Pengorbanan yang Tulus

https://supermilan.wordpress.com
Pada suatu hari, hidup seorang gadis buta. Sebenarnya gadis itu tidak buta semenjak lahir. Ia buta karena sebuah penyakit yang menyerang matanya sewaktu masih kecil. Ingatan-ingatan yang ia dapat sewaktu masih melihat dulu masih terbawa hingga masa dewasanya.

Tetapi gadis itu congkak. Ia sangat sulit menerima keadaannya sekarang. Bahkan selalu mengutuk keadaannya. Lambat laun, ia mulai membenci dan menjauhi orang-orang di sekitarnya. Ia berpendapat bahwa dirinya berbeda dan tidak pantas berdekatan dengan mereka. Serta gadis itu selalu kawatir jika orang-orang itu akan mencemooh dirinya.

Tetapi beruntung. Pada sebuah titik waktu, ada seorang pemuda yang jatuh hati pada gadis itu. Dan karena kebaikannya, gadis itu pun mau menerima pemuda itu menjadi pacarnya. Tiap hari mereka selalu bersama. Sang pemuda pun dengan penuh pengertian selalu mau menemani kemanapun gadis itu pergi. Tetapi di lubuk hati kecilnya, gadis itu masih belum percaya dengan kesetiaan pemuda itu.

Pada suatu hari, sang pemuda bertanya kepada si gadis, “Apakah kamu mau menikah denganku?” Gadis itu menjawab, “Aku mau menikah denganmu, asal engkau dapat membuat mataku ini melihat kembali.” Dengan berbagai upaya akhirnya pemuda itu mencarikan donor mata untuk gadis itu. Dan ternyata upayanya berhasil, sang pemuda bisa mendapatkan sepasang mata untuk kekasihnya.

Akhirnya, operasi mata pun dilaksanakan. Tetapi, betapa terkejutnya gadis itu ketika dapat melihat pacarnya.. yang ternyata juga… buta. Dengan memberanikan diri sang pemuda bertanya pada si gadis, “Sekarang kau sudah mampu melihat, maukah kau menikahi aku?” Dengan mengamati cekungan di kedua mata si pemuda, si gadis dengan menyesal berkata, “Maaf, aku tidak bisa menikahimu. Selama ini saya mengira kamu normal seperti yang lainnya.” Dengan hati sedih, akhirnya pemuda itu meninggalkan si gadis.

Beberapa bulan kemudian, saat si gadis sudah punya pacar baru dan sudah mulai lupa dengan mantan pacarnya, ia menemukan sebuah catatan yang terselip di lubang pintu rumahnya. Kertas itu di tulis oleh teman dari mantan pacarnya tersebut. Ini adalah tulisan di kertas tersebut :

Saya Carlo, saya adalah sahabat Rudy mantan pacarmu itu. Lewat secarik kertas ini, Rudy ingin berkata padamu, “Tidak masalah jika saat ini engkau sudah tidak mau menjaga dan menemaniku lagi seperti dulu. Tetapi aku minta, jagalah baik-baik sepasang matamu itu sayang. Karena sebelum engkau memiliki sepasang mata tersebut, kedua mata itu adalah milikku.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: