Maafkan Ibu, Nak. Karena Ibu Terpidana Miskin..


Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Darsih terpekur di sudut ruangan ukuran 3×3 meter persegi. Diselonjorkannya kakinya di lantai semen yang dingin dan hitam. Punggungnya bersandar di tembok yang sudah tak jelas warnanya, lumutan pula. Baru saja ia nonton tipi di ruang istirahat sipir penjara.

Darsih memang akrab dengan mereka. Meski dirinya tahanan miskin yang tak pernah memberikan apapun untuk sipir, tapi jemari Darsih kerap menjadi solusi kalau ada sipir yang merasa penat dan butuh dipijat.

Tadi di tipi ia lihat ada ibu artis yang katanya ditahan di rutan. Darsih sering melihat wajah cantik wanita itu di tipi, baju-bajunya bagus-bagus. Anak-anaknya cantik dan ganteng. Tahun lalu, Darsih nonton di tipi juga, suami artis cantik itu meninggal dunia.

Lalu entah kenapa, setahun terakhir ini si artis cantik itu makin sering masuk tipi, katanya ia dituduh korupsi. Si artis cantik itu katanya minta ditahan di rumah saja, biar bisa mengasuh anaknya, karena bapaknya sudah tiada.

Tatapan mata Darsih nanar. Tiba-tiba ia ingat keempat anaknya di kampung. Suaminya yang sopir truk sudah lama meninggal. Dengan pendidikan yang cuma tamat SMP dan tak punya ketrampilan apa-apa, Darsih terpaksa merantau ke kota jadi pembantu rumah tangga, demi anak0-anaknya bisa sekolah.

Darsih sudah bertekad, anak-anaknya harus sekolah tinggi, jangan seperti dirinya dan suaminya. Beruntung ia dipercaya penuh oleh majikannya, untuk mengurus rumah dan menjaga anak semata wayang majikannya yang masih balita.

Sampai suatu kali, adiknya datang dari kampung, diutus emaknya. Anak pertamanya, laki-laki, sudah kelas 3 SMP, minta melanjutkan sekolah ke SMA di kota. Anak keduanya, perempuan, juga sudah kelas 6 dan mau melanjutkan ke SMP tempat kakaknya sekolah. Anak ketiganya, laki-laki, sudah kelas 5 SD dan minta disunatin kalau liburan kenaikan kelas.

Katanya malu jadi olok-olok temannya, karena di kampung anak seusianya sudah disunatin. Anaknya yang bungsu, masih kelas 2 SD, memang belum butuh biaya ekstra. Adiknya minta Darsih bisa menyiapkan uang untuk keperluan anak-anaknya itu. Bulan depan, adiknya akan datang lagi.

Darsih yang tak tahu cara memenuhi kebutuhan anak-anaknya, akhirnya curhat pada tukang ojek yang biasa mangkal di jalan depan komplek. Tukang ojek langganan yang biasa mengantarnya ke pasar. Dari dari Maskun di tukang ojek inilah Darsih mendapat ide “menculik” anak majikannya. Lalu minta tebusan sekian juta, nanti si anak dilepas lagi. Maskun yang akan mengatur semuanya.

Darsih cukup berpura-pura sakit dan hari itu lalai mengunci pintu pagar rumah sampai si kecil bermain sendiri keluar halaman rumah. Maskun janji anak itu tak bakal diapa-apakan. Darsih sebenarnya sayang pada anak majikannya, tapai apa boleh buat, ini satu-satunya cara ia bisa mendapat uang banyak, bagi berdua dengan Maskun yang juga butuh uang untuk istrinya yang bakal melahirkan.

Sayangnya, skenario tak semulus rencana Maskun. Darsih yang tak pintar berbohong, segera ketahuan Polwab yang menginterogasinya, kalau ia bohong. Akhirnya terbongkarlah semua. Celakanya lagi, rupanya si kecil rewel saat disembunyikan Maskun. Karena tak tahan dengan rengekannya, Maskun semoat memukulnya sampai lebam. Jadilah Darsih dan Maskun terdakwa penculikan dan penganiayaan pada anak di bawah umur.

Kini, sudah tahun ketiga ia mendekam di penjara ini. Anak pertamanya urung masuk SMA. Ia jadi pengangguran, kerja serabutan, bahkan kata adiknya anaknya ikut-ikutan nyopet di pasar atau memalak pemilik lapak. Sudah beberapa kali anaknya digebuki massa karena ketahuan saat mencopet. Ditahan polisi juga pernah.

Lanjutkan membaca “Maafkan Ibu, Nak. Karena Ibu Terpidana Miskin..”

Iklan

Tragis! Makan Permen Diam-diam, Anak 9 Tahun Dihukum Lari 3 Jam Hingga Tewas

Savannah Hardin
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Sungguh tragis. Seorang anak perempuan berumur 9 tahun dihukum berlari nonstop selama 3 jam hingga tewas. Hukuman tersebut diberikan oleh sang nenek dan ibu tirinya karena anak tersebut makan permen secara diam-diam.

Savannah Hardin (9), meninggal di Rumah Sakit Anak di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat (AS), pada Senin (20/2) kemarin. Gadis kecil malang ini meninggal karena dehidrasi dan kekurangan zat sodium. Kondisi yang dialami Savannah saat meninggal sama seperti kondisi yang umumnya dialami para pelari maraton profesional.

Menurut para petugas medis, Savannah yang duduk di bangku kelas 3 SD ini dipaksa untuk terus berlari hingga akhirnya pingsan. Otoritas setempat menyatakan, Savannah dihukum oleh nenek dan ibu tirinya karena makan permen batangan secara diam-diam di bus sekolah.

“Pada dasarnya, dia dipaksa untuk mengerahkan seluruh tenaganya hingga mencapai titik di mana dia menderita dehidrasi dan kadar elektrolit dalam tubuhnya mencapai titik di mana dia tidak bisa bertahan hidup,” terang jaksa wilayah Etowah County, Jimmie Harp.

Lanjutkan membaca “Tragis! Makan Permen Diam-diam, Anak 9 Tahun Dihukum Lari 3 Jam Hingga Tewas”

Jelang Dibantai, Orang Utan Ini Peluk Anaknya

Orang Utan
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Dalam gambar, tujuh pria mengepungnya. Induk orangutan yang sedang hamil dan anaknya tersudut. Sadar tak bisa lagi melawan, keduanya berpelukan erat.

“Beruntung kedatangan kami tepat waktu. Telat beberapa menit saja keduanya sudah tak bernyawa,” kata Dr. Signe Preuschoft, pakar primata yang kini bergabung dengan lembaga nirlaba Four Paws. Laporan tentang pembantaian orangutan di Kalimantan penjadi topik utama bahasan media Inggris itu akhir pekan ini.

Menurut Daily Mail, pemburu Indonesia “rajin” membantai orangutan saat membuka hutan untuk perkebunan. Perusahaan perkebunan memberi iming-iming imbalan minimal Rp 950 ribu untuk satu kepala orangutan. Binatang ini dianggap hama perkebunan.

Sebelum penyelamatan itu, tim Four Paws telah menjelajahi berbagai wilayah di Kalimantan, baik yang masuk wilayah Indonesia maupun Malaysia, dan menemukan banyaknya orangutan yang sudah dibantai.

Deforestasi telah secara dramatis mengurangi habitat orangutan, kata Preuschoft. Jumlah mereka telah turun tajam dari 250 ribu ekor pada beberapa dekade lalu menjadi hanya 50 ribu saja di alam liar saat ini.

Banyak perusahaan perkebunan tak mengakui telah memberi imbalan kepada pemburu. Namun, sudah bukan rahasia di antara warga imbalan bagi kepala orangutan memang menggiurkan. Bukti pembantaian muncul September lalu, ketika kuburan dan tulang belulang ditemukan berceceran di ladang perkebunan.

Lanjutkan membaca “Jelang Dibantai, Orang Utan Ini Peluk Anaknya”

Apakah Kita Tidak Seperti Afriani…?

Afriani Susanti
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

5 hari pasca tragedi kecelakaan mobil maut yang menewaskan 9 orang di jalan Ridwan Rais Gambir Jakarta, gaungnya makin membahana di media.

Gelombang sumpah serapah dan hujatan yang ditujukan kepada pengemudi mobil yang diduga berada dalam pengaruh narkoba dan miras, Afriani Susanti, tak putus membanjiri berbagai media. Terutama pada forum-forum diskusi online dan situs-situs jejaring sosial, seperti twitter dan facebook.

Mulai dari yang menggunakan kata-kata agak keras, sampai yang menggunakan kata-kata vulgar dan melecehkan!

Tak apalah, karena semua itu merupakan bagian dari dinamika aktivitas masyarakat di dunia maya yang tanpa batas, dalam rangka menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Tapi perlu di ingat. Pada batas-batas tertentu, segala macam hujatan dan sumpah serapah yang mengarah kepada Afriani, pada saat yang tepat juga akan menohok diri pribadi. Menggelitik nurani kita untuk menghakimi diri sendiri.

APAKAH KITA TIDAK SEPERTI AFRIANI, yang menerapkan gaya hidup tidak sehat, menggunakan barang dan mengkonsumsi makanan atau minuman yang membahayakan kesehatan bahkan nyawa?

APAKAH KITA TIDAK SEPERTI AFRIANI, yang sering melakukan atau pernah melakukan hal-hal bodoh dan konyol, yang tidak hanya akan membahayakan diri sendiri. Tetapi juga berpotensi dapat mencelakai orang lain?

APAKAH KITA TIDAK SEPERTI AFRIANI, yang mengabaikan aturan-aturan dalam berlalu-lintas di jalan raya? Apakah kita pernah mengendarai mobil atau motor tanpa kelengkapan surat-surat seperti yang dipersaratkan?

APAKAH KITA TIDAK SEPERTI AFRIANI, yang memaksakan diri untuk mengendarai mobil atau motor, sementara karena alasan dan sebab-sebab tertentu, kondisi fisik dan psikis tidak memungkinkan untuk melakukan dengan aman?

APAKAH KITA TIDAK SEPERTI AFRIANI, yang dengan sengaja melanggar aturan lalulintas dan sesudahnya tak pernah merasa bersalah dan terus melakukan semua itu?

Mungkin kita pernah melakukan semua itu, namun TIDAK SEPERTI AFRIANI, kita masih beruntung belum mengalami nasib buruk seperti yang terjadi padanya kemarin tanggal 22 januari 2012.

Kini saat yang tepat untuk bertanya pada nurani, APAKAH KITA TIDAK INGIN SEPERTI AFRIANI? Kalau jawabnya TIDAK, apa yang mesti kita lakukan mulai dari SEKARANG?!

Artikel : E. Sudaryanto @ Kompasiana

Peluang Usaha Produk Immunocal @ http://immunocalnetwork.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Aksesoris Martapura @ http://aksesorismartapura.com

Bayi 2 Tahun Terlindas Truk, 18 Orang Melintas Cuek Saja

Bayi 2 Tahun Dua Kali Terlindas Truk, 18 Orang Hanya Melintas

https://supermilan.wordpress.com
Beberapa hari lalu, salah satu stasiun TV swasta memberitakan kejadian tragis dari daratan Cina, tepatnya di kota Foshan, Provinsi Guandong, Kamis 13 Oktober 2011 lalu. Dalam video yang ditayangkan, terlihat seorang anak melintas di sebuah jalan kecil, semacam area pertokoan.

Beberapa saat kemudian, sebuah mobil minivan perlahan datang. Secara mengejutkan, mobil itu terus melaju hingga menabrak dan melindas si bocah malang. Merasa menabrak sesuatu, pengemudi van menghentikan laju kendaraannya sebelum kemudian menjalankan mobilnya lagi dan melindas si bayi tak berdosa UNTUK KEDUA KALINYA. Kali ini dengan ban belakang.

Dilihat dari situasinya, lokasi TKP tidak bisa dibilang sepi. Karena tidak lama setelahnya, terhitung sekitar 18 orang yang melintas, baik pengendara motor maupun pejalan kaki. Meski mereka jelas melihat si bocah yang tergeletak di tengah jalan, tapi sayangnya, tidak satupun yang tergerak hatinya untuk menolong. Bahkan juga tampak seorang ibu diantara mereka yang melintas, tapi hanya melihat saja dan terus berjalan dengan acuhnya.

Hingga datanglah mobil kedua dan tragedi itu terulang kembali. Si bocah malang kembali terlindas tanpa ada yang memperhatikan. Akhirnya datang seorang ibu pemulung yang kemudian menolong dengan berteriak meminta bantuan pada warga sekitar. Akan tetapi, sekali lagi tidak tampak ada orang lain yang merespon.

Hanya ada seorang ibu, tampaknya ibu dari si bocah tersebut yang kemudian datang dan menggendongnya ke tempat yang lebih aman. Yue Yue dikabarkan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Militer Guangzhou. Sungguh beruntung ada ibu pemulung yang berbaik hati mau menolong. Kalau tidak, kondisi si bocah bisa lebih parah lagi. Karena hanya selang beberapa saat kemudian, kembali melintas sebuah mobil dan sebuah truk besar.

Berkat rekaman CCTV, pihak berwajib dapat segera menahan pengemudi kedua kendaraan yang melindas si bocah malang, yang kemudian diketahui bernama Yue Yue. Setelah tertangkap, pengemudi pertama beralasan saat itu dirinya sedang bertengkar dengan kekasihnya jadi tidak memperhatikan jalan di depan.

Pengemudi kedua pun setali tiga uang. “Jika dia meninggal, saya akan membayar ganti rugi 20 ribu yuan renmibi (sekitar 3 ribu dolar amerika atau 27 juta rupiah). Tapi jika dia terluka, saya mesti membayar hingga ratusan ribu yuan.”

Kondisi Yue Yue Saat Terbaring Koma
Kondisi Yue Yue Saat Terbaring Koma

Lanjutkan membaca “Bayi 2 Tahun Terlindas Truk, 18 Orang Melintas Cuek Saja”