Profil psikologis pengendara sepeda motor

1. Percaya dirinya besar, yakin bahwa mereka beda

Sebetulnya mereka bisa naik angkutan umum, tapi mereka tetap naik
motor, karena mereka yakin bahwa origin-destination mereka beda banget
dengan rute-rute angkutan umum yang dibuat DLLAJR.

Kenapa DKI susah payah mikir buat ngatur jalur motor ? Atur saja rute
bis yang jelas-jelas menjadi hak dan wewenangnya, sehingga mendekati
origin-destination masyarakat yang perlu transport umum.

2. Pengendara motor adalah orang yang rasional

Mungkin sebagian dari mereka sebenarnya mampu beli mobil sederhana,
atau pernah punya mobil. Tapi setelah krisis ekonomi dan kenaikan harga
BBM bertubi-tubi mereka memutuskan untuk naik motor saja.

Merekalah orang yang merespon kesulitan ekonomi secara rasional.

3.Pengendara motor sayang keluarga (keluarga inti)

Pada akhir pekan mereka membawa seluruh keluarganya naik motor ke Ancol
atau Taman Mini, membawa makanan sendiri. The whole family in one
motorcycle.

4. Mereka berusaha melindungi keluarganya

Bis kota itu kurang friendly untuk wanita dan anak-anak, lebih-lebih
waktu masuk dan bubar kantor/sekolah. Semua bis-metromini- Kopaja penuh
berjejal, wanita berdempetan dengan yang bukan muhrim, anak-anak tidak
bisa nafas karena mukanya terhimpit perut dan pantat orang-orang yang
berdiri di sekeliling dia.

Pengendara motor tidak mau keluarganya ada dalam kondisi tidak enak
seperti itu. They are just too proud.

5. Mereka juga sayang keluarga besar (extended family)

Dibela-belain kehujanan kepanasan keanginan, mereka mudik naik motor,
untuk menemui simbok di kampung.

Ketimbang ditipu oleh sopir dan kernet bis antarkota yang tak kunjung
jera melanggar aturan tarif lebaran.

6. Mereka dermawan dengan suara klakson

Semua yang menghalangi diberi suara klakson. Lumayan … pengendara
mobil jadi tahu bahwa ada motor mau nyusul dari sebelah kiri. Suara
klakson ditambah lampu motor yang nanti harus nyala siang dan malam,
akan membuat pengendara mobil akan lebih awas bahwa motor dari arah
samping tidak mau ngerem, jadi hati-hatilah kalau mau memintas.

Di tempat kerja mungkin mereka tertindas …. di jalan raya mereka
melampiaskan kekesalannya lewat klakson.

7. Sesama pengendara motor ada ikatan batin

Ketika lampu setopan menyala merah, mereka akan berkumpul paling depan.
Melewati garis putih batas berhenti.
Kenal-tidak- kenal mereka akan bicara, saling tukar informasi mengenai
jalur terpendek untuk mencapai tujuannya.

Ketika hujan besar turun, mereka akan berteduh di bawah jembatan sambil
mencari teman baru. Soal menghalangi jalan orang lain sampai terjadi
macet, bukan hanya mereka yang berbuat begitu. Sopir angkot dan metromini
juga cuek banget kalo ngetem. Siapa yang lebih sopan ayo ?

8. Mereka membantu polisi

Kalau melihat tindak kriminal semacam jambret, seringkali ada yang mau
bersusah payah mengejar pelakunya sampai diperoleh nomor motor pelaku.
Lalu dilaporkan ke polisi.

Tapi di kesempatan lain, mereka beberapa kali melanggar rambu
lalu-lintas dan ditilang polisi. Apa iya tidak sengaja ?

9. Pengendara motor memanfaatkan ruang semaksimal mungkin

Kalau pagi, jalur menuju tempat kerja mereka akan dipakai 150%.
Artinya, jalur untuk arus lawan akan dipakai juga.

Trotoar akan dipakai juga kalau bisa, yang berarti pejalan kaki harus
nempel di dinding.

Iklan

Balada Pengendara Roda Empat

Bapak2, ibu2 ,mas2,mabk2, oom2, tante2yth, Sebelumnya saya mohon maaf
bila
tulisan berikut
kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf Bapak2,
ibu2 ,mas2,mabk2,
oom2, tante2 pengguna roda dua mengenai perilaku kami di jalan raya.
Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘menghalangi’ kenyamanan
anda.
Bila kami terlihat suka menutup lajur kiri, itu hanyalah karena
kami merasa kesal. Ini tentunya bagian kiri kendaraan kami baret.
Tentunya rasa kesal ini tdk
anda rasakan, karena dinginnya hembusan angin sewaktu anda kebut di
jalan raya.
Jadi kami beri sebelah kanan selaku jalur cepat untuk anda lewati
heheheehe

Bila anda melihat kami tak mau mengerem bila ada motor yang masuk
jalur kami
secara mendadak ,,itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami
mengikuti hukum
fisika dimana massa kendaran kami lebih berat sehingga bila kami rem
mendadak
daya dorong balik terhadap massa kendaraan akan lebih berbahaya untuk
kami dan
yang dibelakang atau sekitar kami. Rasanya kami pasti kalah bila
berdebat Dengan
anda yang berprinsip kendaraan kecil pasti benar, karena SIM anda
bisa jadi
hasil nembak (maaf ya). Belum lagi kami harus dimintai duit bila
berurusan
Dengan polisi. Tentunya anda tahu bila berurusan Dengan polisi kan??
Dan juga
memberi duit pada anda yang harus diamputasi tangan serta kaki karena
ada
dibawah mobil kami.
Sebab bila berurusan Dengan polisi, uangnya besar pak-buu, mas,
tmbak, oom,
tante.. Minimal bisa separo harga mobil , hikss (dari mana duitnya)..

Belum lagi kami takut di PHK bila kami harus dipenjarakan karena
tetap keukeuh
tidak mau dibilang salah. Tentunya anda tidak memikirkan hal ini kan.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
memprotes roda dua . Kami cukup tau diri kok, dengan pajak atau
parkir yg
terlalu mahal untuk kami , masih saja kami tidak mendapat perlakuan
sesuai pajak
/ tarif parkir yang kami bayar. Sehingga kami, sehingga kami harus
rela
mengalah bila berbicara tentang jalanan atau parkir.

Kami cukup puas dengan memutari dahulu area parkir sehingga waktu
mencari
parkir lebih banyak daripada parkirnya. Tentu
berbeda dengan areal parkir bapak-ibu-mas- mbak-oom- tante. Yang bisa
geletakin
dimana aja.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda dua yang telah
oleh
pemerintah di-anak emaskan. Boleh lewat menerobos lampu merah, dan
kalau
menabrak masih saja dibenarkan oleh polisi (Padahal Undang2nya ada
loh, belum
tentu motor selalu benar) Sehingga kami juga harus putar otak
berakrobat dijalan
raya menghindari desingan kiri-kanan motor , hanya demi
bapak-ibu,mas, mbak,oom- tante bisa cepat sampai
tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat
mobil kami
diisi lebih dari seharusnya sewaktu pergi ke dufan. Tapi kami
gak yakin, apakah anda melihat kami, mengeluarkan dana lebih untuk
mengajak
saudara kami yang kekurangan supaya kami juga bisa berbagi
kebahagiaan Dengan
mereka, Karena mereka belum pernah kesana.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu-mas- mbak-oom-
tante ,
bila melihat kami
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru memperhatikan
area depan,
kiri-kanan dan belakang kami dari para motor yang mengerem mendadak
dan memotong
jalur kami sewaktu jalan licin, Terkadang kami
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
gede kek, bodo’ amat, cukup banting setang terus bisa berenti
ditengah (tengah
ya! Bukan pinggir jalan) jalan yang dinaungi oleh jembatan sementara
kami harus
mengalah oleh anda.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu-mas- mbak-tante yang
terbiasa
menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda
tidak
pernah membayangkan, betapa rawannya pulang kerja di malam hari dengan
mobil . Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan,
kalo begal
banyak beraksi dimalam hari adalah isapan jempol semata. Hii..

Kami juga gak protes kok, bila setang anda menghancurkan spion mahal
kami atau
membikin baret cat kami yang belum tentu kami bisa menggantinya dalam
waktu
dekat karena pasti dipecahin atau dibaretin lagi oleh motor -motor
anda. Mungkin
karena kami naik mobil disangka ATM berjalan yee. Hi hi hi

Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama mengendarai mobil , mata
kami harus
awas agar tidak melanggar LALIN ditengah sesaknya pengendara motor..
Naaah
begitu ditabrak secara refleks
mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
Maaf ya pak-bu-mas-mbak- oom-tante. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi
setidaknya,
kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara
ini. Dan gak
bikin orang lain menderita.
(Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami berpendidikan. Walau beberapa
rekan kami masih setia berprofesi sebagai sopir (taxi, mikrolet) Yang
harus
ngedumel karena mobil majikan dirusak motor.

Memang siih, rata-rata dari kami memiliki tata krama mengemudi .
Karena kami
cukup terhormat untuk menebus SIM dengan benar, walau harus ngulang
berkali-kali. Duit lagi- Duit lagi .. Hikss.

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan
kepala
kepada bapak-ibu- mas-mbak-oom- tante duluan plus senyum manis, bila
kami bertemu
anda di lampu merah.. Ataupun menjauh dari bapak-ibu-mas- mbak-oom-
tante yang
sedang konvoi dijalan raya karena kami takut duit kami harus keluar
membenarkan
kendaraan kami yang dibaret motor butut anda yang memotong dari kiri.

.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat melihat anda semua
sopan dijalan
saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa kesal dan
gondok bila
melihat anda tertib di jalan. Hehehehe (mungkin gak ya??)

Pernah ga anda melihat kami juga terkadang terenyuh sewaktu anda kena
razia
polisi walau cuma 10-20 detik. Jadi terharu…

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya rombongan pak presiden
bikin
kecelakaan dijalan tol dan supir bis yang malang harus jadi tumbal
disalahkan
pak polisi dan jubir presiden. What an ironic…

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
budayawan, berebut mengiklankan mobil untuk kami. Walau kami tau
persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan
mobil yang
diiklankan . Sebab kami tau persis, motor mereka ber CC be

sar dan dikawal oleh polisi dan mobil mereka ga mungkin yang bisa
dimuati A’A,
Teteh, Oom, Tante , Adik . Pasti harganya diatas mobil kere kami ini.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing
aja
kok, kepada anda pengendara motor roda dua bahwa tindakan anda
membahayakan
kami juga. Sebab bila anda celaka, kami juga yang harus menanggungnya
walau
belum tentu kami yang bersalah. Kami juga punya keluarga yang harus
kami
tanggung. Kami juga bisa hilang pekerjaan. Tapi rasa tidak adil anda
terhadap
kami , sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.

Balada Pengendara Roda Dua