Kronologi Peristiwa Penyerangan Ahmadiyah di Pandeglang, Banten

https://supermilan.wordpress.com     .

Wiedz : Turut berduka cita untuk para korban. Semoga polisi bisa bertindak cepat dan tepat untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Semua pihak yang bersalah harus mendapat hukuman setimpal. Baik pelaku pembunuhan maupun provokatornya.

Setiap kejadian di lapangan pasti ada beberapa versi berbeda, tergantung dari masing-masing pihak yang bertikai.Sayangnya, media massa hanya mengangkat isu tentang situasi dan kondisi TKP pada saat penyerangan terjadi. Seharusnya wartawan bisa mengeksplorasi lebih mendalam mengenai sebab musabab peristiwa ini terjadi.

—————————————————————————————————————————

Dari Metro TV, Wawancara dengan Kapolres Pandeglang

Berikut ini kronologi berdasarkan wawancara Metro TV dengan Kapolres Pandeglang. Jika ingin mendapatkan link rekamannya ada di sini (semoga belum dihapus) :

Seperti peneturan Kapolres Pandeglang, bahwa peristiwa tersebut bukan sebuah penyerbuan. Diluruskan, bahwa masyarakat desa Cigelis, Cibaliung, Munjul, Malingping, Kecamatan Cikeusing, pada awalnya hanya ingin mengusir kelompok aliran sesat Ahmadiyah karena telah meresahkan masyarakat di sekitar dengan membangun rumah peribadatan ilegal.

Namun, satu hari sebelumnya, pihak Polsek telah mengambil langkah inisiatif dengan mendatangi pimpinan kelompok Ahmadiah untuk meminta keterangan. Setelah dikonfirmasi, kepala kelompok Ahmadiyah meminta perlindungan kepada Polsek dan kemudian diambil alih oleh Polres.

Pada awalnya, masyarakat yang menyatakan ingin melakukan aksi penolakan terhadap keberadaan aliran sesat Ahmadiyah mengabarkan kepada pihak kepolisian bahwa aksi tersebut akan dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 6 Februari 2011, pukul 06.00 pagi. Namun, setelah mendapatkan penuturan dari pihak Polres terkait kesaksian dari kepala kelompok Ahmadiyah, warga masyarakat yang hendak melaksanakan aksi tersebut kemudian mengurungkan diri dan membatalkan aksi pengusiran tersebut.

Namun, pada hari Ahad 6 Februari 2011, pukul 06.30, datang dua buah mobil dari arah Jakarta, yang memuat sekitar 20 gerombolan aliran sesat Ahmadiyah yang membawa senjata tajam berat (celurit, parang, linggis, dan lainnya..). Dan ini baru diketahui oleh pihak Polsek maupun Polres.

Kemudian aparat keamanan dari pihak Polri dan Kodim TNI, meminta agar 20 gerombolan yang baru datang dengan senjata tajam berat tersebut untuk segera meninggalkan rumah yang dijadikan tempat ibadah oleh aliran sesat Ahmadiyah tersebut dan lokasi kejadian. Karena aparat keamanan sudah mengamankan rumah ibadah ilegal tersebut agar tidak dirusak warga.

Namun kemudian kelompok Ahmadiyah tersebut yang merasa di atas angin karena telah mendapat kekuatan tambahan lengkap dengan senjata tajam, menolak permintaan aparat keamanan untuk meninggalkan lokasi. Lebih jauh, gerombolan tersebut mengatakan dengan nada menghina dan mengusir pihak keamanan, “kalau aparat keamanan tidak bisa melindungi kelompok tersebut, sebaiknya tidak perlu berada di sini. Karena kami sudah bisa melindungi diri kami sendiri. dan akan bertahan di sini sampai titik darah penghabisan!“.

Sambil berteriak demikian, kelompok Ahmadiyah kemudian bergerak keluar dari rumah dan menyerang warga desa lain yang tersisa di halaman rumah ibadah ilegal Ahmadiyah, yang menolak keberadaan Ahmadiyah yang sebenarnya sudah mengurungkan niat untuk melakukan aksi pengusiran.

Mengetahui kelompok Ahmadiyah tersebut memiliki senjata tajam lengkap, warga yang mengetahui kemudian menghimpun massa dan menghadang kelompok Ahmadiyah yang bersenjata tajam lengkap tersebut. Namun, karena jumlah yang tidak berimbang, kelompok Ahmadiyah kemudian kalah. Sementara pihak keamanan, tidak dapat berbuat banyak. Dan terjadilah peristiwa tersebut, yang kemudian banyak dipelintir oleh media massa.

Sumber : http://regional.kompasiana.com/2011/02/07/kronologi-peristiwa-ahmadiyah-di-pandeglang-banten/

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jamaah Ahmadiyah Diserang karena Menantang

Minggu, 6 Februari 2011 13:12 WIB | 1006 Views

Kepala Polres Pandeglang AKBP Alex Fauzy Rasyad menjelaskan, serangan warga Cikeusik terhadap Jamaah Ahmadiyah dipicu oleh sikap para anggota jemaah Ahamdiyah yang mengeluarkan pernyataan bernada menantang kepada warga setempat. "Sebenarnya situasinya sudah kondusif dan masyarakat juga tenang-tenang saja, tapi karena ada pernyataan bernada menantang dari Jamaah Ahmadiyah akhirnya warga terpancing," kata Alex Fauzi, Minggu.

Alex yang sedang berada di lokasi untuk meredakan ketegangan sosial itu menjelaskan, awalnya warga setempat ingin mengusir Jamaah Ahmadiyah dibawah kepemimpinan Parman. Sebelumnya, warga telah meminta Parman membubarkan jemaah dan tidak menyebarkan ajaran Mirza Ghulam Ahmad tersebut. "Ketika diminta membubarkan Ahmadiyah, Parman malah mengatakan, `lebih baik mati daripada membubarkan diri`," kata Alex Fauzy.

Beberapa hari lalu, ketika suasana memanas, Parman dan instrinya serta Atep yang menjadi Sekretaris Jamaah Ahmadiyah Cikeusik meminta perlindungan kepada polisi. "Setelah Parman diamankan situasi kembali tenang, tapi tadi pagi datang Jamaah Ahmadiyah dari Jakarta sekitar 20 orang, dan mengeluarkan pernyataan siap mempertahankan Ahmadiyah sampai titik darah penghabisan," katanya.

Mendengar pernyataan itu, masyarakat yang sudah tenang kembali terbakar emosinya dan akhirnya mengusir paksa Jamaah Ahmadiyah itu sehingga terjadi insiden berdarah itu. Kapolres menjelaskan, akibat insiden tersebut satu unit kendaraan roda empat dibakar massa, satu unit mobil APV dimasukan ke jurang dan satu unit rumah dirusak.

Alex mengungkapkan, empat orang  luka berat dan satu diantaranya tidak sadarkann diri (koma). Semua korban dilarikan ke rumah sakit. Mengenai korban jiwa dan insiden itu, Kapolres belum mendapat mengonfirmasikannya. "Kalau korban meninggal dunia kita belum tahu, tapi kalau yang mengalami luka berat memang ada empat orang, dan satu diantaranya kondisinya memang koma," kata Alex.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/1296972743/jamaah-ahmadiyah-diserang-karena-menantang

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Update :

Rahasia Pembagian Amplop Usai Amuk Massa

Misteri Salam Tabik untuk Kameramen Penyerbuan Ahmadiyah

Investigasi menarik seputar kejadian Cikeusik, mengulas bbrp kejanggalan

Arif, Si Perekam Tragedi Cikeusik, Anggota Jemaat Ahmadiyah

Warga Cikeusik Tak Kenal Massa Pita Biru yang Misterius

Hanya 3 Institusi yang Mampu Desain Tragedi Cikeusik

_

Iklan

2 Tanggapan

  1. Bubarkan FPI…..!!!!!!!!!!!!

    • Setuju. FPI memang sumber keributan, Ahmadiyah juga. FPI melanggar HAM, Ahmadiyah menginjak-injak ajaran Islam. FPI ‘melaksanakan’ ajaran agama, Ahmadiyah ngakunya sih begitu juga.

      Jadi biar adil, FPI bubar. Ahmadiyah juga bubar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s