Avatar : Film Box Office yang Sarat Nilai Positif

Film Avatar https://supermilan.wordpress.com
(The 20th Century Fox)

Setelah sekian lama sejak diluncurkan, baru kemarin saya tergerak hati untuk menonton film “Avatar”, satu-satunya film Box Office yang berhasil mengalahkan Titanic, dan berhak menjadi film paling sukses sepanjang sejarah. Padahal tadinya sudah under estimate dulu. Ah film beginian paling sama saja dengan karya Hollywood yang lain.

Apalagi sejak fenomena film “2012” yang saking hebohnya, sampai timbul kontroversi di masyarakat. Padahal film nya sendiri juga biasa-biasa saja. Despite of special effect yang lumayan keren, ceritanya sendiri malah kurang spektakuler, terutama di bagian akhir.

Tapi begitu membaca kabar bahwa “Avatar” mendapat pujian dari kalangan pecinta lingkungan hidup, sontak pikiran jadi tergelitik. Tumben-tumbenan nih, film populer bisa dapat concern seperti ini.

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Jalan Cerita “Avatar”

Alur kisah “Avatar” dimulai saat Jake Sully, seorang marinir memutuskan untuk bergabung dalam misi pendudukan sebuah planet bernama Pandora. Manusia dari bumi berniat untuk mengambil suatu kandungan mineral, yang tersimpan di dalam planet Pandora tersebut. Material ini begitu berharga, diperkirakan bisa mencapai 20 juta US dollar per kg nya, atau sekitar 200 milyar Rupiah untuk kurs saat ini.

Cukuplah untuk membayar DP pesawat kepresidenan, atau 200 mobil Crown untuk menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Apalagi kalau hanya digunakan untuk renovasi pagar istana atau kenaikan gaji presiden, menteri, dan pejabat-pejabat gila harta yang lain 😛

Kembali ke “Avatar”, sayangnya material Unobtainium ini terletak di bawah hutan tempat tinggal Na’vi, penghuni planet Pandora. Untuk bisa menguasai Unobtainium, dikirimlah sejumlah DreamWalker. Yaitu manusia yang tinggal di dalam tubuh Na’vi selaku penghuni asli planet Pandora. Gabungan DNA manusia dan Na’vi inilah yang dinamakan Avatar.

Tugas para DreamWalker ini adalah membujuk Na’vi untuk meninggalkan Eywa, tempat tinggal mereka. Sehingga manusia dapat mengambil material Unobtainium. Cara diplomasi ini ditempuh agar tidak timbul banyak korban dari kedua belah pihak.

Tapi tentu saja, tidak ada makhluk yang dengan sukarela pindah begitu saja menuruti kemauan pihak lain. Apalagi sampai meninggalkan kampung halaman tempat bermukim dari eria leluhur. Demikian juga dengan kaum Na’vi ini, yang mereka menyebut dirinya dengan nama Omaticaya. Melihat jalan diplomasi menemui kebuntuan akhirnya manusia memutuskan untuk langsung menyerang Eywa.

Di film ini digambarkan dengan jelas bagaimana nafsu serakah manusia dalam memburu harta duniawi. Sampai rela menghancurkan hutan tempat tinggal Omaticaya. Mengebom dan membakar habis semua. Termasuk pepohonan, hewan-hewan di dalamnya juga ikut menjadi korban. Melihat kesewenang-wenangan ini, Jake Sully, yang tadinya ditugaskan untuk memperjuangkan kepentingan ras manusia, malah berbalik membela kaum Omaticaya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan anda nonton sendiri 🙂 Tapi satu yang sangat saya ingat, terdapat quote yang cukup bagus dalam film ini. Yaitu saat Jake Sully mencoba mengobarkan semangat kaum Omaticaya saat akan berperang melawan ras manusia. Berikut ucapannya :

“The Sky People have sent us a message : That they can take away whatever they want. And no one can stop it. But we will send them a message! You ride out as fast as the wind can carry you. You tell the other clans to come.
Tell them Toruk Makto calls to them. You fly now! With me! My brothers. Sisters. And we will show the Sky People. That they can not take whatever they want. And that this.. This is our land!”

Terjemahan bebasnya kira-kira :
“Orang-Orang Langit (maksudnya ras manusia, karena mereka datang menggunakan pesawat) telah mengirim pesan : Bahwa mereka bisa mengambil apapun yang mereka mau. Dan tidak ada siapapun yang dapat menghentikannya. Tapi kita juga akan mengirim pesan kepada mereka! Kamu akan pergi secepat angin membawamu. Kabarkan pada suku yang lain untuk datang.

Katakan pada mereka, Toruk Makto telah memanggil. Terbanglah sekarang! Bersamaku! Saudara-saudariku. Kita akan tunjukkan kepada Orang-Orang Langit. Bahwa mereka tidak dapat mengambil begitu saja apa yang mereka mau. Karena.. Ini adalah tanah kita!”

Toruk Makto yang dimaksud disini adalah legenda yang dipercaya dapat mengalahkan semua musuh. Dan dengan suatu cara, Jake Sully mampu bertransformasi menjadi Toruk Makto, sehingga mendapat kepercayaan penuh dari kaum Omaticaya.

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Nilai Positif dari “Avatar”

Dari film “Avatar” ini, kiranya dapat kita ambil beberapa nilai. Pertama, untuk lebih memperhatikan lingkungan hidup tempat tinggal kita. Tumbuhan, hewan, dan alam sekitar bukanlah warisan nenek moyang. Tapi pinjaman dari anak cucu yang harus kita rawat dan kita berikan pada mereka dalam kondisi baik dan terawat.

Kedua, hanya orang yang punya harga diri yang berani dan mau memperjuangkan harkat dan martabat diri dan bangsanya. Jangan hanya karena iming-iming gaji besar, lalu rela menggadaikan diri menjadi budak bangsa asing. Karena pada hakikatnya, mereka hanya bertujuan mengambil sumber daya alam yang melimpah dan menggunakan tenaga kerja murah dari Indonesia demi kepentingan bangsanya sendiri.

Dana yang dikeluarkan untuk menggaji karyawan lokal, tentu masih jauh lebih murah daripada keuntungan yang dapat mereka ambil dari negeri ini.

Bahkan Jake Sully di film ini juga mempertanyakan, “Sesungguhnya tidak ada hal berharga yang dapat kita tawarkan agar orang-orang Omaticayan ini mau menyerah begitu saja. Apakah kita pikir dengan light beer dam blue jeans, mereka akan begitu saja tergiur dengan budaya kita?” Tentu saja tidak. Karena mereka orang-orang yang bermartabat.

Bekerja di perusahaan asing tentu sah-sah saja. Asal dibarengi dengan niat suatu saat akan mendirikan perusahaan sendiri yang bisa menandingi atau malah mengalahkan perusahaan-perusahaan asing yang bercokol di negeri kita tercinta. Karena dalam era globalisasi sekarang ini, penjajahan bukan dengan perang fisik. Tapi dengan menguasai perekonomian dan budaya kita.

Bangsa Indonesia punya segalanya. Sumber daya alam tak terbatas, tenaga kerja melimpah, hingga posisi geografis dan geopolitik yang sangat mendukung. Bahkan kualitas manusia Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di level dunia. Terbukti seringnya anak bangsa mendulang prestasi dalam ajang Olimpiade Matematika, Fisika dan ilmu sains yang lain.

Kurang apalagi? Jadi jangan salahkan kerakusan kapitalisme atas kemunduran ekonomi Indonesia. Melainkan mental budak yang tertanam dalam diri kitalah yang harus dienyahkan jauh-jauh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: