Antara Penampilan, Jabatan, dan Penghasilan

Pedagang Jajananhttps://supermilan.wordpress.com

Usai melakukan kunjungan ke beberapa sekolah, saya memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah tempat bermain futsal di pinggir jalan. Motor saya arahkan pada sebuah tempat parkir yang agak dekat dengan seorang penjual jajanan anak. Sambil menyaksikan permainan futsal, sesekali saya mencuri pandang ke arah pedagang tersebut. Ia tampak sibuk mengolah bahan dan memasak makanan, sementara beberapa remaja yang telah usai bermain futsal tampak asyik menikmati jajanan tersebut.

Karena penasaran, saya akhirnya mendekat dan ikut serta dalam ‘pesta’ tersebut. Ternyata lumayan enak, setidaknya buat lidah saya yang memang sedari kecil termasuk yang jarang jajan. Padahal bahan utama jajanan tersebut hanyalah telur ayam yang ditambahi penyedap rasa dan soda pengembang untuk kue.

Iseng-iseng saya mengajaknya kenalan dan ngobrol, sekaligus untuk mengobati rasa penasaran saya. Namanya mas Anto, dan ia sudah berjualan jajanan tersebut selama kurun waktu 2 tahun. Setiap hari ia mangkal di sebuah sekolah dasar pada pagi hari, dan sekolah dasar lainnya pada sore hari.

Sempat ada keraguan ketika saya ingin menanyakan masalah penghasilan, khawatir ia tersinggung atau justru malu mengatakannya. Namun ternyata, saya justru terkejut mendengar jawabannya. Setiap hari ia mampu mengumpulkan uang setidaknya 300 ribu, dengan modal hanya berkisar 100rb. Itu artinya, ia mempunyai penghasilan bersih 200 ribu per hari. Dan itu artinya lagi, ia memiliki penghasilan setidaknya 6 juta rupiah per bulan! Luar biasa…. Jauh dibandingkan pendapatan saya.

Kalo dilihat dari penampilannya yang hanya menggunakan sepeda tua yang warnanya sudah kusam, kaos lengan panjang yang warnanya sudah memudar, sepatu yang juga tanpa merk, plus topi dan sehelai handuk kecil di lehernya, sepertinya tidak sesuai dengan pendapatannya.

Sebentar…. .
Tunggu dulu…..

Sepertinya disinilah letak kesalahan saya. Seperti (mungkin) kebanyakan anda, saya kerapkali menilai penghasilan itu dari penampilan atau jabatan. Padahal kedua hal tersebutlah yang sering menjebak kita, sehingga kita kerap berada di titik impas alias zero. Satu titik dimana penghasilan kita justru lebih banyak kita gunakan untuk memenuhi kepentingan penampilan dan jabatan, sehingga saldo kita tidak pernah ada untuk yang lainnya. Lebih parah lagi, jika itu juga kemudian memaksa kita mengorbankan penghasilan kita di masa mendatang alias hutang.

Kita seringkali terjebak pada penampilan dan jabatan. Baru punya jabatan sedikit, dengan penghasilan yang bertambah sedikit, kemudian kita memaksakan diri untuk tampil layaknya seorang dengan penghasilan yang tanpa batas. Menjaga penampilan memang penting dan harus, tapi bukan berarti mendewakan penampilan.

Sayangnya… kita lebih sering membanggakan penampilan dan jabatan, daripada penghasilan yang kita dapatkan. Penghasilan kecil tidak apa-apa, yang penting penampilan keren dan punya jabatan. Setiap hari naik mobil, meski mobil kantor. Setiap hari di ruangan kantor yang sejuk, meski kalo pulang justru merasa pengap dan panas di rumah kontrakan.

Senangnya menjadi Anto, ia tidak perlu repot memikirkan penampilan, toh tidak akan ada yang menegur penampilannya. Beda dengan saya dan (mungkin) juga anda, yang tidak bisa berpenampilan seenaknya. Tapi setidaknya kita bisa membatasi diri untuk tidak mengejar penampilan saja, agar penghasilan kita tidak terkuras hanya untuk membeli penampilan.

Setidaknya saya belajar sesuatu hari ini, bahwa penampilan dan jabatan tidak ada hubungannya dengan penghasilan. Mas Anto yang penampilannya sederhana dan tidak memiliki jabatan, ternyata memiliki penghasilan yang jauh lebih besar dari saya yang tampil lebih gaya dan punya jabatan. Beruntung ia tidak menanyakan lebih jauh tentang jabatan dan penghasilan saya. Kalo sampai ditanyakan, wah… jan isin tenan aku……

*kutuliskan ini sebagai tanda terimakasih pada sahabat baruku, mas Anto si penjual jajan anak2.

Tetap Positif, Terus Semangat !!!
~Ryan ‘Master Insight’

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Sumber : TDA

Iklan

Satu Tanggapan

  1. salam kenal mas…, 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: