Ah yang Lainnya Juga Begitu!


Terima Pesanan Tas Seminar Batik @ JawaraShop.com ##

Suatu hari seorang Ayah membawa keluarganya jalan-jalan naik mobil. Begitu melihat lampu merah baru menyala, mobil tidak segera dihentikan tetapi malah langsung tancap gas, lewat begitu saja. Melihat tindakan ayahnya, sang anak langsung menegur , “lho, lampu merah kok jalan terus yah “.

Mendengar teguran anaknya si ayah menjawab dengan santainya, “Ah, yang lainnya juga begitu ! “. Sambil berucap demikian si ayah menunjuk beberapa pengendara mobil dan sepeda motor yang juga melanggar lampu merah. Mendengar jawaban ayahnya, anak tersebut hanya mengangguk-angguk dan bergumam, “Oooh … “.

Semenetar itu di tengah perjalanan, si ibu tampak dengan santainya membuang bungkus makanan dari sela jendela mobil. Sekali lagi si anak menegur ibunya untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Dengan tenang si ibu menjawab ” Ah, yang lainnya juga begitu “, sambil menunjuk banyaknya sampah berserakan di tengah jalan. Kembali si anak bergumam ” Oooh … “.

mobil-buang-sampah-sembarangan

Keesokan hari sang anak bersorak-sorak kegirangan di depan ayahnya. Melihat tingkah anaknya tersebut si ayah keheranan. “Ada apa ?, kok begitu gembira kamu hari ini “. Sambil menyerahkan kertas hasil ulangan matematika, anak tersebut berseru ,” aku dapat nilai sepuluh yah !”. ” Dapat nilai sepuluh ? “, kata ayah setengah tidak percaya, mengingat hasil ulangan matematika anaknya selama ini selalu mendapat nilai di bawah 7.

Bagaimana kamu bisa mendapat nilai sempurna, tadi malam kamu kan hanya main game saja “.Dengan gesit si anak menjawab, “Tadi waktu ulangan kan bisa lihat pekerjaan Dio yang duduk depan aku, Dio itu jago matematika lho Yah ! “. ” Jadi kamu nyontek ?!, ” tanya si ayah dengan penuh kecewa. “Ah yang lainnya juga begitu“, jawab sang anak tanpa perasaan berdosa.

murid-mencontek

Tanpa disadari kita sebagai orang tua sering memberi contoh yang kurang baik. Kita melakukan pelanggaran atau perbuatan tidak terpuji berdasarkan apa yang telah dilakukan kebanyakan orang. Apa yang telah dilakukan banyak orang sering dijadikan alasan pembenaran untuk melakukan kesalahan.

Padahal apa yang telah dilakukan orang banyak belum tentu mempunyai nilai kebenaran.Hal inilah yang memunculkan budaya kejahatan atau kecurangan yang dilakukan secara berjamaah. Dengan melihat apa yang telah dilakukan oleh sebagian besar orang atau kelompok maka terjadi replikasi tindakan sejenis oleh orang atau kelompok lain.

Demikian pula di dunia pendidikan, tindakan kecurangan pada pelaskanaan UN juga sering terjadi dengan menyandarkan apa yang telah dilakuakan oleh kebanykan sekolah . Sementara itu para siswa berburu kunci jawaban menjelang UN, karena teman-teman yang lain berbuat serupa. Akibatnya kecurangan yang terjadi menjadi hal yang lumrah.

Di kalangan elit politik dan penguasa, tindakan korupsi berjamaah menjadi budaya. Bisa jadi karena tindakan tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan oleh elit politik atau penguasa sebelumnya. Kasus korupsi terakhir yang menyeret politikus muda, Angelina Sondakh alias Angie, dimungkinkan juga karena korupsi yang dilakukan mungkin juga dilakukan oleh rekan –rekan seprofesinya. Sialnya Angie masih belum lihai dalam menghindar dari jerat hukum.

Kalau para elit politik atau penguasa banyak melakuakan tindakan yang kurang terpuji bukan berarti kita layak mencontohnya. Tindakan yang kurang terpuji memang sering mudah menginspirasi kita untuk menirunya. Dan yang dikahawatirkan adalah kesalahan yang dilakukan banyak orang berpotensi untuk menjadi sebuah kebenaran semu.

Di sinilah perlunya kita lebih kritis dalam meniru sebuah perilaku yang telah dilakukan oleh banyak orang. Bisa jadi perilaku tersebut adalah sebuah penyimpangan baik secara hukum ataupun agama. Ah yang lainnya juga begitu! Nah lho…

Artikel : Agus Suwarno @ Kompasiana

Gambar : Kapten Bontot, Tribun News, Arsetega

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana

(021) 9550-6400

www.JawaraShop.com

Tas Seminar Batik @ JawaraShop.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: