Akibat Meremehkan

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Ketika kita mulai meremehkan segala sesuatunya, maka kesulitan akan segera datang.

Ketika berkhotbah tentang godaan, Stewart Anderson mengingatkan kita pada Boby Leach. Ia adalah orang Inggris yang mengejutkan dunia dengan terjun di air terjun Niagara dalam sebuah tong tanpa luka. Beberapa tahun kemudian, ketika berjalan-jalan dia terpeleset kulit jeruk dan dibawa ke rumah sakit karena kakinya patah.

Dr. Anderson menambahkan, “Beberapa godaan besar seperti air terjun Niagara tidak mencelakai kita. Namun, hal-hal kecil justru mencelakakan kita karena kita meremehkannya.”

Para pendaki gunung biasanya juga tidak terlalu takut pada cuaca yang ektrim atau medan yang berat, karena mereka bisa melakukan berbagai persiapan untuk mengatasinya. Justru yang orang-orang itu takutkan adalah ketika disepanjang perjalanan sepatu mereka kemasukan pasir atau kerikil tajam.

Itu bisa sangat menyakitkan kaki, bukan hanya membuat kaki lelah, melepuh, berdarah, tapi juga bengkak. Bila sudah seperti itu, para pendaki jadi tidak bisa melanjutkan perjalanan lagi. Jadi, mereka sangat berhati-hati terhadap batu, pasir, dan kerikil yang ada.

Ya, seringkali yang membuat orang jatuh bukanlah karena batu yang besar, tapi karena kerikil yang kecil. Batu yang besar bisa terlihat dengan mudah, jadi bisa dihindari. Namun kerikil kecil seringkali luput dari perhatian kita, atau bahkan kita anggap sebagai hal yang sepele, yang tidak akan mengakibatkan apa-apa, sehingga kita meremehkannya.

Tanpa sepengetahuan kita, hal tersebut malah dapat menimbulkan kejadian yang fatal. Di dalam hidup ini, banyak pula hal yang sering kita anggap tidak berarti sehingga kita kurang memberi perhatian pada hal tersebut. Berapa banyak kerja sama besar yang gagal dilaksanakan karena sikap kita yang kurang ramah dalam berkata-kata dengan orang lain?

Berapa banyak karyawan yang ditolak bekerja saat diwawancarai karena kurang rapi dalam berpenampilan? Berapa banyak rapat penting yang kita lewati karena alasan telat bangun pagi atau terkena macet di jalan? Kita gagal, bukan karena tidak memiliki keterampilan atau kemampuan yang lebih, namun karena kita terlalu menyederhanakan masalah yang ada.

Masih banyak hal-hal kecil, yang dapat memberi pengaruh besar, pengaruh yang negatif bagi kemajuan dan pencapaian kita. Karena itu, berhati-hati dan waspadalah. Orang bijak mengatakan bahwa banyak orang menjadi sukses dan berhasil dengan memperhatikan hal-hal sepele yang diabaikan orang lain.

Jadi, mulai hari ini jangan menyepelekan apapun. Jangan biarkan hal kecil terlewat dari perhatian Anda. Bila dulu kita termasuk orang-orang yang suka menganggap remeh pekerjaan dan tugas yang kita kerjakan, buanglah jauh-jauh sikap negatif tersebut. Mulailah menganggap setiap hal yang Anda lakukan adalah hal yang penting, yang besar, yang berguna bagi khalayak ramah, yang diperhatikan banyak orang.

Bila sebelumnya kita suka menunda tugas-tugas, dan mengatakan, “Gampanglah, masih ada banyak waktu untuk menyelesaikannya. Masih ada besok, masih ada lusa.” Kikislah cara berpikir yang demikian. Ingatkanlah pada diri kita, jika kita tidak mengerjakannya sekarang, tidak berusaha mencicilnya, maka pekerjaan akan makin menumpuk dan memerlukan lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Menunda berarti mencari bahaya. Atau bila kita termasuk orang yang tidak suka memperhatikan penampilan, dan cara berpakaian, mulailah beri perhatian pada hal ini. Bayangkanlah, seandainya Anda seorang sales, lalu Anda datang kepada konsumen dengan pakaian yang tidak disetrika rapi, rambut Anda tidak disisir, wajah Anda terlihat kusam, lesu, tidak harum, kira-kira adakah pembeli yang mau membeli dari Anda?

Apakah menurut Anda mereka yakin dengan barang yang Anda tawarkan? Saya rasa tidak. Sebagai karyawan, cara kita dalam berbusana juga sangat mempengaruhi cara pendang orang lain terhadap kita. Bila kita menggunakan pakaian yang rapi, sopan, sesuai dengan situasi, maka rekan kerja, atasan, klien akan lebih respek terhadap kita.

Mereka pun jadi senang bekerja sama dengan kita. Sebaliknya, bila dalam suasana formal, lalu kita terlihat memakai sendal jepit, atau bagi kaum wanita bra nya terlihat ke mana-mana, menggunakan rok terlalu mini, ketat, yakinlah orang-orang pun akan menilai kita sebagai pegawai yang kurang profesional, tidak mengerti sopan santun dan etika.

Bila sudah seperti itu, akankah perusahaan menghargai Anda? Adakah klien yang mau mengajak Anda mengerjakan proyek-proyek besar? Mereka akan berpikir, “Dalam soal pakaian saja sudah tidak becus, tidak disiplin, tidak benar, bagaimana bisa ia melakukan hal-hal yang lebih besar lagi?”

Mari belajar memberi perhatian pada hal-hal kecil yang dapat membawa kita pada jalan kemenangan. Jangan sampai karena nila setitik, maka rusaklah susu sebelanga. Kita tidak ingin bukan hanya karena lalai atau lupa, kita jadi gagal menerima pekerjaan yang besar?

Kita tidak bukan karena soal pakaian, kita jadi tidak diterima oleh perusahaan bergengsi? Jangan abaikan hal sekecil apapun, karena itulah yang akan menentukan kita berhasil atau gagal.

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Iklan

Satu tanggapan untuk “Akibat Meremehkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s