perumahan di Oromiya, Ethiopia. Mereka hidup miskin dan hanya makan seadanya. Sehari-hari para istri dan puluhan anak Ayatu hanya bisa mengkonsumsi akar pisang yang diolah jadi makan malam. Padahal makanan akar pisang tidak memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan anak. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak, karena sang ayah, Ayatu, hanya mampu memberi itu.

http://sandalnamaku.wordpress.com
Di daerah padat penduduk seperti wilayah Ethiopia, lelaki memiliki istri banyak bukan hal yang aneh. Di sana sekalipun si lelaki miskin, tapi banyak wanita yang bersedia dinikahi, tidak masalah menjadi istri kesekian. Para wanita ini seolah tidak memikirkan bagaimana kehidupan nanti. Yang penting bagi para wanita adalah, lelaki ini memiliki rumah dan tanah yang cukup untuk ditinggali.

Seperti kasus Ayatu ini. Dia memang miskin, tapi dia memiliki tanah dan rumah juga ternak. Untuk mendapatkan istri baru, Ayatu cukup memberi mahar yang jumlahnya antara 500$ sampai 1000 $. Kini istri Ayatu tinggal 8 orang, anaknya pun berjumlah 78 orang. Kondisi ini mulai terasa mencekik bagi Ayatu. Karena kehidupan yang semakin sulit, dua istrinya telah pergi meninggalkannya membawa ternak yang ada, sedang dua istri lainnya meninggal karena penyakit misterius tahun 90-an. Jadi yang tersisa hanya delapan istri dan puluhan anak-anak.

Dalam keadaan putus asa, Ayatu mencari jalan agar keluarganya dapat makan. Akhirnya Ayatu memutuskan menikahkan dua anak perempuannya yang baru berusia 15 tahun untuk memastikan mereka mendapat makan. Dengan begitu para saudara yg lain bisa ikut nebeng makan di tempat saudaranya yg sudah menikah.

Anak Ayatu yg lain juga sudah menikah adalah anak tertua, Dagne, yang telah memiliki dua istri dan delapan anak. Mereka tinggal di kota berbeda. Dagne mengatakan, ia dan ayahnya telah berbuat kesalahan memiliki istri lebih dari satu selain itu juga kurang pendidikan. “Baik anak laki-laki maupun anak perempuan, tidak mendapat pendidikan yang cukup, juga tidak memiliki keinginan untuk mencari tahu segala sesuatu, sehingga menyulitkan dalam menjalani kehidupan,” kata Dagne.

Apa yang diungkap Dagne memang demikian adanya. Hampir semua anak-anak Ayatu tidak mendapat pendidikan yang cukup, kalau pun bersekolah, mereka hanya sampai sekolah dasar. Ayatu tidak mampu menyekolahkan mereka lebih jauh lagi.

http://promosiunik.wordpress.com

Sumber : Matabumi

3 Tanggapan

  1. itulah akibat berlebihan.

  2. itulah yah makanya think thousand times lah sebelum bertindak…kasian bangeth anak2nya ini yah …moga2 indonesia kita gakan terjadi krisis pangan.amiin..

  3. klu mikir ntu yg susah_y dl. jgn mkr gampang_y aja. lht kn krn dy mua-Y jd mnderita…
    Manusia serakah lh nama_y
    jgn d tiru!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: