Tips dan Trik Mengajukan Kredit ke Bank

https://supermilan.wordpress.com
Tips dan trik ini dimaksudkan bukan untuk mengakali perbankan karena saya yakin mereka memiliki staf yang jeli untuk urusan pemberian kredit.  Tapi untuk memperlancar persiapan dalam mengajukan kredit.

1. Tentukan dulu kebutuhan anda.

Kebutuhan apa yang anda inginkan untuk dibiayai bank. Untuk karyawan biasanya lebih simple, beli rumah, beli kendaraan, dst. Sementara untuk professional dan pengusaha lebih kompleks.

Apabila yang anda perlukan adalah suntikan untuk perputaran modal, misalnya untuk mengurangi hutang dagang sehingga harga yang didapat lebih murah, atau untuk memperbanyak inventori/persediaan barang, maka yang diajukan adalah kredit modal kerja, seperti Rekening Koran, kredit akseptasi dsb.

Sementara bila yang anda butuhkan adalah pembiayaan pembelian fixed asset seperti mesin, kendaraan, bangunan ruko, gudang dll, ajukan kredit investasi.

Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com

2. Estimasikan kemampuan pembayaran (payback ability) anda.

Dari laporan keuangan atau gaji/pendapatan yang anda peroleh setiap bulannya, ambil titik aman bahwa besarnya kewajiban pembayaran tidak lebih besar dari 30% pendapatan bersih anda. DBR umum setiap bank adalah 30-35% dari total pendapatan.

Contoh: Vidi dan suaminya memiliki total penghasilan Rp 3 juta, maka jadikan patokan dalam diri Vidi kalau besar angsuran nanti tidak boleh lebih dari Rp. 1 juta perbulannya nanti. Untuk pengusaha, hitung tingkat DBR anda dari Nett Profit jangan Gross (untuk lebih amannya)

Jual Sepatu Kulit @ http://SepatuKantor.wordpress.com

3. Periksa pemenuhan syarat administrasi anda.

Untuk karyawan, pastikan anda telah bekerja di perusahaan anda lebih dari 2 tahun (ada juga bank yang menerapkan lebih dari itu),  status pendapatan tetap (adanya komponen gaji tetap, untuk dihitung dalam perhitungan DBR).

Lanjutkan membaca “Tips dan Trik Mengajukan Kredit ke Bank”

Iklan

7 Tips Praktis Hidup Hemat

1. Setia Pada Daftar

Membuat daftar belanjaan sebelum berangkat belanja adalah hal penting. Tapi yang lebih penting lagi, belilah hanya barang yang ada pada daftar belanja Anda saja! Jangan lupa juga apabila mengajak anak berbelanja, biasakan berpegang teguh pada anggaran. soalnya, bisa-bisa mereka akan membuat Anda berbelanja di luar anggaran yang sudah ditentukan.

2. Jangan Beli Dalam Jumlah banyak

Kecuali Anda punya sebuah tempat “tersembunyi” untuk menyimpan barang-barang itu. Soalnya, membeli dalam jumlah banyak akan mengakibatkan anggota keluarga jadi boros dalam menggunakannya. Misalnya, jika Anda membeli kue dalam kaleng besar, maka anak-anak Anda akan makan lebih banyak dari biasanya/seharusnya.

3. Hindari kartu Kredit

Kalaupun perlu, anda cukup memiliki 1 kartu kredit saja untuk kebutuhan yang mendesak.

Lanjutkan membaca “7 Tips Praktis Hidup Hemat”

7 Kesalahan Terbesar Dalam Menggunakan Kartu Kredit

1. Tidak melunasi seluruh tagihan kartu kredit

Ini boleh dikatakan merupakan penyebab utama mengapa banyak orang yang terjerat dalam hutang kartu kredit. Tidak sedikit orang yang hanya membayar sejumlah “pembayaran minimum”.

Ketika anda melakukan ini, maka saldo hutang yang tersisa akan terkena bunga yang sangat tinggi (bisa mencapai2,9%-4% per BULAN!) . Ketika anda melakukan kesalahan ini, maka ibaratnya anda sudah mengambil langkah pertama untuk masuk ke dalam jeratan hutang kartu kredit.

2. Menganggap kartu kredit sebagai kartu debit (ATM)

Ini merupakan salah satu kesalahan yang paling fatal dalam menggunakan kartu kredit. Kartu Kredit bukanlah Kartu Debit (ATM). Hindari menarik uang cash dengan menggunakan kartu kredit karena ini akan dikenakan bunga dan biaya tarik tunai yang sangat tinggi (bahkan lebih tinggi daripada angka yang saya tuliskan di kesalahan no 1).

3. Menggunakan kartu kredit untuk membayar hutang

Kartu kredit termasuk ke dalam jenis hutang “Unsecured Debt”, alias hutang tanpa agunan. Hutang semacam ini dikenakan bunga yang tinggi. Oleh karena itu hutang semacam ini tidak tepat dipakai untuk modal usaha/bisnis karena akan sangat membebani kondisi keuangan usaha/bisnis anda.

Kesalahan lainnya yang tergolong ’serupa’ adalah menggunakan kartu kredit untuk menutup ataupun membayar cicilan hutang tipe “Secured Debt”/hutang yang menggunakan jaminan. Hutang yang menggunakan jaminan (spt KPR, KMK, dll), bunganya secara umum lebih ringan. Oleh sebab itu jika anda menggunakan kartu kredit untuk membayar hutang tipe ini, berarti anda malah ‘menukar’ hutang yang bunganya lebih ringan dengan hutang yang bunganya lebih berat.

Salah satu ‘malapetaka’ terbesar dalam menggunakan kartu kredit terjadi ketika kesalahan no.2 dan kesalahan no.3 ‘dikombinasikan’. Contoh paling umum ‘malapetaka’ seperti ini adalah ketika pemegang kartu kredit mengambil uang tunai dengan kartu kredit yang satu untuk membayar tagihan kartu kredit yang lain.

4. Tidak disiplin mengontrol penggunaan Kartu Kredit dan tagihannya

Kesalahan ini biasanya berawal dari kalimat ‘Gesek aja dulu..’ dan lalu diikuti di akhir bulan dengan kalimat ‘Astaga!?! Kok gede amat tagihannya’.

Tentukan batas maksimum yang boleh anda ‘gesek’ setiap bulannya. Lalu kontrol dan catat setiap pemakaian kartu kredit anda setiap hari. Ketika jumlah pemakaian tersebut sudah mendekati batas maksimum yang anda tentukan, ’segel’ kartu kredit anda, atau jika perlu (bagi yang lemah terhadap godaan belanja), tinggalkan kartu kredit di rumah.

Masih terkait dengan kesalahan no 4 ini, adalah tidak disiplin dalam pembayaran kartu kreditnya. Jangan menunggu hingga hari batas terakhir untuk melunasi kartu kredit anda, karena jika di hari tersebut anda sibuk/lupa/ada urusan mendadak, maka bisa-bisa tagihan tersebut jadi tidak terbayar.

5. Terlalu banyak memiliki Kartu Kredit

Semakin banyak Kartu Kredit yang anda miliki, semakin sulit bagi anda untuk mengontrol pengeluaran masing-masing kartu kredit. Dalam pelunasan kartu kredit pun anda akan lebih direpotkan karena perlu mengingat tanggal pelunasan masing-masing kartu agar tidak terlambat bayar.

Beberapa financial planner menyarankan untuk memiliki Kartu Kredit maksimal 3 saja. Kalau lebih dari itu, mungkin mulai bisa mempertimbangkan untuk menggunting sisanya.

6. Menganggap Kartu Kredit sebagai ‘Uang Tambahan’

Meskipun kedengarannya sulit dipercaya, tetapi tidak sedikit orang yang menganggap Kartu Kredit sebagai Uang Tambahan. Ketika permohonan kartu kreditnya disetujui, mereka pun kegirangan seperti mendapatkan ‘durian runtuh’. Seringkali ini lalu berujung dengan ‘pesta belanja’ menggunakan kartu kredit baru tersebut.

Memiliki kartu kredit bukanlah berarti bahwa anda mempunyai lebih banyak uang untuk dibelanjakan.

Kartu kredit bukanlah ‘berkah’, ‘rezeki’ ataupun ‘durian runtuh’. Jika anda tidak bijak dalam menggunakannya, yang ada justru hanyalah ‘malapetaka’. Ingatlah bahwa Kartu kredit hanyalah merupakan alat bantu pembayaran dan bukan pendapatan tambahan. Anda bisa berhutang kepada bank dengan menggunakan kartu kredit, tetapi cepat atau lambat hutang kartu kredit tersebut tentu harus anda bayar.

7. Menggunakan kartu kredit untuk SEMUA belanja dan pembayaran

Tidak sedikit orang menggunakan kartu kredit untuk semua jenis pembelanjaan. Padahal, untuk beberapa jenis produk, akan lebih baik jika dibeli dengan menggunakan uang Cash.

Ketika anda berbelanja dengan kartu kredit, pihak penjual barang akan dikenakan biaya sebesar 2,5-3% dari harga transaksi itu oleh pihak bank. Untuk beberapa jenis produk (terutama yang margin labanya kecil), penjual barang tidak bersedia menanggung biaya tersebut, sehingga mengoper biaya tersebut kepada pembeli (alias anda).

Biasanya dalam kasus seperti ini, penjual akan mengatakan bahwa ‘Kalau memakai kartu kredit, kita kenakan charge X %’. Pada saat ini, biasanya charge ini sebesar 3,5%. Jika anda tetap membelinya dengan cara seperti ini, anda telah membayar bunga 3,5% hanya untuk ‘menunda’ sebentar membayar belanjaan itu. Padahal uang anda yang anda taruh di tabungan mendapatkan bunga yang jauh di bawah itu.

Bahkan jika penjual barang tersebut tidak mengenakan charge, cobalah untuk bertanya apakah ada diskon untuk pembelian cash. Seringkali anda akan mendapatkan potongan harga yang lumayan untuk pembelian dengan menggunakan uang Cash.

Sumber : janganserakah.com

Kartu Kredit, Gaya Hidup Modern & Industri Penghisap Darah

Sejak bertahun-tahun lalu hingga kini, untuk memiliki Kartu Kredit (KK) semakin hari semakin mudah saja. KK yang saat pertama kali diterbitkan di Amerika oleh Diners Club (1950), dan dua kartu selanjutnya di tahun 1958, American Express dan Americard (Visa) adalah alat pembayaran tanpa uang tunai, telah berubah menjadi alat untuk berhutang dibanding alat pembayaran tanpa uang tunai.

Memang, di tengah kehidupan yang menuntut serba cepat ini, semakin lumrah saja hidup dengan kredit atau hutang. Semakin mudah anda bisa berhutang, semakin “modern” hidup anda. Lihat saja di tahun 2002 orang-orang Amerika sekalipun memiliki total hutang senilai hampir 1 trilyun Dollar Amerika atau USD 979 kepada perusahaan pemberi hutang (bank, perusahaan KK dan perusahaan pemberi hutang lainnya).

Mereka yang hidup di Amerika sama dengan Indonesia, mereka banyak yang memiliki rumah bagus, mobil bagus, perabotan dan peralatan rumah yang bagus namun sehari-hari hidup miskin, karena penghasilannya setiap bulan habis untuk membayar berbagai cicilan yang seakan tidak pernah lunas.

Di luar soal kredit atau pinjaman dengan berbagai bank, tulisan ini adalah mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam industri KK sebagaimana yang dilaporkan oleh Frontline (seperti “60 minutes” dari CBSNews), sebuah acara televisi investigasi dari PBS di Amerika yang terkenal sejak 1983. Judul laporan itu memancing keinginantahu, yaitu “Secret History of the Credit Card,” dan subjudulnya:

“FRONTLINE and New York Times join force to investigate an industry few American fully understand.” Frontline menyebut Industri ini sebagai industri yang selalu untung namun industri yang customernya paling banyak kecewa, mengeluh, merasa tidak nyaman dan dirugikan.

Banyak soal yang tidak dimengerti oleh pemegang KK di mana-mana, karena memang dibuat untuk sulit dimengerti oleh perusahaan penerbit KK. Sedikit sekali pemegang KK yang mau dan mampu membaca agreement yang dikeluarkan oleh perusahaan KK, juga ketentuan yang biasanya dicetak dengan huruf kecil dan abu-abu di belakang tagihan bulanan.

Di dalam agreement selalu ada klausul bahwa agreement itu dapat dirubah kapan saja dengan pemberitahuan 15 hari sebelumnya.
Perubahan itu biasanya menyangkut soal yang paling dapat merugikan pemegang KK, yaitu bunga dan denda (biaya keterlambatan, biaya over- limit atau kadang disebut sebagai biaya administrasi).

Bunga dan denda ini bisa menjadi berapa saja, terserah perusahaan KK. Meski anda selalu membayar tagihan KK anda tepat waktu, perusahaan KK bisa atau selalu menaikkan bunga terutama karena berbagai hal, misalnya setelah periode promosi berakhir, 1 tahun setelah anda apply misalnya (kadang hanya 3 bulan saja), terlambat bayar di KK dari perusahaan lain, terlambat bayar tagihan telepon, listrik, kredit mobil, rumah atau karena perusahaan KK menganggap anda terlalu banyak pinjaman di sana dan sini. Praktek ini disebut klausul “universal default” yang menjadi klausul standar dalam agreement antara pemegang KK dan perusahaan KK.

Los Angeles Times, tahun 1999 lalu memberitakan adanya perusahaan KK di Amerika, yaitu Providian dan First USA ketahuan telah membebankan denda keterlambatan kepada pemegang KK-nya untuk pembayaran yang sebenarnya dilakukan pada waktunya (on time). Para pemegang KK tersebut kemudian memperkarakan kedua perusahaan ini dan jutaan dolar telah dikembalikan kepada para pemegang KK ini.

Menurut dua perusahaan KK ini, kesalahan terletak pada processing systems.
Padahal ini bukanlah suatu kesalahan tetapi telah mereka lakukan dengan sengaja yang mungkin juga dilakukan di Indonesia, namun tidak ketahuan.

Banyak orang, tanpa disadari, menjadikan KK sebagai jerat hutang seumur hidup, yaitu mereka yang membayar tagihan KK mereka hanya sejumlah minimum payment yang tercantum atau sedikit lebih besar dari minimum payment karena berbagai hal, terutama karena ada hutang lain seperti kredit rumah, kendaraan, peralatan rumah tangga atau kredit lainnya.

Minimum payment yang biasanya ditetapkan oleh perusahaan KK hanya 2% dari jumlah total tagihan inilah yang menjadi jerat hutang seumur hidup. Berapa pun tagihan anda, jika anda membayar hanya sejumlah minimum payment itu, maka anda akan baru bisa melunasi tagihan KK anda dalam 30 tahun sebagaimana juga disebutkan oleh Frontline atau Oprah.com dalam edisinya yang berjudul “Debt Diet.”

Itu pun jika bunga yang dikenakan pada anda sebesar tidak lebih dari 18% setahun. Sialnya perusahaan KK di mana- mana sering menetapkan bunga hingga 48% setahun. Gila bukan? Artinya jangka waktu pembayaran anda jika anda membayar hanya minimum payment bisa lebih jauh dari 30 tahun! Kecuali anda membayar lebih dari minimum payment, misalnya sebesar 10% dari total tagihan setiap bulan.

Semakin baik anda menyelesaikan tagihan KK anda, itu berarti anda semakin sedikit perusahaan KK mendapatkan untung. Karena itu ada banyak permainan yang dijalankan oleh perusahaan KK untuk menjerat anda agar terus berada di dalam permainan mereka selama-lamanya.

Permainan ini legal alias tidak melanggar hukum, namun bisa membuat anda menjadi penghutang sepanjang sisa hidup. Anda bisa menghindari masuk ke dalam permainan ini, jika anda tahu kiatnya sebagaimana disarankan di banyak situs Internet tentang permainan KK. Biasanya di Internet kiat ini diberi judul “Winning the Credit Card Game.”

1. Baca dengan amat teliti seluruh formulir, agreement atau apa pun yang dikirimkan ke anda oleh perusahaan KK.
Baca apa yang dikirimkan kepada anda bersama dengan tagihan karena perusahaan KK berhak untuk merubah kesepakatan apa pun dengan pemberitahuan hanya 15 hari sebelumnya.

Celakanya pemberitahuan itu sering dibuat agar anda tidak membacanya, misalnya dengan huruf kecil dan berwarna abu-abu. Juga di sinilah perusahaan KK menjebak anda untuk berbagai hal yang tidak anda perlukan, seperti misalnya membeli asuransi KK, asuransi jiwa, atau asuransi lain.

2. Jangan terlambat membayar tagihan.
Anda akan terkejut dengan dendanya yang biasanya mereka menyebut dengan sebutan yang halus, misalnya biaya administrasi atau biaya keterlambatan. Besar tagihan akan membengkak dan minimum payment juga tentu akan membengkak. Karena satu denda, perusahaan KK akan menjadikannya alasan untuk menaikkan bunga hingga lebih dari 40%, padahal saat pertama kali anda ditawarkan KK hanya sebesar misalnya 16%.

3. Jangan menjadi Revolver.
Yaitu pemegang KK yang mempertahankan tagihan KKnya dengan membayar tagihan hanya sebesar minimum pembayaran yang tertera di tagihannya.
Jadilah seorang Freeloader, yaitu orang yang selalu membayar seluruh tagihannya setiap bulan dalam grace-period (periode antara penggunaan KK dan jatuh tempo tagihan). Freeloader tidak akan terjebak dalam situasi “membayar bunga”.

Intinya adalah jangan menjadikan KK sebagai alat untuk berhutang, tetapi sebagai alat pembayaran tanpa uang tunai. Segeralah membayar apa yang anda sudah bayar sebelumnya dengan KK anda agar anda tidak perlu membayar bunga dan terjatuh di dalam lubang hutang yang dalam. Oleh karena itu, anda juga sangat dianjurkan untuk tidak memiliki KK lebih dari satu untuk menghindari resiko terkena bunga, denda keterlambatan dan denda over limit serta iuran tahunan lebih dari satu kali.

4. Jangan ragu-ragu untuk menyerang perusahaan KK dengan segala cara yang legal.
Apakah perusahaan KK anda menghisap darah anda? Bikin complain dan bahkan serang mereka melalui berbagai media, cetak, TV, radio, dan Internet. Persaingan di antara perusahaan KK membuat mereka kadang harus melemah oleh tuntutan seorang customer yang agresif. Denda bisa saja diminta untuk dihapus atau bunga diturunkan jika anda minta dengan keras, misalnya dengan alasan bahwa anda.sudah menjadi customer yang baik selama 1 tahun terakhir ini atau bahkan hanya 6 bulan terakhir ini.

5. Buat perbandingan antar perusahaan KK.
Jangan berpegang pada “luar-negeri minded”. Meski anda juga sering berpergian ke luar negeri, jangan jadikan alasan anda untuk menjadi pemegang KK dari perusahaan luar-negeri yang berbunga tinggi. Karena banyak cara untuk keluar-negeri tanpa uang cash selain dengan KK, misalnya travel-check dan lain-lain. Atau jika anda merasa lebih nyaman ketika di luar negeri dengan KK luar negeri, anda bisa apply KK luar negeri dan mendapatkan KK hanya dalam waktu 2 hari paling lama jika anda menyetorkan uang sejumlah yang anda pikir akan dibelanjakan di luar negeri. Sesudah pulang kembali ke Indonesia atau jika anda tidak memerlukan KK itu lagi, segera tutup kembali KK itu.

6. Minta perusahaan KK agar memberi reward secara teratur (6 bulan sekali) kepada anda berupa catatan atau rekomendasi bahwa anda adalah seorang pemegang KK yang baik.
Jarang sekali perusahaan KK yang tanpa diminta berbaik hati untuk membuat catatan tentang aktivitas pembayaran yang baik (tidak pernah mangkir). Mungkin ini ada gunanya ketika anda berencana untuk mengajukan pinjaman pada sebuah bank.

7. Yang paling penting dari semuanya adalah jangan termakan dengan bunyi-bunyi iklan perusahaan KK, seperti ini “don’t leave home without it.”
Oprah.com dalam edisi “Debt Diet” menganjurkan anda untuk meninggalkan KK anda di rumah, karena sebaiknya anda membawa KK hanya setelah anda merencanakan untuk berbelanja atau melakukan transaksi.

Anda cukup membawa uang tunai sebesar 3 kali uang yang biasanya anda perlukan setiap hari. Apalagi hampir setiap orang sekarang memiliki tabungan di Bank dengan kartu ATM-nya yang sama artinya anda memiliki uang tunai di tangan (ATM ada di mana-mana).

Jika anda ingin berhutang, gunakan fasilitas pinjaman yang tersedia di banyak bank. Meskipun prosesnya panjang (maksimum 14 hari kerja), jangan sekali-kali menggunakan KK sebagai jalan untuk berhutang. KK pada awalnya adalah alat pembayaran tanpa uang tunai, namun perusahaan KK sekarang telah membengkokkannya menjadi alat untuk berhutang yang sialnya bisa menjerat orang untuk seumur hidupnya.

Jangan juga termakan dengan bunyi iklan mereka lainnya yang muluk- muluk, seperti hidup yang lebih baik, praktis, nyaman dan kemewahan dengan berbagai barang. Memang, hidup di jaman yang waktu menjadi amat sempit ini, maka efisiensi sering menjadi pertimbangan yang pertama ketika anda membeli sesuatu, kendaraan misalnya.

Anda pikir jika membeli kendaraan baru, maka anda terbebas dari persoalan perawatan kendaraan yang ruwet atau resiko rusak di jalan pada saat- saat penting. Padahal dengan kendaraan bekas yang betul-betul anda rekondisi di bengkel yang anda percayai, segala keruwetan itu bisa diatasi dengan mudah dan dengan harga di bawah harga uang muka pembelian kendaraan secara kredit. Bahkan sejumlah uang (rata-rata 4 juta rupiah) per bulan yang biasanya disetorkan ke perusahaan kredit kendaraan bisa digunakan untuk keperluan yang lebih produktif atau untuk rekreasi setiap bulannya.

Artikel Oleh: Jojo Rahardjo, Pengamat Masalah Sosial

Sumber : Netverum

Kredit Gadai Cepat dan Aman

Kemarin dapat brosur Pegadaian nih. Siapa tahu bermanfaat..

KCA (Kredit gadai Cepat dan Aman), adalah kredit dari Perum Pegadaian dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah. Baik untuk kebutuhan konsumtif maupun untuk kebutuhan produktif.

Plafon pinjaman mulai dari Rp 20.000 sampai lebih dari Rp 200 juta. Jaminan berupa barang bergerak, seperti emas, berlian, mobil, motor, dan produk elektronik.

Jangka waktu pinjaman maksimum 120 hari / 4 bulan, dan dapat diperpanjang dengan cara membayar sewa modal saja atau mengangsur sebagian uang pinjaman.

Pelunasan dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan perhitungan sewa modal selama masa pinjaman.

Persyaratan

  1. Fotokopi KTP atau identitas resmi lainnya.
  2. Menyerahkan barang jaminan.
  3. Menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK).

Prosedur Pemberian Kredit

  1. Nasabah mengisi formulir Permintaan Kredit.
  2. Nasabah menyerahkan persyaratan kredit.
  3. Petugas Pegadaian memeriksa dan menguji persyaratan kredit, serta menilai agunannya.
  4. Nasabah dan Petugas Pegadaian menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK).
  5. Nasabah menerima uang pinjaman.

Informasi lebih lanjut, hubungi Kantor Cabang Perum Pegadaian di kota anda atau kunjungi website http://www.pegadaian.co.id