Jualan di Indonesia Kok Pake Dolar!

Dolar
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
“Yang ini lima ratus empat puluh enam…” kata si Penjual pada Mang Kosim yang mampir ke tokonya untuk melihat-lihat laptop. Bukan gaya-gayaan, Mang Kosim liat-liat laptop buat anaknya yang lagi kuliah, dan konon sekarang sedang nyusun skripsi, jadi perlu laptop. “Murah geuning (ternyata), nggak sampai enam ratus rebu…” kata Mang Kosim sambil tersenyum senang. Si Penjual ikut tersenyum, “Bukan 546 ribu, Pak, 546 dolar!” katanya.

Mendengar itu Mang Kosim langsung nyureng, “546 dolar? Wah nggak jadi atuh, saya mah nggak punya duit dolar. Ini bawa lima juta saja sudah pada lecek duitnya, hasil kumpul-kumpul jual jengkol, rambutan, sama jual pohon sengon 5 batang…” katanya dengan wajah kecewa.

Si Penjual tersenyum lagi, entah tulus apa enggak, “Kalau bapak anggarannya segitu, ini ada yang 428 dolar, masih bisa masuk, spesifikasinya sama, cuma beda merek saja, yang ini buatan Indonesia, cuma yang ini belum termasuk OS, masih kosongan…” katanya lagi sambil menunjuk laptop yang lain.

Mang Kosim mendelik, “Saya mau beli laptop yang ada isinya Koh.. masak saya beli laptop yang kosong. Anak sayah butuh laptop, bukan kantongnya!” katanya sebel, merasa dirinya dilecehkan sama yang jual.

Si Penjual tersenyum lagi, “Maksudnya, yang ini belum termasuk programnya. Kalau mau sama programnya sekalian, nambah 25 dolar lagi, nanti kita installin sekalian…” sambungnya, sambil terlihat berusaha sabar menghadapi Mang Kosim.

“Nah gitu atuh, nawarin barang yang jelas, terus jadinya berapa kalo sama programnya?” tanya Mang Kosim. Si Penjual ngambil kalkulator, “428 sama 25 sama dengan…..” si Penjual belum ngomong, Mang Kosim sudah motong, “453! Masak ngitung segitu aja pake kalkulator…!” katanya. Si Penjual nyengir asem, “Iya segitu Pa, 453…”

“Dolar lagi?” tanya Mang Kosim. Si Penjual mengangguk. “Dolar Amerika apa dolar Hongkong?” tanya Mang Kosim lagi. “Amerika Pa…” jawab si Penjual lagi. “Memangnya di sini nggak jual laptop yang pake duit kita? Apa kita harus ke Amerika dulu nukerin duit buat beli laptop di sinih?” tanya Mang Kosim dengan sebel. “Di sini semuanya pake dolar Pa….” kata si Penjual.

“Ya sudah, kalo nggak ada laptop yang harganya pake duit sini, saya nyari di toko sebelah saja…” kata Mang Kosim sambil beranjak dan menarik tangan Kabayan yang menemaninya. Tapi si Penjual segera menahan Mang Kosim, “Sebentar Pa, di sini, walau semuanya pake dolar, tapi bisa di kurs-kan sesuai dengan nilai kurs sekarang…” katanya lagi, “Jadi bapak masih bisa pake uang rupiah yang bapak punya, tinggal kita hitung berapa kurs dolar ke rupiah sekarang, terus dikali nilai barangnya…” kata si Penjual lagi.

Mang Kosim melengos, “Jadi saya masih bisa pake duit saya nih?” tanyanya. Si Penjual mengangguk. “Dari tadi kek. Sok atuh hitung, berapa jadinya?” tanya Mang Kosim. “Mau yang mana laptopnya?” tanya si Penjual lagi. “Itu tadi aja, yang ada isinya!” kata Mang Kosim.

Si Penjual lalu mengambil kalkulatornya lagi, “453 dikali kurs sekarang 9.050, jadinya….” Mang Kosim langsung nyerobot lagi, “4.099.650!” kata Mang Kosim tanpa menggunakan kalkulator. Sementara si Penjual mengeceknya di layar lalu mengangguk, “Iya pa, segitu…” katanya sambil cengengesan.

“Ya sudah kalo segitu mah, dijejegkeun (digenapin) saja jadi 4 juta, bisa kan?” tawar Mang Kosim. Tapi belum lagi si Penjual itu mengiyakan, seorang perempuan setengah baya yang sejak tadi duduk diam di belakang mesin hitung berteriak menyela, “Hok, kurs sekarang 9.200, bukan 9.050… kemarin naik gara-gara demo BBM yang bakar-bakaran!” katanya.

Si Penjual melirik Mang Kosim, “Maaf Pak, kursnya 9.200, jadi harganya…” si Penjual menghitung lagi pake kalkulator, tapi Mang Kosim segera menyela, “4.167.600!” katanya. Si Penjual mengiyakan setelah melihat layar kalkulatornya. “Iya Pa, segitu…” katanya.

“Sebentar, perasaan dari tadi, saya masuk ke toko ini, nggak ada satupun barang yang jelas harganya. Semua pake dolar. Setelah dihitung, dolarnya naik terus. Memangnya dolar naiknya berapa jam sekali?” tanya Mang Kosim yang mulai merasa dipermainkan. Perempuan setengah baya yang tadi ikut nimbrung tanpa meninggalkan tempatnya, “Ya naik turun Pa, tergantung situasi. Kalau situasinya kayak gini biasanya naik terus, barang lain juga pada naik…” jawabnya.

Kabayan yang sejak tadi memperhatikan tanpa ikut campur, akhirnya ikut ngomong karena ikutan sebel. “Sebentar Koh, ini leptop buatan taun berapa?” tanyanya pada si Penjual. Si Penjual melihat bagian bawah laptop itu, “Tahun 2011 akhir Pa…” katanya, “Masih baru kok, kita jamin, ini belum ada keluaran barunya…” tambahnya meyakinkan.

Kabayan nyengir, “Kalo gitu, kursnya harus pake waktu barang ini didatangkan, bukan waktu sekarang. Pasti lebih murah!” kata Kabayan. Si Perempuan langsung nimbrung, “Nggak bisa Pa, kalau kurs ya ikut sekarang!” timpalnya.

“Hah, kumaha ari si Enci, barangnya beli taun 2011, ikut kursnya sekarang.. teu puguh (nggak jelas) atuh kalau begitu mah!” kata Kabayan. Mang Kosim diam, ia merasa ada gunanya juga ngajak si Kabayan ke sini. “Ya sudah,” kata Si Enci, “Kita lihat kurs sekarang…” katanya sambil melihat hapenya, “Udah deh, sekarang kursnya 9.150, turun 50 perak…” katanya mulai sebel sama si Kabayan.

Mang Kosim melirik Kabayan minta pendapat, Kabayan menggeleng, “Tunggu aja sampe kursnya delapan rebuan Mang!” katanya. Mang Kosim mengangguk, lalu melirik si Penjual, “Nggak jadi aja Koh, saya nunggu kursnya delapan rebu…” Si Enci langsung menyela, “Kapan kursnya bisa segitu Pa, percaya deh sama saya, kalaupun turun nggak bakalan sampe delapan rebu mah!” katanya.

Kabayan tersenyum, “Sudah Mang, nyari yang jualannya nggak pake dolar sajah, biar jelas nggak pake kurs-kursan!” katanya. Mang Kosim mengangguk, “Bener Yan, kita kan belanjanya di Indonesia, pake duit Indonesia, bukan pake duit Amerika, lagian kan tadi katanya ini laptop buatan Indonesia…” katanya sambil menarik tangan Kabayan meninggalkan toko itu.

Artikel : Alip Yog Kunandar @ Kompasiana
Foto : Tribun News

Peluang Usaha Produk Immunocal @ http://immunocalnetwork.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Aksesoris Martapura @ http://aksesorismartapura.com

Satu Tanggapan

  1. premium juga pake dolar. padahal itu minyak kita juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: