Fakta Mencengangkan Perilaku Aparat di Jalan Raya Ibu Kota

Semua ini didapat dari perbincangan dengan kenek di patas Mayasari Bakti 34 Tangerang Blok M.
Ditulis sebagai bentuk simpati kepada kenek dan supir yang mengalami kerasnya hidup.
Juga atas simpati kepada kurang baiknya wajah transportasi darat indonesia tercinta.

Hari ini saya tidak mendapat duduk seperti biasanya jika hendak ke kantor. Agar tidak mengantuk maka saya memulai perbincangan dengan kenek Mayasari Bakti. Dari hasil perbincagan tersebut ada hal-hal menarik yang saya dapat. Karena saya tidak dapat mengingat detail perbincangan maka saya akan memberikan poin-poinnya saja.

1. Tahukah anda faktor terbesar yang mempengaruhi dingin atau tidaknya AC di dalam bus AC adalah lantainya? Hal ini merupakan pernyataan kenek Mayasari Bakti, dan ini betul dan masuk akal. Bus yang tidak dingin dikarenakan lantai dari bus tersebut sudah bolong-bolong, hal ini menyebabkan suhu panas dapat menembus kabin bus dan membuat pendinginan tidak efektif.

Hal yang sama juga dapat disebabkan penutupan celah-celah pada body bus yang tidak sempurna atau karena kerusakan, contohnya jendela sudah pecah diganti dengan triplek, karet-karet sudah longgar dsb. Jadi kalau mau cari bus yang AC-nya dingin cari yang bodynya masih bagus, jangan yang dah keriput kayak nenek-nenek.

2. Bus baru tapi mesin lama, Nah lo. Kata si kenek rata-rata bus yang baru atau lebih tepatnya terlihat baru menggunakan mesin lama. Jadi pemilik bus dapat memilih mengganti body tapi masih menggunakan mesin lama. Dan atas pernyataan si kenek, rata-rata mesin lama pad body baru tersebut adalah berasal dari tahun 1994 – 1995.

Hal ini juga dilakukan operator bus lain yaitu Arimbi, dikatakan bahwa untuk trayek Merak – Bandung bus yang melayani Merak Tangerang masih menggunakan mesin lama.

3. Bus baru tapi mesin lama dan AC-nya AC lama, waduh. Sama seperti point 2 mungkin agar terlihat baru dan lebih menarik tetapi tetap minim biaya. Tapi kok bisa dingin AC-nya? Terjawab di point 1.

4. Ada sampah di atas kepala anda! Kenek bilang kalau saluran AC yang diatas penumpang ini dibuka akan ada banyak tissue didalam (mungkin juga barang lain). Hal ini terjadi karena penumpang memasukkan tissu untuk mengentikan aliran udara dingin ke arahnya. Hal ini dimaklumi karena ada saluran ac yang tak bertutup, atau tidak bisa ditutup.

Saran dari saya, hentikan menyumpal lubang AC dengan tissu (atau yang lain) karena akan mengakibatkan kebocoran air AC di dalam bus (itu kata keneknya). Lebih baik sumpal saja dengan hordeng bus, atau bawa jaket.

http://taslaptop.jawarashop.com

5. Pungli di Slipi bawah. Jika anda perhatikan di slipi bawah (seberang Jakarta Design Centre) biasanya dipakai untuk ngetem bus. Di situ biasanya kenek akan memberikan sejumlah uang kepada seseorang di sana. Berdasar pernyataan si kenek di tempat itu mereka membayar untuk jatah oknum 😀 polisi sebesar Rp 7.000 per bus dan setip kali ngetem dipungut Rp 10.000!

Kasihan kapan makmurnya supir sama kenek, dipalakin mulu. Wajarlah kalau mereka liar di jalan, nyari penumpang biar kantong gak keteteran.

8. Di jalan tol sering terjadi penilangan. Korban paling banyak adalah truk. Uang suap yang diminta polisi untuk tilang paling kecil Rp 20.000 untuk mobil pribadi dan Rp 50.000 untuk bus dan truk. Itu kalo mereka gak rakus, kalo rakus ya bisa minta lebih.

9. Oknum polisi licik! Sering jika mereka di tilang surat-surat diambil tanpa memberikan surat tilang. Jika lagi sial mereka diberhentikan polisi lain dan ditanya kelengkapannya, sudah pasti mereka tidak bisa. Walau memberitahu bahwa surat-surat mereka ditahan oknum polisi hal itu sia-sia karena tidak dipercaya dan sudah pasti bus akan ditahan/ dikandangin!

Mau ambil surat yang ditahan tanpa surat tilang? Ingat-ingat nama oknum yang minta, lalu datangi bersama uang anda! Bus mau keluar kandang sudah pasti pakai duit! Kenek tidak tahu jumlahnya karena ada staf PO yang mengurusi. Pengalaman Kenek saat mengunjungi kantor polisi, polisi memiliki mobil-mobil mewah. Di dalam mobil mewah tersebut, di atas jok-nya terdapat uang yang ditaruh begitu saja dalam jumlah yang begitu banyak. Hmmmmm..

10. PJR di jalan tol Tangerang Jakarta suka ngumpet. Mereka ngumpet bukan buat maen cilukba sama pengguna jalan, tapi cari duit.

11. Kenek gak minta ongkos sama aparat(polisi). Aparat(polisi) ada yang menggunakan angkutan umum. Di Patas AC. 34 polisi-polisi ini biasanya naik dari komdak menuju tangerang, mereka mengenakan jaket. saat kenek meminta ongkos mereka menurunkan resleting jaket dan menunjukkan seragam dibalik jaket tersebut, seolah itu adalah bahasa yang mengatakan “Saya aparat gak perlu bayar”.

Untuk kenek ini ia maklumi, tapi hal yang menyebalkan jika mereka naik dan berjumlah lebih dari 1 biasanya mereka akan dukuk berpencar. hal ini menggangu karena Mayasari Bakti tidak menggunakan sistim setoran, tetapi dihitung jumlah penumpangnya oleh checker. jika mereka duduk berpencar maka kenek sulit meyakinkan checker bahwa ada aparat di dalam (yang tidak bayar).

Apalagi jika keadaan penuh, ditambah aparat tersebut memakai jaket dan tidak terlihat memakai seragam.

http://tasbayi.jawarashop.com

Sumber : Kaskus

Satu Tanggapan

  1. wow thanks bro sharingnya jadi tambah ilmu jalanannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: