Sandal Jepit, Simbol Ketikdakadilan Baru di Indonesia yang Mendunia

Sandal Jepit AAL
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Indonesia memiliki simbol ketikdakadilan baru: sandal jepit. Begitulah berita-berita dari media asing. Aksi pengumpulan sandal jepit, baru atau lawas, pun mendunia.

Aneka judul menghiasi media massa asing, mulai media Singapura hingga AS. Ada yang memberi judul “Indonesians Protest With Flip-Flops“, “Indonesians have new symbol for injustice: sandals“, “Indonesia’s Flip-Flop Revolution“, “Indonesians dump flip-flops at police station in symbol of frustration over uneven justice“, maupun “Indonesians fight injustice with sandals“.

Koran Indonesia edisi Rabu (4/1/2012) juga tak kalah garang. Sejumlah koran menjadikan tebaran sandal jepit bekas di atas meja, yang dijepret dari ketinggian, sebagai foto utama di halaman satu.

Kasus Sandal Jepit

Sandal Jepit

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Hukum Ibarat Pisau, Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas

Kasus ini menggambarkan hukum di Indonesia saat ini masih belum memenuhi rasa keadilan. “Kasus pencurian sandal oleh AAL sekali lagi memberikan bukti ke kita bahwa hukum di Indonesia masih seperti pisau tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ujar Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Al Habsy kepada detikcom, Rabu (4/1/2012).

Aboe membandingkan dengan berbagai kasus oknum polisi yang sudah menghilangkan nyawa orang, yang hanya dikenai sanksi disiplin. Sementara AAL, yang dituduh mencuri sandal seorang polisi harus diancam dengan pidana 5 tahun.

“Lebay banget. Memang kita tidak bisa membenarkan tindakan AAL, yang mencuri sandal polisi, namun pemukulan oleh oknum polisi kepada AAL agar mengakui telah mencuri juga tidak dapat dibenarkan, tapi kenapa aksi pemukulan tersebut tidak diproses secara pidana?” kritik politisi PKS ini.

Menurut Aboe, tindakan kekerasan anggota polisi tersebut kepada AAL adalah tindakan penganiayaan. Dia mempertanyakan mengapa oknum polisi tersebut hanya dikenai sanksi disiplin. “Bukankah seharusnya dia bisa dikenai tindak pidana dan juga perlindungan anak, paling tidak kan diancam 15 tahun penjara. Lantas apakah hal demikian dapat disebut keadilan, keadilan model apa semacam ini?” ungkapnya.

Pengumpulan sandal di berbagai daerah untuk Kapolri, lanjut Aboe, adalah sebagai bentuk kritik yang pedas dari rakyat. Sebab, menurutnya rasa keadilan masyarakat telah dikhianati. “Saya berharap para penegak hukum bisa melihat kasus ini dengan hati nurani,” tutupnya.

Kisah ini bermula pada November 2010 ketika AAL bersama temannya lewat di Jalan Zebra di depan kost Briptu Ahmad Rusdi. Melihat ada sandal jepit, ia kemudian mengambilnya. Suatu waktu pada Mei 2011, polisi itu kemudian memanggil AAL dan temannya.

Briptu Rusdi Harahap
Briptu Rusdi Harahap yang Terhormat

Selain diinterogasi, AAL juga dipukuli dengan tangan kosong dan benda tumpul. Kasus ini bergulir ke pengadilan dengan mendudukkan AAL sebagai terdakwa pencurian sandal. Jaksa dalam dakwaannya menyatakan AAL melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan diancam 5 tahun penjara.

Sementara itu, Polda Sulteng telah menghukum polisi penyaniaya AAL. Briptu Ahmad Rusdi dikenai sanksi tahanan 7 hari dan Briptu Simson J Sipayang dihukum 21 hari.
Sandal Buat Kapolri__Sandal

Sebagai bentuk protes, aksi mengumpulkan sandal untuk Kapolri pun digelar di beberapa wilayah. Berikut lokasinya:

1. Untuk wilayah Tangerang, Komplek Citra Raya Tangerang;
2. Untuk wilayah Bekasi, di Jati Asih, Jalan Gandaria Blok M no 14, Bekasi;
3. Untuk wilayah Depok Kompleks Tugu Indah no. B22;
4. Untuk Wilayah Jakarta di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat;
5. Untuk Wilayah Palembang di Jalan Basuki Rahmat No 2, Kel. Talang Aman, Kec. Ilir Timur I, Palembang.

Sementara itu, Mabes Polri menggelar jumpa pers terkait kasus AAL. Mabes Polri menegaskan, kasus AAL masuk ke pengadilan atas permintaan orangtua AAL sendiri. Mabes Polri juga bersedia menerima sandal sumbangan masyarakat dari posko di KPAI tersebut dan akan mendonasikan kepada yang membutuhkan.

Artikel : Detik
Foto : Antara, Solo Pos FM, Harian Sumut Pos, Terbaru Di Dunia
Terkait : Kronologi Kasus Sandal Jepit versi Tim Investigasi KPAI

Peluang Usaha Produk Immunocal @ http://immunocalnetwork.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Aksesoris Martapura @ http://aksesorismartapura.com

Iklan

Satu Tanggapan

  1. makanya saya suka bilang, negara kita adalah negara terunik di dunia. “Hanya Ada di Indonesia”. Karena maling sendal cepit, di tuntut 5 tahun. nah yang maling 10 milyar, dituntut 2 tahun. anehhhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: