Diva, Bayi 2 Bulan Penderita Jantung Bocor Butuh Uluran Tangan

Asmara Dewi pusing tujuh keliling karena bayi mungilnya, Diva Anggraini (2 bulan), yang paru-paru dan jantungnya bermasalah harus pulang dari RSAB Harapan Kita akibat tidak ada biaya. Padahal Diva masih harus mendapatkan perawatan karena nafasnya terengah-engah seperti pelari.

Kisah itu bermula saat Dewi melahirkan anak keduanya itu di bidan di daerah Pondok Cina, Depok, pada 27 April 2012. “Diva saat lahir tidak menangis. Pas diperiksa kata bidan nafasnya sesak. Lalu dirujuk ke RS Tumbuh Kembang di Cimanggis,” kata wanita berumur 25 tahun ini.

Dewi menuturkan, dirinya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Sedangkan suaminya Anggi Abdi bekerja sebagai satpam outsourcing di PT KAI Pondok Cina selama 2 tahun. Di RS itu Dewi tidak bisa menggunakan Jamkesda, sehingga dia harus membayar biaya perawatan anaknya Rp 12 juta. Di RS itu Diva didignosa penyakit paru-paru dan pembengkakan di jantung.

“Saya dan suami utang ke sana-sini. Sampai sekarang utangnya belum lunas,” kata Dewi lirih. Dewi menuturkan, beberapa hari di RS itu, Diva akan dibawa pulang karena biayanya tinggi. Namun dokter bilang Diva tidak bisa dibawa pulang tanpa alat bantu nafas lebih dari 2 jam.

Dewi dan Anggi lalu memutuskan membawa Diva ke RS Mitra Keluarga Depok. Di RS itu juga sudah menggunakan Jamkesda yang aktif pada 7 Mei, sedangkan Diva sudah masuk ke RS itu sejak 3 Mei. “Akhirnya orang Dinas Kesehatan Depok langsung ke RS dan urus Jamkesda dan kita tidak bayar,” kata Dewi.

Singkat cerita, dokter RS itu mendiagnosa Diva sakit paru-paru dan jantung bocor. Dokter itu lalu merujuk Diva ke RS Jantung Harapan Kita. Biayanya pun dari Jamkesda. Pada 23 Mei, Diva dipindahkan ke RSAB Harapan Kita yang berada di depan RS Jantung Harapan Kita karena kebocoran jantung diindikasikan tidak terlalu parah. Di RSAB Diva dioperasi pada 4 Juni karena ada otot perut yang menutup paru-paru.

Namun terhitung siang hari ini, jumlah biaya yang sudah dikeluarkan di RSAB sekitar Rp 57 juta. Untuk diketahui Jamkesda hanya menanggung biaya Rp 100 juta. Uang Jamkesda hanya sisa Rp 12 juta karena sudah dipakai di RS Mitra Keluarga Depok, RS Jantung Harapan Kita dan RSAB Harapan Kita.

“Karena biayanya tinggal Rp 12 juta dan kita nggak ada biaya lagi, makanya kita harus pulang besok. Padahal dari RSAB bilang akan ada operasi tahap 2,” ucap Dewi yang beralamat di Jl Stasiun Pondok China RT 1/8 Depok ini. Bantuan dari tetangga dan rekan-rekan dekat sudah mengalir namun jumlahnya belum bisa membuat Diva bertahan di RSAB.

Dewi menantikan uluran tangan para dermawan. Diva saat ini dirawat di lantai 3, RSAB Harapan Kita di ruang ICU Kemuning, Jl S Parman, Slipi, Jakarta Barat. Bagi yang ingin membantu Diva, dipersilakan mengirim sumbangan ke nomor rekening Bank Mandiri 157-000-330-7825 atas nama Lilis Suryati.

Sumber : Detik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: