Irfan Bachdim, Korban Intrik PSSI?

Irfan Bachdim

https://supermilan.wordpress.com

Tidak dipasangnya Irfan Bachdim sebagai pemain starter line up saat pertandingan Final leg pertama, apakah ada kaitannya dengan rencana PSSI yang akan mendepaknya dari Timnas Indonesia? Tidak jelas, karena tidak ada kabar yang mengkonfirmasikan tentang hal itu. Tapi yang jelas, Irfan memang baru diturunkan setelah babak kedua sudah memasuki waktu paruh kedua menjelang berakhirnya pertandingan.

Dimana pada pertandingan itu, yang diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 26 Desember 2010 di stadion Bukit Jalil – Kuala Lumpur Malaysia, Indonesia dikalahkan secara telak oleh Malaysia dengan skor 0-3.

Sebagaimana diketahui, Irfan Harrys Bachdim merupakan pemain yang terdaftar bermain di klub Persema Malang. Dimana pemain muda berbakat ini telah rela melepaskan kewarganegaraan Belanda untuk selanjutnya hanya memiliki satu paspor kewarganegaraan, yaitu paspor warganegara Indonesia.

Saat ini, di klub Persema ini juga telah bergabung Kim Jefrey Kurniawan. Seorang pemain muda berbakat yang juga telah rela melepaskan kewarganegaraan Jerman untuk menjadi warganegara Indonesia.Selain itu, di klub Persema ini juga bergabung pemain asal Kamerun, Sammy Pierre Patrick. Pemain ini, konon katanya, merupakan salah satu pemain yang termasuk dalam perencanaan akan dinaturalisasi.

 

Irfan Bachdim - Christian Gonzales - Kim Kurniawan

Sebagaimana diketahui pula, Persema Malang termasuk di salah satu klub yang berniat hengkang dari LSI (Liga Super Indonesia) atau ISL (Indonesia Super League) untuk bergabung ke liga kompetisi yang merupakan tandingan barunya, yaitu LPI (Liga Primer Indonesia) atau IPL (Indonesia Premier League).

LPI yang diprakarsai oleh Arifin Panigoro ini sudah mengadakan acara peluncuran secara resminya pada hari Rabu tanggal 22 Desember 2010 bertempat di Hotel Kempinski Grand Indonesia, Jakarta. LPI ini menurut beberapa kalangan, mempunyai aturan yang lebih adil bagi klub anggotanya dibandingkan dengan LSI, yang berkaitan dengan pembagian pendapatan yang didapatkan dari hak siar; iklan; sponsor; tiket; serta pendapatan lainnya.

Disamping itu, klub peserta LPI juga dilarang menggunakan dana pemerintah yang disalurkan melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Sedangkan selama ini, klub-klub yang bernaung dibawah LSI untuk membiayai operasionalnya selalu menggunakan dana APBD yang besarnya berkisar antara Rp.10 Milyar sampai dengan Rp.30 Milyar per klub pada setiap satu kali musim kompetisi.

Sejauh ini sudah ada 19 klub yang menyatakan bergabung dengan LPI. Yaitu,

  • Persema
  • Persebaya
  • Bandung FC
  • Bogor Raya
  • Jakarta 1928
  • Batavia Union
  • Tangerang Wolves
  • Semarang United
  • Ksatria XI Solo
  • Real Mataram
  • Bali De Vata
  • Persibo
  • Makassar City
  • Manado United
  • Kabau Padang
  • Medan Bintang
  • Medan Chiefs
  • Aceh United
  • Cendrawasih Papua.

Sehubungan dengan keberadaan LPI itu, pihak pengurus PSSI sudah menyatakan akan memberikan sanksi keras dan tindakan tegas kepada siapa saja yang terlibat dan tergabung didalam kompetisi LPI. Sanksi itu akan diberikan kepada klub beserta seluruh pengurus dan pelatih serta pemainnya. Tak terkecuali juga wasit dan official lain yang terlibat didalam penyelengaraan pertandingannya.

Resiko yang akan diterima oleh klub, antara lainnya adalah dibekukan keanggotaannya di PSSI dan kehilangan hak suaranya. Bahkan tak tertutup kemungkinan, akan dikeluarkan dari keanggotaan PSSI. Lalu sanksi untuk para pemainnya, yaitu bagi pemain lokal akan dicabut izin bermainnya dan bagi pemain asing akan langsung dideportasi dari Indonesia.

Termasuk juga, para pemain di klub tersebut akan diharamkan untuk dipanggil untuk bermain di Tim Nasional Indonesia. Jika pemain itu sudah bergabung di skuad Timnas, maka pemain itu akan didepak dari daftar pemain timnas.

Berkait dengan itu semua, betapa semakin hari semakin jelas terlihat bahwasanya carut marutnya di internal tubuh PSSI itu telah membuat semakin tidak jelas arah dan masa depan persepakbolaan Indonesia. Suatu keadaan yang sesungguhnya sudah merupakan sinyal jelas dan indikasi kuat bahwa di tubuh kepengurusan PSSI itu dibutuhkan segera adanya solusi berupa perombakan total dan penyegaran serta regenerasi.

Namun, hal itu sepertinya tidak memungkinkan, lataran selalu saja menemui jalan buntu yang bagaikan membentur tembok. Lalu, adakah solusi lainnya yang lebih memungkinkan ?

Sumber : Politikana

Iklan

Satu Tanggapan

  1. komentar saya ini hanya menambahkan komentar komentar saya yang pernah saya tulis dalam artikel ertikel lain tentang BACHDIM, INILAH bentuk KEBODOHAN YANG DIULANG ULANG OLEH PARA PENGURUS PSSI KITA , pemain yang tidak berkulitas PIALA DUNIA dipakai yang berkualitas TIDAK DIPAKAI, ada sih yang dipakai tapi tidak lebih dari 3 orang, itupun hanya satu orang yang yang punya nilai 7 LEVEL ASIA, yang lainnya dibawah 6, paling tinggi 6, BAYANGKAN KITA BERTANDING MELAWAN PARA PEMAIN YANG LEVELNYA RATA RATA 7 LEVEL ASIA saja sudah amburadul dan kalah TELAK apalagi kita MELAWAN TEAM KUAT dari EROPA, AMERIKA LATIN DAN AFRIKA, yang LEVELNYA RATA RATA DIATAS 6 LEVEL DUNIA, BISA BISA KITA KALAH 0 – 24, MENGGENASKAN TOH???????????? Oleh karena itu RELISTIS LAH PARA PENGURUS PSSI, KEPENTINGAN KEPENTINGAN PRIBADI TANGGALKANLAH, KEPENTINGAN KEPENTINGAN POLITIK BAKARLAH HABIS, UTAMAKAN KEPENTINGANNASIONAL NEGERI INI. Jangan dihanguskan Orang orang yang beritikad BAIK dan nyata di buang sia sia, INI KEBIASAAN BURUK SELAMA INI, TINGGALKAN BUDAYA SEPERTI ITU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: