Orang Indonesia Paling Kreatif Membuat Singkatan

Orang Indonesia Paling Kreatif Membuat Singkatan
https://supermilan.wordpress.com

Curhat. Kata yang kemudian menjadi pembicaraan banyak kalangan saat ini. Apalagi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dituding sering membela diri ketika banyak orang yang menyudutkan citra dirinya. SBY dibilang sering curhat kepadanya rakyatnya.

Curhat. Merupakan akronim dari Curahan Hati. Atau ada juga yang menyebut curhat adalah pelafalan Indonesia dari kata berbahasa inggris, cure heart atau hati yang luka. Namun akronim dari curahan hati nampaknya lebih populer. Beberapa waktu belakangan, pelafal bahasa indonesia sepertinya semakin kreatif dalam menciptakan singkatan atau akronim baru bahkan dari gabungan kata yang tidak lazim.

Sebut saja jadul, akronim dari jaman dulu. Lola dan lemot, masing-masing akronim dari loading lama dan lemah otak. Dua akronim ini sering dipakai untuk menyebut kinerja perangkat komputer yang lamban. Atau yang ini, Alay. Istilah terakhir ini akronim dari kata anak layangan. Erwin Hutapea, penyelaras bahasa portal berita kompas.com, menyebut tidak begitu jelas maksud atau arti layangan di sini. Namun, karena perilaku layangan yang ketika dimainkan harus ditarik dan diulur, kemudian dijadikan perumpamaan kepribadian remaja yang masih labil. Artinya, bisa berubah-ubah karena ada tarikan dari sana-sini sesuai dengan pengaruh di sekitarnya.

Selain Alay, ada lagi Ababil atau ABG labil. ABG sendiri sudah singkatan, masih dijadikan akronim pula. Anak muda memang pandai untuk urusan singkat-menyingkat kata. Masih ingat dari mana asal kata Bokap, Nyokap, Boker atau yang sejenisnya. Kata Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) bahkan disingkat lagi menjadi Bonyok. Kata seperti ini bermula dari tambahan imbuhan “ok”, “oke”, atau “oka” pada tengah kata.

Namun sebenarnya pola ini juga tidak terlalu baku. Boker mendapat sisipan “oke” dari kata “Ber”, kata depan dari Berak. Atau Nyokap yang entah bagaimana menelisipkan sisipan “ok” dari kata Nyak. Singkatan model ini dipopulerkan pada masa Dono, Kasino, Indro dan beberapa penyiar sejaman sedang jaya-jayanya di Radio SK Jakarta, jauh sebelum mereka masuk dunia televisi lewat Warkop DKI.

Dunia kemiliteran menjadi salah satu institusi yang getol memopulerkan akronim dan singkatan selain institusi kenegaraan sendiri. Ada puluhan akronim dalam dunia militer yang telah berlangsung lama dan dimengerti secara masif. Dari Kodam (Komando Daerah Militer) sampai Koramil (Komando Rayon Militer), dari Brimob (Brigadir Mobil) sampai Densus (Detasemen Khusus). Mulai Danton (Komandan Pleton) hingga Danjen (Komandan Jenderal).

Dengan demikian, jika terus dirunut, tentu akan banyak sekali singkatan atau akronim di Indonesia. Dengan tujuan yang beragam tentunya. Mulai dari untuk mempermudah penyebutan atau biar lebih enak didengar. Namun yang tak boleh dilupakan sebenarnya adalah bagaimana singkatan atau akronim lebih memperkaya bahasa Indonesia bukan untuk menggerus keberadaan bahasa nasional ini. Akronim yang populer di kalangan remaja hendaknya juga tidak menyalahi ketentuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Artikel : Ekopangkapi @ Kompasiana

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

2 Tanggapan

  1. itulah Indonesia.. tau sendiri kan.

  2. hahaha… bener bngt mas…..
    memang kreatif kalo masalah singkat menyingkat..hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: