KRL Anjlok, Sebuah Teguran Atas Keangkuhan Sikap

KRL Commuter Line
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Pagi ini begitu membuka detik, saya dikejutkan dengan berita anjloknya KRL di Cilebut, hingga merusakkan 3 gerbong dan peron KA. Hari ini 4 hari sejak diberlakukan tarif baru, yang tidak disetujui, diprotes, tapi mereka pembuat kebijakan mengabaikan protes, bahkan mengatakan “tidak ada gejolak“. “Belum ada protes terkait kenaikan tarif” kata Bapak-Bapak di menara gading sana.

Padahal protes dilakukan dengan berbagai cara oleh teman-teman krlmania. Bahkan sampai Komnas HAM dan beberapa pejabat tidak setuju. Sepertinya di negeri ini belum dikatakan ada protes dan belum didengarkan protesnya sebelum ada tindakan anarki atau chaos.

Lihat saja, pemerintah selama ini abai akan masalah buruh, begitu buruh bergerak, menutup tol, baru mereka mau memikirkan buruh. Hingga ketika buruh “baru mau bergerak” lagi, pejabat-pejabat yang berwenang turun Di kereta comuter, sejauh ini sepertinya “tidak ada tampang” berbuat anarki, mayoritas penggunanya orang kantoran yang lebih tenang. Sehingga sepertinya jauh dari tindakan anarki.

Protesnya lebih “intelek” via egroups, twitter, Facebook, campaign ke beberapa instansi dan pejabat. Namun, sepertinya pejabat-pejabat pembuat kebijakan di KAI/KCJ, “mbeguguk ngotowaton“, tidak bergeming, bahkan terkesan arogan, seolah berkata “Ini wewenang gua. Gua mesti urus ini kereta sesuai keahlian gua, biar bisa untung“.

Kepada penumpang seolah berkata ” Lo mau naik silahkan bayar dengan tarif yang ini, kalau gak mau silahkan gunakan moda angkutan lain“. Sementara pada instansi lain (KOMNAS HAM/DPR) seolah berkata, “ini wewenang gua, lho kagak usah  ikut-ikutan. Toh baik-buruknya KAI/KCJ tanggungan gua

Saat penumpang meminta perbaikan pelayanan dulu baru naik, mereka mengelak, tidak pernah memberi jaminan pada penumpang. Bagi mereka pokoknya, “lo bayar sekian, mau kagak, kalau kagak mau, silahkan pergi, cari angkutan lain“. Inilah sikap-sikap adigang-adigung-adiguna. Sebuah sikap tercela yang dimiliki para pejabat.

Dan akhirnya, pagi ini mereka mendapat teguran dari Yang Kuasa. Dialah yang mampu merekayasa segala kejadian. Dialah yang mampu memberi pelajaran pada siapapun, dari rakyat miskin hingga orang kaya, dari rakyat jelata hingga pejabat tertinggi sekali-pun.

Semoga ini menjadi pelajaran, dan dianggap sebagai teguran. Jika mereka tidak mau mendengar lagi protes/teguran dari penumpang, protes dari rakyat, Dia-lah yang akan menegurnya sendiri. Tinggal mereka mampu mendegar tidak. Ataukah mereka memang sudah buta dan tuli? Atau mereka mendengar tapi karena kesombongannya mereka enggan mendengar?

Wallahualam bissawab,

Artikel : KRL Mania
Foto : Kompasiana

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: