Mengurus Tunjangan Guru via BNI – Sangat ‘Efisien’ dan ‘Profesional’ Sekali!

BNIhttps://supermilan.wordpress.com

Kamis 21 Juli 2011 lalu, melalui kepala sekolah masing-masing, kami guru-guru sekota Depok diundang untuk hadir di Aula Ganeca yang berlokasi di Depok 2 Tengah. Dalam surat edaran hanya disebutkan keperluannya untuk mengurus penyaluran dana tunjangan fungsional untuk guru-guru madrasah, mulai dari RA (Raudhatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah) sampai MTs (Madrasah Tsanawiyah). Konon, dana tunjangan ini adalah program dari pemerintah pusat.

Programnya sendiri sudah berjalan lama. Tapi selama ini, penyalurannya melalui rekening Bank Mandiri. Biasanya dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap 3, 4, atau 6 bulan sekali. Entah kenapa harus menunggu selama itu. Mungkin memang mekanisme pencairan dana dari APBN yang harus bertahap atau ada sebab lain. Hanya Tuhan yang tahu 🙂

Mulai tahun 2011 ini, kabarnya Bank BNI yang mendapat tender untuk penyalurannya. Jadilah kami harus membuka rekening baru di BNI. Pendaftaran rekeningnya sudah dilaksanakan secara kolektif. Untuk pembagian kartu ATM dan penandatanganan buku tabungan itulah, kami diminta datang ke Aula Ganeca ini.

Pengaturan jadwalnya sudah cukup baik. Kamis pagi diperuntukkan untuk guru-guru dari kecamatan Beji, Pancoran Mas, dan Cipayung mulai dari jam 08.00 – 12.00. Kecamatan lain mendapat jadwal sore harinya jam 13.00 – selesai.

Jadilah pada hari Kamis itu, kami guru-guru dari Pondokcina Depok memutuskan untuk memulangkan murid lebih awal karena semua guru harus datang sendiri dalam penyerahan atm dan buku tabungan tsb. Pukul 08.30 semua murid sudah disuruh pulang. Sekitar jam 9, kami tiba di Aula Ganeca dan mendapat antrian 70 sampai 80 an. Suasana sudah cukup ramai.

Ternyata proses penyerahan buku tabungan dibagi berdasarkan kecamatan. Untuk kecamatan Pancoran Mas dan Cipayung, sudah mencapai nomor antrian belasan. Hanya di kolom kecamatan Beji saja yang masih adem ayem belum ada panggilan nomor urut.

FORMULIR REKENING TERTINGGAL DI KANTOR BNI BOGOR

Setelah tanya sana sini, didapat kabar dari panitia BNI bahwa formulir guru MI untuk kecamatan Beji TERTINGGAL di kantor BNI Bogor, cabang BNI yang ditunjuk dalam penyaluran dana tunjangan fungsional untuk daerah Depok ini.

Jadi saat ini hanya bisa melayani guru-guru RA dan MTs dulu. Itupun tidak menggunakan nomor antrian yang dibagikan di pintu masuk. Seperti lazimnya sistem antrian di Indonesia, yang berlaku adalah First Come First Served. Siapa yang mau dilayani, silahkan maju duluan.

Awalnya masih teratur, mungin karena hari masih pagi jadi belum banyak yang datang. Tapi semakin siang, makin banyak yang datang. Akhirnya sudah seperti kondisi jalanan ibu kota. Saling serobot tidak mau mengalah. Ya, melihat kondisi tsb kami hanya bisa mengelus dada. Ironis, guru-gurunya saja berperilaku seperti ini. Bagaimana mau mengajarkan budaya tertib pada murid-murid.

Kondisinya berbeda dengan antrian di dua kecamatan lain, Pancoran Mas dan Cipayung. Masing-masing guru dipanggil ke depan sesuai nomor antrian. Yang belum dipanggil, dimohon duduk di kursi yang disediakan.

Setelah kondisi bertambah crowded dan semrawut, para pengantri pun mulai protes. Akhirnya nomor antrian mulai diberlakukan kembali. Jarum jam sudah menunjukkan sekitar pukul 10.00, tapi formulir untuk guru Madrasah Ibtidaiyah belum datang juga. Kabar dari panitia, masih dalam perjalanan. Yah, mungkin kurirnya mampir ngopi atau sarapan dulu jadi lama sampainya 🙂

Sekitar pukul 11.00 panitia mengumumkan formulir guru MI sudah datang. Padahal slot waktu yang tersedia hanya sampai jam 12 siang, karena jam 1 giliran dari kecamatan lain. Sampai pukul 12.30, barulah kami mendapat giliran dipanggil ke depan.

Ternyata di depan meja panitia, yang harus dilakukan hanya menerima atm beserta amplop berisi PIN, dan tanda tangan di buku tabungan. Proses pengurusan yang sangat mudah dan makan waktu kurang dari 5 menit, harus menunggu 3 jam lebih! Benar-benar pelayanan yang PROFESIONAL dari BNI.

BELAJAR MEMBERI PELAYANAN YANG EFISIEN DAN PROFESIONAL

Mau tidak mau, banyak yang membandingkan dengan prosedur pendaftaran rekening tahun lalu saat dana tunjangan masih disalurkan melalui Bank Mandiri. Saat itu, kepala sekolah mengambil formulir pendaftaran secara kolektif. Kemudian dibawa ke sekolah untuk diisi semua guru yang berhak mendapat tunjangan. Kalau sudah komplit, dikumpulkan kembali ke bank melalui kepsek. Beberapa hari kemudian, buku tabungan dan atm sudah datang ke sekolah masing-masing. Mudah dan EFISIEN.

Padahal menurut cerita kepala sekolah, pihak BNI sebelumnya juga melakukan mekanisme yang sama saat penyaluran dana BOS. Hanya saja, saat itu yang hadir cuma masing-masing kepala sekolah saja. Jadi tidak seramai penyaluran tunjangan fungsional yang dihadiri ratusan guru bahkan mungkin ribuan. Pun seharusnya BNI bisa belajar dari pengalaman Bank Mandiri saat penyaluran tahun lalu.

Jadi guru-guru tidak perlu repot datang berbondong-bondong. Murid-murid pun tidak kehilangan haknya untuk belajar. Pihak BNI pun juga lebih mudah tinggal menerima formulir pendaftaran dari sekolah. Hemat waktu, tenaga, dan biaya.

Sekali lagi, terima kasih BNI atas pelayanan yang “EFISIEN” dan “PROFESIONAL” ini.

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: