Masih Berpikir Untuk Loyal Sama Perusahaan?

https://supermilan.wordpress.com
Wiedz : Sebelumnya beribu maaf untuk para GM dan pemilik perusahaan, apabila ada yang merasa tersindir dengan artikel ini 🙂

—-

Ada seorang karyawan edan bernama SuPrayitno, SE yang bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang. Orang ini baru saja diterima oleh sebuah perusahaan BUMN yang mengelola pertambangan. Jelas menggiurkan dari sisi penghasilan. Dan mau mengundurkan diri. Berikut cuplikan perdebatannya dengan manajer yang mencoba menahan.

(Manager = M, dan Prayitno = P)

M = edan kowe Prayitno. Baru 2 tahun sudah mau resign. Dimana moral kamu?

P = moral saya ikut berlari bersama moral perusahaan. Yang nyuruh karyawannya lembur melebihi aturan pemerintah sampai sakit tapi tunjangan kesehatan tidak full…..

M = sebenernya mau kamu apa? Dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani 2 perusahaan sebelum ini

P = karena kerja dimana-mana itu sama, makanya saya tidak ragu resign pak. Wong sama aja kok, cuma rewardnya yang beda kan…. Ya saya pilih yang rewardnya lebih.
 
M = kenapa kamu tidak mencoba profesional disini aja. Kalau alasannya reward, kan nanti karir serta gaji kamu juga bakal naik kalau kamu bertahan

P = kenapa saya harus nunggu, kalau ada perusahaan yang nawarin itu skarang?

M = tapi sayang sekali. Saya pandang kamu yang paling berpotensi di anantia yang lain

P = bapak udah ngomong gitu ke semua karyawan yang resign sebelum saya.
 
M = tidak, ini serius. Kamu memiliki potensi besar, disini kamu bisa sukses! daripada kamu memulai lagi dari bawah di perusahaan lain yang belum ketahuan nanti disana kamu bakal sukses atahu tidak

P = disini juga sama aja saya belum tahu bakal sukses apa tidak, wong namanya masa depan kok. Sama-sama tidak ketahuan, tapi yang satu awalannya lebih baik. Ya pilih yang lebih baik dong……
 
M = maksud kamu lebih baik itu apa? Uang? Uang itu bukan segala2nya

P = kalau emang begitu ngapain perusahaan costdown gaji saya. Apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi karyawan
 
M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Kalau orientasi kamu hanya uang, kamu hanya mengejar “life“. Tidak ada beda dengan kambing. Bekerja hanya untuk bertahan hidup. Kamu itu orang gajian!!!! harus berorientasi pada yang lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri

P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi “life” kalau tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Nah sekarang ada perusahaan yang nawarin itu. Gaji yang membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang “life exixtency”. So, boleh dong saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya.
 
M = prayitno…. Kalau kamu ngejar yang lebih baik, tidak akan habis-habis…. selalu ada yang lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 perusahaan terdahulu

P = memang tidak bakal habis pak…. karena itu, ngapain saya habisin disini? mending saya terus2an dapet yang lebih baik sampai berhenti karena cape. lagian Bapak juga nyatanya bisa berhenti kan?
 
M = Nyatanya itu si pak Bambang bisa sukses disini ssampai level direktur, itu karena dia sabar disini

P = pantesan pak Bambang tampangnya kaya gitu. Dah nyingkirin brapa orang dia pak buat ke posisi itu? Iya jabatan si direktur, tapi mobilnya sama dengan manajer di perusahaan baru saya. Mendingan saya jadi GM disana dong daripada jadi direktur disini.
 
M = inilah yang membuat bangsa kta tidak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal

P = loyalitas itu kata-kata pembenaran buat menggaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. Karena lelakinya gila kerja semua. mereka jarang menemui anaknya. Akibatnya istri mereka harus mengimbanginya.

Mengalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yang hilang untuk anak-anaknya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka. Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang itu paling tidak romantis. Cewek bawa tas berat aja dicuekin.
 
M = tapi dimana tanggung jawab kamu?

P = tanggung jawab tu apa pak? Perasaan dulu saya pernah punya. Waktu pertama kali masuk disini. Tapi kata-kata itulah yang dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama tanggung jawab, saya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan jadwal peluncuran produk yang jelas-jelas merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya tanggung jawab. Apa tanggung jawab paling utama? Keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari yang Maha Kuasa.

M = kamu kurang bersyukur, masih banyak orang yang susah dapet kerjaan

P = saya sudah diterima Pak, itu rejeki dari Tuhan. Kalau tidak saya ambil, itu yang namanya tidak bersyukur. Tuhan tahu kebutuhan kta. Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Tuhan juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yang akan menggantikan posisi saya disini setelah resign.
 
M = Edan kamu Prayitnooooo !!! Kalau begitu aku ikutan resign…

P = Ga bisa pak… Lu udah tua… Cuma bisa ngelamar ke posisi yang sesuai background. Cuma terbatas di sesama manufaktur elektronik. Kesian deh lu..

Sumber : Kaskus

Iklan

2 tanggapan untuk “Masih Berpikir Untuk Loyal Sama Perusahaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s