Bayi Usia 23 Hari Tinggal di Kolong Jembatan Layang

Bayi Usia 23 Hari Tinggal di Kolong Jembatan Layang
https://supermilan.wordpress.com

Ibu Kota lebih kejam dari ibu tiri, kira-kira ungkapan tersebut menjadi gambaran warga korban gusuran. Suara bising, semilir angin jalanan, dan debu polusi Ibu Kota mau tak mau harus dirasakan Muhammad Nurul Anam, seorang bayi yang baru berusia 23 hari.

Bersama ibunya, Sri Rahayu (30), untuk sementara waktu terpaksa Muhammad Nurul Anam tinggal di kolong jembatan layang Jalan Pemuda, Jakarta Timur, karena kontrakan yang dihuninya sembilan bulan terakhir digusur Pemprov DKI, Senin (6/2/2012) kemarin. Sejak semalam, anak bungsu dari empat bersaudara tersebut, diakui ibunya, mengalami muntah-muntah karena masuk angin.

“Muntah terus ini anak, kayaknya masuk angin deh, tadi sih sudah dikasih minyak kayu putih,” ujar Sri kepada Kompas.com di lokasi, Selasa (7/2/2012).

Bagaimana tidak, hanya dengan berbekal selimut yang dilipat dan ditumpuk hingga tebal serta triplek kayu ukuran 1 x 2 meter persegi menjadi tameng seadanya keluarga tersebut dari ganasnya udara Ibu Kota. “Enggak enak, makanan enggak ada jadi terpaksa beli,” ujarnya.

Sementara suaminya, Ali Mustofa (45), yang sehari-hari berprofesi sebagai pengumpul barang bekas, tak kuasa menghindari kondisi demikian. Pasalnya, selain memiliki penghasilan tak menentu tiap harinya, dia juga harus mencari tempat tinggal baru untuk tempat bernaung keluarganya tersebut.

“Enggak tahu nih mau sampai kapan, lagi cari kontrakan belum dapat-dapat,” ujarnya. Untuk kepentingan mandi, cuci, serta aktivitas yang membutuhkan air bersih lainnya, termasuk memandikan bayinya, Sri terpaksa harus berjalan sejauh dua kilometer dari kolong jembatan layang untuk bisa melakukan aktivitasnya.

“Numpang nyuci di sana bayar Rp 1.500, kalau mandi Rp 1.000,” katanya. Menghadapi kejamnya Ibu Kota tersebut, dirinya mengaku tak berharap apa-apa dan pasrah terhadap keadaan. Dia lebih memilih untuk menjalankan kehidupan ini apa adanya. “Ya, kami mah mau gimana lagi,” ujarnya sambil tersenyum dan sambil menyusui anak balitanya.

Sebelumnya diberitakan, sekitar petugas Satpol PP yang didukung personel TNI dan Polri membongkar 200 bangunan dalam areal tanah seluas 8.511 meter persegi di simpang empat Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Sebagai pemilik sah lahan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan, warga menempati lahan yang akan dijadikan kantor Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur.

Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: