Norak HP

Norak HP
https://supermilan.wordpress.com

Foto di atas diambil dari berita di Harian Kompas. Beritanya tentang sebuah diskusi yang diselenggarakan, tentang masalah politik Indonesia. Lazimnya sebuah diskusi, yang duduk di depan itu adalah para pembicara. Mereka ini tentu orang terdididik, dan pintar. Tapi lihatlah kelakuan mereka.

Saat seseorang sedang menyampaikan pendapatnya, dua pembicara lain asyik dengan ponsel mereka. Yang satu sedang bertelepon, yang satu lagi entah sedang ber-SMS atau main game. Sebuah pemandangan yang lazim memang, tapi sungguh tak etis. Kedua orang ini sama sekali tak menunjukkan sikap hormat kepada pembicara yang sedang mendapat giliran berbicara.

Saya sangat sering menemukan hal seperti ini. Dalam berbagai pertemuan antar perusahaan, rapat-rapat resmi di kantor-kantor pemerintah. Di mana saja. Orang berlagak seperti orang penting yang harus menjawab telepon di mana saja, dalam keadaan apa saja, tanpa perlu mempertimbangkan keaadaan di sekelilingnya.

Eep Saefulloh Fattah bahkan pernah menulis bahwa anggota DPR yang sedang kunjungan kerja ke Perancis juga menunjukkan kelakukan tak etis itu, menjawab telepon saat sedang berdiskusi dengan anggota parlemen Perancis.

Bila ada panggilan penting yang memang harus dijawab seharusnya kita beranjak keluar dari ruang pertemuan, menjawab telepon itu di luar. Itulah yang saya lakukan saat saya dalam pertemuan dengan orang lain. Sikap kita bertelepon di hadapan orang lain itu adalah sikap tak sopan. Belum lagi kebisingan yang kita timbulkan mengganggu orang lain.

Yang juga tak kalah norak adalah saat naik pesawat. Sampai detik-detik terakhir menjelang pesawat tinggal landas masih banyak orang yang sibuk menelepon atau berkirim SMS. Nanti saat tiba di tempat tujuan, begitu pesawat menyentuh landasan pesawat sudah berisik dengan bunyi HP dinayalakan, dan suara orang bicara. Padahal sudah ada peringatan agar menyalakan HP setelah turun dari pesawat.

Sebegitu pentingkah pembicaraannya? Bulan lalu saat pulang kampung ke Pontianak orang di sebelah saya menelepon sesaat setelah pesawat mendarat. Yang dibicarakan sangat sepele. “Tadi penerbangan lancar, berlangsung satu jam lebih bla bla bla.”

Karena suara-suara di sekitar ia sepertinya kesulitan mendengar lawan bicara, lalu dia menyalakan speaker pada HPnya. Tak tahan, saya tegur dia. “Berisik. Matikan HP kamu, dan meneleponlah sepuas kamu setelah kamu turun dari pesawat ini.” Sengaja saya keraskan suara saya agar didengar oleh penumpang lain.

Bangsa ini, mengapa begitu norak?

Artikel : Kanghasan @ Kompasiana

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s