Pernikahan Anak SBY yang Serba Istana Menimbulkan Tanda Tanya

Ibas
https://supermilan.wordpress.com

Pernikahan ke dua anak Presiden SBY dapat dikatakan sebagai pernikahan yang serba istana negara. Seperti kita ketahui bahwa Pernikahan putra pertama SBY Agus Harimurti Yudhoyono digelar di Istana Negara Bogor. Hari ini, Kamis, 24-11-2011, pernikahan anak ke 2 SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono-Siti Ruby Aliya Rajasa dipastikan digelar di Istana Negara Cipanas, yang pernah menjadi tempat peristirahatan Presiden Soekarno.

Pernikahan ke 2 anak SBY yang serba istana ini telah menimbulkan pertanyaan public dan berbagai media, apakah pantas seorang presiden RI menggunakan istana Negara untuk menikahkan anaknya ? Pertanyaan tsb sedikitnya dilatarbelakangi oleh 2 hal, yaitu:

PERTAMA, para presiden RI sebelumnya cukup tahu diri dan tidak pernah menikahkan anaknya di istana Negara. Bahkan Presiden Soeharto yang di cap sebagai dictator dan keluarganya di nilai bergelimang harta pun tidak pernah menikahkan anak cucunya di istana Negara. Tampaknya SBY layak dinilai sebagai pemecah rekor Muri sebagai presiden RI pertama yang menikahkan anaknya di istana negara.

KEDUA: Istana negara adalah fasilitas Negara yang penggunaannya hanya untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan Negara dan pemerintahan.

Dalam PP Nomor 14 Tahun 2009 dan Kepmen Keuangan No. 225/MK/V/4/1971 di antaranya menyebutkan …… Yang disebut fasilitas negara adalah sarana yang dibiayai APBN atau APBD. Fasilitas yang dikuasai oleh negara, pemerintah, dibiayai oleh APBN atau APBD, di bawah pengurusan lembaga-lembaga negara dalam arti yang luas, tidak termasuk barang atau kekayaan yang dimiliki oleh BUMN/BUMD, yang pemanfaatannya ditujukan secara khusus untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

Ibas

Di sisi lain, hukum administrasi Negara mengatakan bahwa, fasilitas umum adalah barang yang dikuasai negara, dibiayai sebagian atau seluruhnya oleh anggaran dan belanja negara yang pemakaiannya atau peruntukkannya oleh pemerintah atau negara bagi umum.

Berdasarkan hal tsb dapatlah disimpulkan bahwa sebenarnya istana Negara tidak layak digunakan oleh seorang presiden untuk menikahkan anaknya. Akan tetapi jika presiden dan kaki tangannya merasa benar atau sah-sah saja menggunakan istana Negara untuk menikahkan anaknya, maka hal tsb menunjukkan kalau istana dapat digunakan sebagai fasilitas umum. Konsekuensinya masyarakat umum yang juga suka pamer kemewahan harus dibolehkan juga jika mau menikahkan anaknya di istana Negara.

Setiap orang tua dan calon mempelai hendaknya menyadari bahwa pernikahan membutuhkan restu dan doa dari sebanyak-banyaknya orang, karena itu sangatlah perlu diusahakan agar pernikahan tidak sampai dipermasalahkan oleh banyak orang.

Artikel : Kompasiana
Jual Aksesoris Martapura @ http://aksesorismartapura.com

Iklan

5 Tanggapan

  1. kalo saya sih setuju aja mas, bagaimanapun kita harus punya rasa bangga kepada para pemimpin kita.

  2. namanya aja penguasa, ya yang punya kuasa dong

  3. Yaelah. . .

  4. Adakalanya seseorang memberikan komentar yang kontroversial, seperti menyerang pemilik blog maupun orang lain, yang tujuannya adalah untuk menarik perhatian dlsb. Hal ini malah justru akan menjadikan boomerang bagi Anda sendiri. Persepsi orang terhadap diri Anda jadi ikutan negatif juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: