Waspadai Menonton Video Edukasi Secara Berlebihan

Video Edukasi Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Bayi distimulasi dengan penayangan video edukasi di TV (Foto: Ist)

Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com

Bagi anda yang gemar memberikan stimulasi otak untuk mendukung perkembangan bayi lewat tayangan video, sebaiknya segera berpikir ulang. Mengapa? Ternyata kegiatan tersebut tidak memberikan manfaat apa-apa bagi kemampuan bahasa anak.

Penelitian terbaru yang diadakan University of Miami Miller School of Medicine, Amerika Serikat menyebutkan, orangtua yang berusaha mendukung perkembangan bayi dengan menyediakan DVD edukasi untuk memperkenalkan kosakata baru, kemungkinan besar tidak akan mencapai hasil apa-apa. Studi bahkan menemukan, anak-anak yang mulai menyaksikan DVD pada usia dini justru memiliki kemampuan bahasa yang lebih rendah.

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

Anak-Anak Pelajar Aktif, Bukan Pasif

”Anak-anak pada usia ini merupakan ilmuwan kecil yang sedang menjelajah dunia, mencari tahu cara kerja berbagai hal,” terang dokter anak dari University of Miami Miller School of Medicine, Amerika Serikat, Dr Jeffrey Brosco. “Mereka berkeliling untuk melihat rupa benda dari berbagai sisi. Mereka menjatuhkan barang untuk melihat apa yang terjadi,” lanjutnya, seperti dikutip situs healthday.com.

Anak-anak, kata Brosco, adalah pelajar aktif. Sementara itu, video yang ditonton sama sekali tidak mempromosikan pembelajaran aktif dan keterlibatan sosial. Karena itu, tayangan tersebut tidak bisa meningkatkan kemahiran berbahasa anak.

Senada dengan itu, Rahil Briggs, Direktur Healthy Steps di Children’s Hospital at Montefiore dan asisten dokter anak di Albert Einstein College of Medicine di New York City, Amerika Serikat, meyakini bahwa dengan menonton DVD, kemungkinan ada sedikit ilmu pengetahuan di dalamnya, tetapi lebih banyak dari segi pemasarannya.

Jual Sepatu Kulit @ http://SepatuKantor.jawarashop.com

Kurang Interaksi Sosial

Menurut para peneliti, kurangnya interaksi sosial saat menonton video adalah alasan utama bahwa perkembangan anak tidak mengalami kemajuan saat menyaksikan layar TV, seperti yang menjadi kesimpulan studi ini.

”Sudah dikenal secara umum, sejak lama bahwa interaksi sosial adalah kegiatan penting untuk anak-anak belajar baik berinteraksi dengan orangtua, guru, maupun saudara yang lebih tua,” kata Ribka A Richert, penulis utama penelitian ini yang dijadwalkan akan diterbitkan dalam edisi Mei, Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine. ”Studi kami menyimpulkan bahwa layar TV dan orang-orang yang berada di dalamnya tidak bisa menggantikan interaksi yang hidup,” terangnya.

Puluhan judul video dan DVD soal perkembangan anak saat ini banyak dipasarkan kepada kalangan orangtua. Menurut penelitian, orangtua mulai mencekoki bayi dengan tontonan jenis ini rata-rata sejak usia lima bulan. Lebih dari satu kali penelitian termasuk di University of Washington, menyatakan jenis DVD edukasi ini dapat menghambat perkembangan bahasa ataupun penyerapan kosakata baru bagi bayi.

Akibat hasil tersebut, salah satu pencipta seri Baby Einstein mengajukan gugatan terhadap universitas tersebut karena mereka dianggap menghalang-halangi kemauan dan permintaan dari para konsumen. Dalam studi baru yang melibatkan 96 bayi berusia antara 12–25 bulan. Setengah dari partisipan dibiarkan menyaksikan Baby Wordsworth DVD (salah satu dari seri Baby Einstein) di rumah sebanyak lima kali dalam dua pekan, selama enam pekan.

Media Promosi Usaha @ http://MediaPromosiUnik.JawaraShop.com

Video Tidak Meningkatkan Penyerapan Bahasa

Bayi tersebut lalu diuji di laboratorium setiap minggu untuk melihat apakah mereka sedang belajar kata-kata yang telah mereka tonton dalam DVD tersebut. Orangtua dan pengasuh juga diminta untuk melaporkan kemajuan anaknya. Para peneliti menemukan bukti bahwa video tersebut tidak meningkatkan penyerapan bahasa bagi bayi, tetapi tidak juga menghambat. Namun, jika bayi sejak usia dini telah mulai menonton video, semakin rendah perkembangan bahasanya secara keseluruhan.

Namun, para peneliti menambahkan hal ini bisa saja terkait dengan karakteristik lain di rumah si anak. ”Hal ini memang tidak mencakup banyak sisi, karena ada jenis keluarga yang memutarkan video edukasi selama satu bulan berturut-turut, namun tidak diimbangi dengan banyak berbicara secara langsung dengan anak,” kata Brosco. ”Ada banyak alasan mengapa itu bisa terjadi,” tambah Richert, yang merupakan asisten profesor psikologi di University of California, Riverside, Amerika Serikat.

”Kami bertanya kepada orangtua mengapa mereka mempertontonkan DVD tersebut sejak usia dini,” lanjutnya. Intinya, jelas Brosco, interaksi dengan manusia dan lingkungan secara langsung tampaknya menjadi kunci sarana belajar untuk anak-anak, bukan hanya dengan cara menonton di TV. Interaksi sosial tampaknya kegiatan paling penting bagi anak-anak dalam beberapa tahun pertama kehidupan,” tambah Brosco, yang merupakan ayah dari empat anak ini.

Selanjutnya, Briggs menyetujui pendapat itu. ”Kita tahu bahwa dari hari-hari pertama masa bayi saat balita dan anak usia dini, interaksi sosial adalah mutlak cara yang ideal untuk belajar,” katanya. Daripada menghabiskan waktu 30 menit atau lebih pergi ke toko untuk membeli video, orangtua sebaiknya mengambil waktu untuk berbicara dengan anak-anak mereka tentang apa yang mereka lihat dan amati di lingkungan sekitarnya.

Sebelumnya, sebuah studi menunjukkan, menonton acara TV juga tidak akan membantu kemampuan berbahasa dan kemampuan visual motorik anak. Berdasarkan studi yang meneliti dampak TV terhadap anak-anak ini, menonton TV tidak akan membantu meningkatkan IQ anak sebelum berusia dua tahun.

Jasa Pembuatan Website Instant, Murah, Hemat @ http://Web.JawaraShop.com

Sumber : Okezone Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

2 Tanggapan

  1. SALAM KENAL
    sukses selalu untuk Widya Wicaksana… Blog nya OK banget…

  2. good post man….thanks….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: