Latar Belakang Insiden 200 Jamaat HKBP Dengan 9 Ikhwan Warga Bekasi

https://supermilan.wordpress.com
Inilah penyebab Insiden 200 Jamaat HKBP dengan 9 Ikhwan Warga Bekasi versi FPI

1. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tidak menghargai KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA umat Islam Bekasi yang sudah berlangsung selama dua puluh tahun.

2. Setelah dua puluh tahun, sikap Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR dengan memanipulasi perizinan warga sekitar.

3. Kemudian Umat Islam Bekasi menggugatnya sesuai dengan koridor hukum dan hasilnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak. Bahkan HKBP menebar FITNAH dengan menyatakan bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka.

4. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, serta menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana.

5.Pada akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.

6.Selanjutnya, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR pada saat umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fitri, dan terjadilah insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi.

7.Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

8.Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun.

9.Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, tidak direncanakan oleh 9 IKHWAN WARGA BEKASI tapi murni insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing.

10.Anehnya, Petinggi Negeri memberikan perlakuan yang berbeda terhadap para korban. Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun kepada warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit tidak diperhatikan. Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Yang menjadi pertanyaan FPI adalah :

1.Kenapa Para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa?

2.Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI RITUAL LIAR keliling perumahan warga muslim dengan lagu2 Gereja secara demonstratif dibiarkan?

3.Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL & menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap?

4.Kenapa dua jemaat HKBP, Purba & Sinaga, yang bawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas kembali?

5.Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 9 ikhwan warga Bekasi tidak ditangkap?

6.Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan warga muslim Bekasi?

7.Kenapa banyak pihak senang mengambil kesimpulan dan keputusan hanya berdasarkan OPINI dan ISSUE media?

Terakhir yang perlu ditanya, KENAPA BISA SEPERTI INI & INI TANGGUNG JAWAB SIAPA..?

Sumber : politikana.com

7 Tanggapan

  1. sabaaaaaarrrrr…………….sabaaarrrrrr…………………

  2. Yang sudah berlalu biarlah fakta sejarah bahwa kerukunan beragama harus dijungjung semua pihak supaya kita hidup damai.jangan ada lagi saling menyalahkan serahkan kepada hukum.mari kita memulai hidup damamai berdampingan walau berbeda agama,apalagi sudah diberi tempat yang baru untuk mendirikan gedung gereja HKBP secara sah.KiTA yang KRISTEN, MARI KITA TUNJUKKAN KRISTEN ADALAH GARAM DUNIA ,kehadiran dan keberadaan kita menjadi berkat bagi lingkungan sekitar,ido ajaran ni ugamonta. horas

  3. Masukan sifatnya:Kita butuh orang yang bijak,amanah dan adil.saya yakin dia mampu menjadi penawar bagi semua karena keteladanannya.Saya khawatir bila sifat-sifat baik itu mulai menipis dari diri kita.Kita hanya menuai kerugian dan kesengsaraan,tidak rakyat tidak pejabat juga negara.

  4. “Sesungguhnya kamu akan dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (Al-Ma`idah: 82)
    Tiada tujuan lain dari permusuhan yang keras itu melainkan untuk mengeluarkan kaum muslimin dari agama Islam yang haq dan menyeret mereka kepada agama dan hawa nafsu Yahudi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani sekali-kali tidak akan rela kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120)

  5. kebenaran dari setiap opini adalah siapa berpihak kepada siapa,saya orang ciketing sendiri tidak menginginkan sampai terjadi begini,apalagi kami menjadi bulan-bulanan pers seakan kami tidak toleran, arogan atau tidak menghargai HAM,saudaraku yang islam ‘irji ilaa Robbikii’ supaya jiwa kita menjadi tenang…temanku yang kristen kembalilah pada keteladanan Isa, agar damai dihati segera tercipta, sekali lagi jangan kami menjadi tersinggung karena perilaku ibadat anda meski hukum menjamin kebebasan , pahamilah bahwa menolak sekalipun adalah ekspresi kebebasan, tapi tentu saja tidak akan ada dasar penolakan jika kita dari 20 tahun ini dapat berkomunikasi dengan baik, kami lahir dan besar ditanah kami tentu saja ada ikatan emosi memiliki sebuah wilayah meski sebagian sudah menjadi hak yang lainnya.
    saya menyarankan jika kita ingin membangun tatanan kehidupan yang harmoni landasannya adalah penghormatan terhadap siapapun jangan esklusif, jang membatasi penghormatan hanya kepada kelompok, tapi bukalah hati dan jiwa kita untuk semua, hati-hatilah terhadap hal yang sensitif, komunikasilah…tapi jika ucapan ucapan bijak itu tidak relevan,… kamipun jangankan hanya sekedar terluka sampai jiwa kami tidak adapun kami rela demi kehormatan dan keyakinan yang kami pegang.

  6. wah… kalau ama malaysia bukan main marah dan patriotis banget. tapi ama masalah ini umat muslim indonesia kok kaya tikus… eh kecoak.

    coba pikir pake otak dan investigasi juga ya… siapa pemimpin2 kamu… siapa pemimpin2 dari BENDERA.

    tolong deh… kalo mo jadi bodoh… jgn nyusahin negara tetangga… ngurusin warga sendiri aja ga bisa, ini lagi mau perang ama warga malaysia yg jelas2 ga bersalah

    bodoh jangan dipiara…

  7. eh bob klo ngomong pke sopan santun ye…lue aj g bisa mnghormati org, pke ngajarin lg…g diajarin ta2krama mo ortu lue pa??….@haposan smga yg anda tulis itu benar n bkn isapan jempol belaka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: