Stop Menyisakan Makanan Anda Sekarang Juga!

Stop “MENYISAKAN” Makanan Anda Sekarang Juga!
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Ambil secukupnya saja dulu, nak; ‘ntar kalau masih ingin lagi, ya boleh nambah. Atau…., Habiskan makananmu itu!; Jangan sisakan sebutirpun nasi dipiringmu, Ingat, “di luar” sana banyak yang susah dan kelaparan!; dstnya…. dstnya.

“Petuah-petuah” di atas (mungkin) disaat kita masih kecil dulu, terasa sangat “menyebalkan”. Bagaimana tidak, ketika di depan mata ada tersedia makanan favorite kita, ibu (atau bapak) akan mengingatkan agar kita mengambil secukupnya saja. Atau disaat kita tidak menyukai makanan yang tersaji di piring kita, “khotbah” ibu dan atau ayah juga saudara-saudara yang lain “memaksa” kita untuk menghabiskannya setuntas-tuntasnya.

Dan …… apakah petuah-petuah tersebut di atas telah menjadi “masa lalu” yang hanya pantas dikenang saja? karena kita berpikir toh petuah-petuah itu sangat terkait dengan kondisi ekonomi orang tua saat itu yang “pas-pas-an” saja?! Ataukah telah menjadi bagian dari lifestyle anda, walau dulunya dilakukan secara “terpaksa”? Atau bahkan karena kondisi “kemakmuran” yang telah dicapai saat ini, menjadikan kita melakukan “pembalasan dendam” dengan berbalik arah yakni dengan membeli, membuat, dan memakan sebanyak-banyaknya serta sepuas-puasnya, karena mudahnya memperoleh?!

Tanpa kita sadari, bahwa “membuang / menyisakan makanan” telah menjadi masalah utama di kalangan masyarakat modern saat ini. Kita sebagai konsumen dan (juga) para pengecer membuang (bahan) makanan yang baik & layak ke tempat-tempat sampah karena alasan ketersediaan yang berlebih di tingkat pengecer dan konsumen. Setiap tahun ada sekitar 1,3 miliar ton (bahan) makanan yang diproduksi di dunia kita ini untuk dikonsumsi manusia akan hilang atau terbuang percuma. Lihat http://www.endinghunger.org/en/motivate.html

Juga kita terus “didorong” sedemikian rupa untuk selalu membeli, membuat, dan memakan makanan melebihi dari apa yang sebenar dan seharusnya kita butuhkan. “Beli 1 porsi dapat 2 porsi”; atau “Beli 2 gratis 1?, dstnya….. (sedikit contoh bagaimana kita “didorong” untuk mengkonsumsi lebih dari yang kita perlukan).

Contoh lain, bagaimana lifestyle berbelanja di Hiper / Super / Mini Market telah menjadikan kita sebagai konsumen lupa diri, dengan “menimbun” sebanyak-banyaknya makanan di rumah kita masing-masing, yang ujung-ujungnya nanti akan masuk ke tempat sampah walaupun sebenarnya makanan tersebut belumlah kadaluwarsa.

Kita seringkali lupa bahwa kita telah memilikinya sehingga ketika “tergoda” oleh promosi manis kitapun segera membeli (bahan) makanan yang sama dan masih kita miliki di rumah; Atau saat sebelum kadaluwarsa kita tidak sempat memakannya / menghabiskannya karena begitu padat acara kita di luar rumah yang memaksa kita untuk selalu makan di luar rumah / restaurant / rumah kerabat.

Disampin itu, penyebab utama lain dari “terbuangnya” makanan adalah karena kita mempersiapkan / memasaknya terlalu banyak. Umpamanya, kita memasak nasi untuk bisa dimakan oleh 6 orang dewasa walaupun anggota keluarga kita hanya berjumlah 4 orang (2 dewasa dan 2 anak-anak).

Konsekuensinya, kita menjadi boros, pengeluaran kita menjadi sia-sia, serta juga secara tidak langsung telah ikut mendorong kita untuk mengkonsumsi berlebih, yang akhirnya akan memacu & menjadikan kita pribadi yang obesitas. Boros: karena untuk mempertahan kualitas nasi yang tidak termakan, kita membutuhkan energi ekstra (listrik misalnya) untuk penyimpanan; demikian juga sama berarti kita melakukan pemborosan jika nasi tersisa tersebut kita buang ke tempat sampah.

(Mungkin) kita tahu dan sadar bahwa ada sebagian kecil diantara para tetangga kita, atau di lingkungan rumah di sekitar wilayah tempat kita tinggal, masih ada yang menderita kelaparan, atau yang harus bersusah payah (bahkan) terlebih dahulu hanya untuk sesuap nasi.

Bahkan kita dengar dan liat melalui media massa, di beberapa bagian penjuru dunia nun “jauh” di Africa sana ada begitu banyak saudara-saudara kita yang menderita kelaparan; Saat ini, di dunia yang kita tinggali ini, Ada SEorang diantara 6 orang yang menderita kelaparan kronis!

Karena itu, marilah MULAI DARI SEKARANG kita bersama-sama, masing-masing MEMBUAT / MEMBELI & MEMAKAN MAKANAN KITA SECUKUPNYA SAJA. Salurkanlah “kemampuan berlebih” kita untuk saudara-saudara kita yang tidak seberuntung kita. Satu “langkah kecil” kita akan sangat bermakna bagi sesama kita. Lets hand-in-hand, together for ENDING HUNGER in this world wide.

Sumber : Fits Radjah @ Kompasiana

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s