Antara Perempuan Somalia dan Pagar Tetangga

Jasa Website Instant Murah @ http://JawaraShop.com
Sudah lebih setengah bulan puasa, baru berkesempatan silaturahmi ke keluarga ku di SINAI. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, tanganku sibuk memencet tombol remote televis.

Buka puasa kira-kira masih setengah jam lagi. Tiba-tiba ada yang membunyikan bel rumah, seperti biasa yang paling dekat pintu dia yang membukakan pintu. Tidak ada yang berbeda setiap kali aku datang ke SINAI, tidak pernah ada wanita yang mengetuk pintunya. Hari itu berbeda, aku kaget bukan kepalang. Seorang perempuan berkebangsaan Afrika berhijab dan bercadar dengan mengucapkan salam sambil memegang dua mangkuk makanan di depan markas ikhwan SINAI berdiri di depan pintu.

Mau apa perempuan itu?

Wanita itu menggunakan baju cokelat, berhijab dan cadar hitam. Dalam hati aku menyangka, mungkin ia mau berbagi makanan berbuka. Aku sambut dua mangkuk piring penuh itu dengan melemparkan senyuman. Dari belakang pintu bapak Direktur menyodorkan dua piring kosong bersih yang sudah dicuci agar aku berikan pada wanita itu.

Dalam hati aku sudah bisa menebak, bahwa perempuan ini mengantarkan makanan setiap hari ke markas kami. Memang orang Mesir suka berbagi maidaturrahman di bulan yang diberkahi ini. Sangat terasa pengamalan sunnah Nabinya. Saling mengasihi, berbagi dan mencari ridho Allah di negeri Kinanah ini.

Dalam beberapa saat aku baru tahu bahwa wanita itu ternyata tinggal tepat di flat depan SINAI. Dan lebih kagetnya lagi, wanita itu bukan orang Mesir, tapi orang Somalia. Somalia yang sedang dilanda perang saudara dan kelaparan yang tak berkesudahan sampai saat ini, adalah negeri asal perempuan yang memberikan makanan tadi.

Bukan main takjubku saat itu, hingga aku sempat mengabadikan makanan ta’jil yang diberikan perempuan Somalia itu dengan ponselku.

Makanan

Dua mangkuk itu berisi makanan yang belum pernah aku coba sebelumnya. Satu mangkok berisi pudding yang rasanya agak aneh di lidah orang Asia, namun enak dan menyegarkan karena berisi anggur dan potongan pisang. Di mangkuk lainnya, ada kurma dan gorengan seperti di Indonesia berbentuk segitiga.

Setelah digigit ketahuanlah bahwa isinya adalah kibdah (hati). Gorengan itu benar-benar enak. Belum beberapa menit sudah laris dicicip. Rasa kagum pun bertambah, karena baru kali ini aku makan gorengan di Mesir dan rasanya pun nyaris sama dengan yang di Indonesia.

Saat itu pikiranku melayang ke negeriku nun jauh di seberang samudera, Indonesia. Mereka orang Somalia, yang saudara-saudaranya sedang kelaparan ini, mau berbagi dengan sesama di bulan Ramadan kepada orang yang tidak ia kenal bahkan bukan dari bangsanya. Aku pun teringat dengan jutaan orang Mesir lainnya yang senantiasa berbagi makanan berbuka setiap hari di bulan Ramadan semenjak pertama kali ku menginjakkan kaki di negeri ini.

Dan kemudian pikiranku terbang menerawang ke Indonesia. Aku teringat bagaimana gaya kehidupan bertetangga di negeriku. Nyaris sudah seperti di negara barat yang selfish dan tidak peduli dengan tetangganya. Membangun pagar rumah setinggi pagar penjara. Membuat makanan namun tak pernah berbagi pada tetangga. Aku tertegun dan berfikir, apa yang salah sebenarnya dengan penduduk di negeriku?

Artikel : Muhammad Zakaria Darlin @ Kompasiana

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: