Reaktor Nuklir Jepang Meledak : Tinjau Ulang penggunaan PLTN di Indonesia

Wiedz : Biar adil, sebaiknya reaktor nuklir Indonesia ditempatkan di pulau terpencil dan dihuni oleh orang-orang yang mendukung pembangunannya. Biar mereka bisa merasakan kekhawatiran terpapar radiasi nuklir bagi diri dan keluarganya.

Termasuk para peneliti Batan, politikus, pengamat ekonomi, dan semua orang yang akhir-akhir ini gencar mempromosikan pembangunan reaktor nuklir di Indonesia. Jangan cuma bisa berkoar-koar bahwa reaktor nuklir aman, tapi orang lain yang disuruh menanggung resikonya.

Soal kemampuan, mungkin kita sudah sanggup untuk mendirikan reaktor nuklir. Tapi dari sisi budaya, disiplin, dan etos kerja yang cenderung menggampangkan prosedur standar, jelas bangsa Indonesia kalah jauh dari Jepang.

Reaktor Nuklir Jepang Meledak : Tinjau Ulang penggunaan PLTN di Indonesia

Ahli energi, Lilo Sunaryo mengatakan Indonesia harus belajar dari musibah di Jepang dengan meninjau ulang keinginan menggunakan energi nuklir dengan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). “Jepang yang memiliki disiplin tinggi dan teknologi canggih saja kewalahan. Apalagi Indonesia yang belum punya pengalaman,” kata Lilo Sunaryo yang juga Koordinator Masyarakat Reksa Bumi ini, Jumat.

Bahkan, lanjut Lilo, negara maju lainnya juga sudah mulai meninggalkan PLTN dan sebagian lain meninjau ulang pembangunan PLTN. Oleh karena itu, Indonesia seharusnya tidak memerlukan PLTN. Menurut Lilo, PLTN adalah teknologi yang belum tuntas, karena selain menghasilkan listrik juga menghasilkan zat berbahaya yang dapat mengakibatkan kanker dan penyakit lainnya. Zat yang dihasilkan selain listrik tidak bisa dimanfaatkan kecuali untuk bom atom.

Reaktor Nuklir Jepang Meledak : Tinjau Ulang penggunaan PLTN di Indonesia

“Saat ini dunia tidak dalam situasi perang dingin. Oleh karena itu, penggunaan energi alternatif lain harus dimaksimalkan,” katanya. Sejumlah energi alternatif tersebut seperti energi surya, angin, panas bumi, gelombang tinggi, arus laut, dan limbah pertanian (jerami). Energi alternatif tidak akan habis karena selalu disiapkan alam. Begitu juga dengan energi limbah pertanian akan selalu ada, selama masyarakat masih mengkonsumsi beras.

Sementara sumber energi seperti minyak, gas, batu bara, dan uranium pasti habis jika selalu ditambang. Indonesia, lanjut Lilo, baru menggunakan energi alternatif sebesar 0,5 megawatt. Lilo menegaskan bIndonesia tidak perlu hidup dengan risiko tinggi dengan menggunakan energi PLTN. “PLTN hanya menguntungkan pabrik, tidak untuk rakyat,” tandas Lilo Sunaryo.

Sumber Foto & Artikel : Detik ArRahmah

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Widya Wicaksana Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: