Kisah Mengharukan dari Seekor Kucing Jalanan

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com —
Chester semula hanyalah kucing liar biasa. Hidupnya berubah setelah mendapat keluarga baru . Akan tetapi pengasuh barunya tidak mengira bahwa hewan kesayangan mereka ini telah melalui kisah hidup yang panjang dan sangat memilukan.

Semua bermula saat mereka menemukan Cheeto, yang kemudian mereka ganti namanya menjadi Chester, di tempat penampungan hewan. Dari hari pertama, Chester telah menunjukkan sikap manja dan kasihnya yang luar biasa.

Chester Cheeto Kucing

Terima Pesanan Tas Seminar Batik @ JawaraShop.com ##

Seiring waktu berjalan, barulah disadari ada sesuatu yang salah. Chester hanya bisa berbaring di satu posisi saja. Dia tidak pernah bermain dan tidak mau makan. Dia selalu tampak menahan sakit.

Chester Cheeto Kucing2

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ JawaraShop.com

Lalu mereka membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa sampai beberapa kali kunjungan. Setelah berganti dokter, barulah diketahui bahwa Chester pernah tertabrak mobil saat dia masih hidup di jalanan. Dia menderita hernia diafragma tingkat kronis yang membutuhkan operasi mahal dan berisiko tinggi.

Chester Cheeto Kucing4

Tas Seminar Ransel, Jinjing, Batik @ JawaraShop.com

Baca lebih lanjut

Agar 60 Kucing Bisa Makan, Pemulung Ini Rela Kelaparan

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com —
“Kami menikmati hidup seperti ini, kami percaya Tuhan itu adil. Saya lebih baik sehari hidup dengan Rp 10 ribu bisa tidur nyenyak. Daripada Rp 10 juta tapi terlalu banyak pikiran,”

agar-60-kucing-bisa-makan-pemulung-ini-rela-kelaparan

Pasangan suami istri Amat Arifin (60) dan Novita (58) begitu sayangnya dengan puluhan kucing dan anjing yang kini dipeliharanya. Bahkan keduanya rela tak makan agar binatang peliharaannya tetap makan.

Kediaman Amat dan Novita yang hanya terbuat dari triplek dan beratapkan beton serta beralas karpet plastik di kolong jembatan Kampung Melayu. Tentu, hidup di kolong jembatan jauh dari fasilitas yang serba ada. Jangan membayangkan toilet yang bersih atau tempat tidur nyaman ada di kolong jembatan. Keduanya hidup di dalam bagunan triplek

Ternyata, dalam bangunan mungil itu ada juga puluhan kucing dan beberapa anjing. Di dalam rumah tersebut sampah bak sahabat pasangan suami istri tersebut. Keduanya melakukan aktivitas bersama di tengah tumpukan sampah kering hasil kerja mereka.

Setiap harinya, keduanya mengais botol plastik dan juga koran atau kardus-kardus bekas. “Kami memulung dari Tebet, Kasablanka sampai Jatinegara, kami melakukan aktivitas bersama di kolong jembatan ini,” tutur Amat. Seperti tidak ada beban, senyum dan tawa selalu menghiasi wajah mereka.

Terima Pesanan Tas Seminar Batik @ JawaraShop.com ##

Bantu Kucing Sakit

Seharian tidak ada sedikit pun keluhan keluar dari mulut mereka. “Kami menikmati hidup seperti ini, kami percaya Tuhan itu adil. Saya lebih baik sehari hidup dengan Rp 10 ribu bisa tidur nyenyak. Daripada Rp 10 juta tapi terlalu banyak pikiran,” ungkap pria kelahiran Kendal, 12 Mei 1953.

Baca lebih lanjut

2 Tempuh 3 Ribu KM, Kucing Setia Temukan Rumah Majikannya


Tas Seminar Batik @ http://JawaraShop.com

Seekor kucing berjalan 3.218 kilometer untuk mencari majikannya setelah majikannya pindah rumah tanpa si kucing dari Uzbekistan ke Rusia. Dua tahun kemudian, kucing tersebut berhasil menemukan rumah majikannya di Rusia.

Ravila Hairova, 52 tahun, memutuskan menitipkan kucing hitam piaraannya bernama Karim kepada tetangganya di Gulistan, Uzbekistan. Keputusan tersebut diambil karena Hairova khawatir perubahan kondisi bakal membuat Karim tidak kerasan.

Hairova pun meninggalkan kursi kesayangan Karim dan piring makanan Karim agar Karim merasa kerasan. Akan tetapi, dua tahun kemudian, Hairova menemukan Karim di pintu rumahnya di Liska, Rusia.

“Saya tahu dia hilang dari rumah tetangga saya beberapa hari setelah kami pergi. Dan itu sangat menyedihkan. Tetapi, setelah itu kami tidak pernah mendengar kabar mengenainya lagi,” ujar Hairova.

“Lalu ketika saya berjalan di jalanan, saya melihat kucing yang sepertinya menunggu saya. Ketika saya mendekat, ternyata kucing itu adalah Karim yang berada dalam kondisi kurus serta mengenaskan. Tetapi itu memang benar dia,” ujar Hairova.

“Dia saat ini sangat senang, begitu juga dengan kami. Saya tidak tahu bagaimana ia menemukan kami. Tetapi saya senang ia berhasil menemukan kami,” tambahnya.

Suami Hairova, Lev Kondratyev, 46 tahun, mengatakan, “Ia tampaknya menggunakan sembilan nyawanya untuk menemukan kami. Tetapi yang pasti itu memang dia.”

Baca lebih lanjut

Curahan Hati Seekor Kucing

Kucing Jantan
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Salam saudaraku. Maaf apabila tulisanku ini mengganggumu. Namun aku tidak bisa bercerita langsung kepada kalian. Aku hanya bisa menulis di secarik kertas lusuh ini.

Kemarin aku sedang berjalan dan melihat temanku berlindung di sebuah benda besar. Benda itu memiliki 4 roda, dan kelihatannya terbuat dari besi yang sangat berat. Aku tidak tahu nama dari benda itu. Tapi benda itu telah membunuh temanku.

Benda itu pergi, lalu aku cepat-cepat lari menghampiri temanku. Aku memanggilnya namun Ia hanya terdiam. Aku melihat darah keluar dari kepala dan lehernya. Aku menjilati darah temanku sambil menangis sampai ada seorang manusia yang mengubur temanku dan menyuruhku pergi dari tempat itu. Betapa baiknya manusia itu. Aku tidak akan pernah melupakannya yang telah menolong sahabatku.

Aku kembali berjalan dan melihat tempat sampah di depanku. Kalian menyebutnya tempat sampah. Namun bagiku ini adalah tempat mencari makan. Setidaknya kami tidak perlu membayar untuk mendapatkan beberapa potong ayam basi. Oh, ternyata di tempat makan ini tidak ada makanan.

Aku terus berjalan sambil menelusuri setiap tempat sampah yang ada. Aku lapar, namun aku hanya bisa mengais tempat ini. Andai saja sahabatku masih hidup. Ia pasti akan sangat menghiburku.

Akhirnya aku mendapatkan sepotong ayam. Meskipun tinggal tulang, aku sangat bersyukur. Namun tiba-tiba ada jantan lain yang mencakar punggungku dan merebut makananku. Ya, kami memang harus bertengkar untuk mendapatkan makanan dan seekor betina. Aku hanya merelakannya dan mengais tempat makan lainnya.

Kucing Kampung

Baca lebih lanjut

Jangan Biarkan Si Kecil Menyakiti Binatang

Meong
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Orang tua harus segera memperingatkan. Kalau tidak, akan menjadi kebiasaan. Saat dewasa nanti, apapun akan ia lakukan agar keinginannya terpenuhi. Ada kalanya kita temui anak usia batita menyakiti binatang. Entah menarik-narik ekor kucing, menendang anjing, melempari ayam dengan batu, dan sebagainya.

Perilaku menyakiti binatang, terang Dra. Henny Eunike Wirawan, MHum. , bisa mulai muncul sejak anak berusia 2 atau 3 tahun. Karena usia ini merupakan fase anak sedang mengeksplorasi dunia. Pada diri sendiri pun mereka sedang mencoba mencari tahu; anggota tubuhnya, nama, dan sebagainya.

“Jadi, anak ingin belajar banyak hal.” Oleh sebab itu, perilaku ini bisa muncul baik pada anak lelaki maupun perempuan. Cuma memang, diakui Henny,”Peraturan yang diberikan oleh orang tua kepada anak perempuan lebih ketat, karena terbawa faktor stereotype; bahwa anak perempuan harus halus, lemah lembut, tinggal di rumah.”

Pokoknya, segala macam yang halus-halus, sehingga kalau ada tindakan yang agak menyimpang sedikit, sudah langsung diarahkan. “Eh, anak perempuan nggak boleh begitu.” Lain halnya dengan anak lelaki, “Enggak apa-apa, namanya anak-anak, nanti juga akan berubah sendiri.” Begitu, kan, yang sering kita dengar.

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

KARENA MENIRU

Namun begitu, Bapak dan Ibu tak perlu khawatir, karena tak setiap anak usia batita akan menyakiti binatang. Seperti dikatakan Henny, perilaku ini bukanlah kebiasaan universal. Tapi, toh, Bapak-Ibu tetap perlu mewaspadainya, karena perilaku ini muncul lebih disebabkan oleh faktor belajar.

“Anak melihat lingkungan atau mencontoh dari orang yang pernah melakukannya,” tutur Pembantu Dekan I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta ini.Pada anak kecil, terangnya, proses peniruan besar sekali. Misalnya, dari pengasuh atau orang tua.

“Mungkin pengasuhnya sangat benci pada anjing karena pernah digigit, sehingga setiap kali ketemu anjing, pengasuhnya selalu memukul atau menyambit. Nah, kebetulan si anak melihat, ‘Oh, ternyata begitu cara memperlakukan anjing.’ Lain kali, kalau ia ketemu anjing atau binatang lain, anak akan melakukan seperti itu,” paparnya.

Bisa juga anak melihat dari film atau TV. “Mungkin ada adegan penganiayaan terhadap binatang yang kebetulan dilihat anak. Ini akan terekam dan pada waktunya nanti akan ditampilkan,” lanjut Henny. Pada beberapa anak, tambahnya, perilaku ini bisa juga disebabkan ia kurang bisa mengontrol diri.

“Ia ingin mencoba mengeksplorasi tapi caranya keliru”.Kemungkinan lain, anak cuma ingin tahu reaksi orang lain. “Anak ingin tahu, apa yang akan terjadi kalau ia melakukan itu, ‘Mama marah enggak, ya?’ Jadi, anak cuma iseng,” terang Henny. Sebagaimana halnya anak membongkar-bongkar benda, “ia cuma ingin tahu.”

Tapi bisa juga lantaran anak ingin mencari perhatian. “Ada kemungkinan perilaku ini terjadi pada anak yang tak pernah diperhatikan,” kata Henny. Jadi, karena tak pernah mendapat perhatian, ia lantas mencari kesibukan sendiri. “Kalau tidak diawasi, kan, semau-maunya dia saja.

Kebetulan mungkin yang ada di sekitarnya adalah binatang tertentu. Akhirnya, disakitilah binatang itu dan ia memperoleh kepuasan karena bisa menjadi pelampiasan.” Nah, agar si kecil tak sampai menyakiti binatang, tentunya Bapak-Ibu harus menjauhkan faktor-faktor di atas dari si kecil.

Jasa Website Instant Murah @ http://JawaraShop.com

JADI KEBIASAAN

Jikapun si kecil telah melakukannya, maka yang harus dilakukan orang tua adalah melarangnya. Kalau tidak, perilaku ini lama-lama bisa menjadi kebiasaan. “Kebiasaan, kan, selalu dimulai dari perbuatan yang pertama, yang direinforce atau dibiarkan,” ujar Henny. Jadi, kalau dibiarkan, ya, akan terus berulang.

Baca lebih lanjut

Surga Meong ala Balikpapan

Wiedz : Andai di semua kota ada yang seperti ini ūüôā

Hari rabu yang lalu saya berjalan-jalan ke km 23, Balikpapan. Teman saya pernah mengatakan ada pengangkaran kucing, disebelahnya ada penangkaran beruang madu. Spontan pikiran saya membayangkan kucing-kucing segala macam bentuk terlintas. Begitu juga beruang yang sangat jarang bisa dilihat secara langsung.

Surga Meong ala Balikpapan _Surga Meong ala Balikpapan

Walaupun sudah bertahun-tahun mendiami Balikpapan tercinta ini, saya baru tahu kalo ada tempat seperti itu. Pantas saja, ternyata baru ada sekitar setahun yang lalu untuk penangkaran kucing ini.

Akhirnya setelah beberapa minggu ‚Äúngarep‚ÄĚ pergi kesana, akhirnya kesampean juga.¬†Setelah sampai disana, saya disambut oleh beberapa orang yang merupakan pengurus tempat tersebut.¬†Tempatnya cukup bagus dan sangat hijau.

ada beberapa kucing disitu yang sedang bersantai. Ternyata, tempat ini jadi 1 dengan penangkaran beruang madu. namun, lebih mudahnya beruang madu bisa dilihat jam 3 sore dimana mereka sedang berkumpul.

Tempat ini tertata dengan baik dan tidak seperti tempat penampungan yang memprihatinkan. bahkan dapat melakukan riset jika ingin. jadi karena saya penasaran dengan kucingnya, saya melihat yang kucing terlebih dahulu. sayangnya nggak sempat melihat beruang.

Kucing-kucing yang dipelihara disini adalah kucing yang dibuang. Nggak heran, di tengah kota balikpapan ini jarang ada kucing seliweran yang doyan nyuri makanan di warung. Wah, walaupun kucing yang dibuang, kucing yang ada lucu-lucu serta jauh dari kesan kumuh dan jorok.

Pantas saja, ternyata kucing-kucing ini diberi vaksin secara rutin. jika ada ‚Äėpendatang baru‚Äô, maka terlebih dahulu diperiksa dan diberi toksin agar kuman2 dalam tubuhnya mati. Selain itu, mereka diberi makanan khusus kucing seperti whiskas dan diberi vitamin. Nggak heran, kucing-kucing disini gendut-gendut dan menggemaskan. bulunya pun bersih dan tidak mudah rontok.

Baca lebih lanjut

Duo ‘Sobat Meong Cilik’ dari Jakarta : Yosa dan Eki

Yuukk Sahabat, kita simak penuturan duo Sobat Meong Cilik kita, kakak-adik ‚ÄúYosa & Eki‚ÄĚ di Jakarta :

Duo 'Sobat Meong Cilik' dari Jakarta : Yosa dan Eki

6 April 2010 pertama kali bener-bener ada kucing dirumah, itu saat Phantom & Frozz ditemukan. Sebelumnya ga pernah ada kucing dirumah (cuma ada anjing) krn omanya yosa & eki ga suka kucing. Cuma waktu itu kebetulan oma lagi di rumah tantenya Yosa & Eki.

Setelah itu berturut-turut ambil Chiro akhir april dan Chibi awal Mei serta 3 serangkai mimi momo mumu. Sekarang cuma ada Puma yg ditolongin bunda. Ada jambrong dan cantik & anak-anak yg suka dateng makan. Phantom satu-satunya yg boleh masuk rumah dan kamar.

Sebenernya sebelum ketemu para kitten itu, terutama Yosa, punya ketertarikan kuat dgn binatang, ga cuma kucing, cuma waktu itu ga boleh sama bunda ambil pets krn dibilang masih belum punya tanggung jawab. Biar dekil n kumel ga bikin Yosa & Eki jijik. Semua pas diambil ya dekil bangetttt….

Bagi Yosa & Eki, kucing itu sangat lucu mukanya, imut dan cakep (biar dekil kumel kurus tetep aja dibilang cakep), kemanjaan kucing, kesombongan kucing (mereka bangga banget kalo ada kucing yg mau dipeluk diusap diuyel-uyel sm mereka), warna bulunya cantik dan halus, suaranya pas meong-meong imutttttt ^_^

Yosa & Eki selalu pengennya sih ambil kucing yang terlihat di jalanan, walopun kalo ketemu yg sakit/luka omongnya “kalo bunda yg merawat pasti sembuh”. Yosa & Eki selalu merasa kasihan terhadap para meong dan sedih sihhh ga bisa nolongin… paling juga ikut-ikut bunda kasih makan dryfood aja ke kucing jalanan.

Selain itu, pengen nya merawat semua pasukan meong terlantar atau jalanan, kasih makan, obatin kalo luka, suruh tinggal di rumah. Yosa pengen bikin taman kucing. tapi bunda bilang nanti kalo punya rumah sendiri biar ga bikin susah oma. Dan yang terpenting, kami suka semua jenis kucing deh pokoknya… mau ras mau domestik pokonya kan kucing… ūüėČ

Duo 'Sobat Meong Cilik' dari Jakarta : Yosa dan Eki

Yosa & Eki paling sedih liat orang-orang suka jahat sama kucing domestik, suka mukul dan tendang. Bunda pernah dapet kucing ras dari jalanan juga tuh sayang Kimie lepas lagi. Tapi kami liat lbh banyak kucing domestik di jalanan sih dibanding yang ras, mungkin krn bulunya lbh panjang dianggap lbh cantik kali ya?

Kami berharap banget untuk kesejahteraan pasukan meong terlantar, yah sebaiknya diambil donggg, dirawatin, disayangin kalo luka diobatin, dikasih makan, tapi kalo kaya kami ga bisa ambil ya kasih makan aja juga gpp kok dan yg terpenting jangan suka mukul2 kucing atau anjing atau binatang dehhhh kan kasiannnnnn ūüė•

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: