Berguru Mendidik Anak Pada Ibu Kantin

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Senin kemarin saya terlambat makan siang, jam 2 siang. Akibatnya kantin di kantor sudah sepi. Sembari makan saya ngobrol santai dengan ibu pemilik kantin, Mbak Indah. Tiba-tiba HP mbak Indah berbunyi, ternyata ada SMS masuk. Mbak Indah membacanya sambil tertawa tergelak. Ternyata itu adalah SMS dari anak tunggalnya yang kini kuliah di Salatiga. Isinya kurang lebih begini :

“Ma aku lagi makan sendirian di warung dekat kampus, warungnya sepi banget…. Jadi inget mama, sekarang warung mama lagi sepi atau ramai? Masakannya masih banyak? Tetap semangat ya Ma”

Sungguh saya terharu membaca SMS ini. Anak Mbak Indah yang bernama Riko adalah anak tunggal, seorang cowok. Kira-kira berumur 19 tahun, sedang menempuh kuliah dan kos di kota Salatiga. SMS tersebut menunjukkan bahwa Riko begitu dekat dan perhatian dengan ibunya.

Menurut Mbak Indah banyak yang bilang ia beruntung memiliki anak seperti Riko. Dari kecil selalu juara kelas, tidak pernah membuat masalah baik dilingkungan sekolah atau rumah, pintar bergaul, selalu terbuka, jujur dan gemar menabung, dan mandiri walaupun dia anak tunggal.

Tapi Mbak Indah bilang bahwa itu bukan keberuntungan, tapi hasil dari perjuangan mendidik anaknya sejak kecil. Berikut ini rangkuman dari perbincangan dengan Mbak Indah tentang bagaimana beliau mendidik anaknya :

1. Anak adalah Investasi Masa Depan

Sejak awal Mbak Indah percaya bahwa anak adalah investasi masa depan. Seorang anak akan membuat bangga atau memberi malu sebagian besar akan dipengaruhi bagaimana orang tua mendidiknya sejak awal. Menurutnya lagi, banyak orang tua yang kadang abai dan kurang perhatian terhadap anak.

Ketika anaknya terlibat hal buruk yang membuat malu, orang tua baru tersadar tapi seringkali lebih menyalahkan anaknya. Layaknya sebuah investasi, anak harus kita perlakukan dengan baik, kita amati perkembanganya, analisa dan pecahkan permasalahanya, dan kita bantu kembangkan potensi dan minatnya.

2. Menerapkan Disiplin dengan Teladan

Bagi mbak Indah, disiplin itu harus diterapkan pada segala hal mulai dari hal kecil seperti merapikan tempat tidur, sampai pelaksanaan ibadah sehari-hari. Paling penting dalam penerapan disiplin adalah pemberian contoh atau teladan. Jadi bukan hanya sekedar menyuruh atau menghukum tapi juga orang tua harus meneladani setiap hari.

3. Selalu Terbuka

Sejak kecil mbak Indah membiasakan bersikap terbuka kepada anaknya. Sikap saling terbuka ini bisa dipupuk sejak kecil dengan membiasakan bertanya pada anak tentang apa yang dialaminya seharian, apa yg membuatnya senang atau teman mana yang ia ajak bermain.

Biarkan anak bercerita panjang lebar. Orang tua pun bisa melanjutkan dengan bercerita kegiatanya dalam hari itu. Istilah mbak Indah, kegiatan ngrumpi sama anak. Hal ini akan mendekatkan hubungan ibu dan anak. Bila anak berbuat salah, kasih tahu apa kesalahan dan dampaknya serta bagaimana tindakan yg benar.

4. Berikan Gambaran tentang Keuangan Keluarga

Mungkin banyak orang tua yang tidak mau membahas masalah keuangan dengan anak. Bisa saja dengan alasan bukan urusan anak atau takut membebani pikiran anak. Tapi menurut mbak indah, sejak kecil ia sudah menanamkan pemahaman pada anaknya, bahwa orang tuanya bekerja keras untuk mendapatkan uang guna menafkahi seluruh keluarga.

Sehingga uang yang diperoleh harus digunakan dengan cermat. Mbak Indah biasa membahas pendapatan warung dalam sehari, kemudian menghitung laba ruginya, sehingga anak akan ikut berempati dan pada akhirnya lebih menghargai peran masing-masing.

Orang tua bekerja untuk mencari uang, dan anak harus menghargainya dengan menjadi anak yang patuh dan pintar di sekolah. Yang paling penting adalah ketika membahas keuangan jangan membahasnya dengan mengeluh, marah dan selalu merasa kekurangan uang.

Bicarakan dengan nada santai. Misalnya…wah bulan ini penjualan agak kurang ya…maaf Mama gak bisa beliin sepatu baru, atau jika sedang punya uang lebih, utarakan juga bahwa kali ini anak boleh memilih mainan kesukaannya.

5. Menjadi Sahabat

Orang tua tidak boleh bersikap hanya sebagai “orang tua” tapi juga harus bisa menjadi sahabat anak. Sahabat berarti adalah orang yg dipercaya anak, menghargai privasinya dan selalu ada saat anak membutuhkan.

Saya tak menyangka, bahwa Mbak Indah yang begitu sederhana mempunyai pandangan dan cara yg begitu mendalam dalam mengelola kehidupanya. Seorang guru, yang mengajari kita hal-hal baru, memang bisa ditemukan dimana saja.

Sumber : Mei @ Kompasiana

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Satu Tanggapan

  1. Orang tua tidak boleh bersikap hanya sebagai “orang tua” tapi juga harus bisa menjadi sahabat anak. Sahabat berarti adalah orang yg dipercaya anak, menghargai privasinya dan selalu ada saat anak membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: