Perokok : Buta Huruf atau Buta Hati?

Perokok Buta Huruf
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Bagi Para Ortu Perokok, Aku mohon banget supaya ngerokok sejauh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena Flek Paru-Paru

Itulah status Noor Atika Hasanah di status jejaring sosialnya, Tika demikian panggilannya kelahiran 8 November 1982, meninggal dunia akibat korban perokok Pasif. [Link]

Ya inilah fakta yang terjadi disekeliling kita, masih banyak orang tua yang tidak peduli dengan kesehatan anggota keluarganya dengan merokok disekeliling mereka. Dan kecenderungan masyarakat kita pun sangat cuek dengan larangan bahaya merokok. Mungkin kita seringkali melihat sebagian perokok yang merokok pada areal umum yang dilarang untuk merokok.

Pertanyaannya, apakah para perokok itu buta huruf sehingga tidak membaca larangan yang jelas jelas tertulis dihadapannya, lalu seolah pura pura tidak membacanya dan seenaknya saja tetap merokok.

Saya sangat mengerti sekali, bahwa kebiasaan merokok itu membuat candu si pemakainya, rasanya 1 jam tidak merokok saja sudah asam rasanya mulut untuk segera merokok. Tetapi apakah harus merokok disembarangan tempat?

Sekarang ini pemerintah sudah mencanangkan larangan untuk tidak merokok diarea seperti Mall, Rumah sakit, Kantor pelayanan Umum , Terminal, Stasiun, dan tempat umumnya lainnya, tetapi memang kebiasaan merokok itu sulit sekali untuk dihilangakan,. Bukannya saya anti perokok, tapi setidaknya ingatlah bahwa di sekeliling anda juga mempunyai hak yang sama untuk terbebas dari asap rokok.

Larangan merokok yang dituangkan dalam perda itupun ternyata juga tidak efektif, cobalah liat dimana ada area dilarang merokok, pasti disitu masih bergerombol orang merokok. Parahnya lagi sekarang, seiring dengan kemajuan jaman, anak anak dari level SD, SMP, SMA dan seterusnya pun sudah mulai pintar merokok.

Sekali kali coba masuk pada warnet yang menyediakan fasilitas Game Online, bisa dipastikan banyak sekali anak anak pelajar dibawah umur yang asik bergame ria sambil dengan seenaknya merokok tanpa merasa bersalah dan takut sama sekali.

Mungkin disinilah peran Narkoba mulai masuk dalam lingkup anak anak pelajar, ketika merokok sudah menjadi kebiasaan, lalu mulai mencoba yang lebih jauh lagi. Salah satunya adalah ganja yang sekarang ini mungkin barangnya dengan mudah dapat dibeli. Harap menjadi perhatian bahwa kaki tangan bandar narkoba selalu memulai aksinya dari para pelajar ini.

Lanjutkan membaca “Perokok : Buta Huruf atau Buta Hati?”

Kisah Tragis Gadis Korban Asap Rokok

Noor Atika Hasanah
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru.” Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial.

Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan Facebook. Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.

Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah meninggal dunia. Tika adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok.

Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis menderita penyakit paru parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini. “Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I’m not afraid of you ,” kata Tika dalam status Twitternya pada 24 Desember 2010.

Akibat penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal normal berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami sesak napas, batuk keras dan pilek.

Jasa Website Instant Murah @ http://JawaraShop.com

Bahayanya Perokok Pasif

Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.

Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.

Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.

Lanjutkan membaca “Kisah Tragis Gadis Korban Asap Rokok”

Hati-Hati! Terlalu Lama Pakai Laptop Bisa Berbahaya

Bahaya Memakai Laptop Terlalu Lama
Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Anak-anak dan remaja menenteng laptop kini menjadi pemandangan biasa. Namun, orangtua disarankan untuk membatasi penggunaan laptop pada orang muda karena bisa berdampak pada pertumbuhan otot dan postur mereka.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Boston, terungkap sekitar 50 persen mahasiswa pengguna laptop kerap mengeluhkan rasa nyeri setelah menggunakan komputer selama satu jam. Penelitian dilakukan terhadap 18 juta mahasiswa pada tahun 2008.

“Gangguan pada sistem muskuloskeletal yang terjadi pada masa anak-anak sampai dewasa muda perlu menjadi perhatian karena sistem muskuloskeletal dan postur mereka masih berkembang,” kata Karen Jacobs, ketua tim peneliti dan terapis dari Universitas Boston.Ia menjelaskan, keluhan rasa nyeri akibat penggunaan laptop kini sering dialami anak-anak di banyak negara.

Selain orangtua memonitor durasi penggunaan laptop, Jacobs juga menyarankan agar anak-anak diajarkan untuk melakukan peregangan dan latihan otot untuk mencegah gangguan postur pada masa mendatang.

Lanjutkan membaca “Hati-Hati! Terlalu Lama Pakai Laptop Bisa Berbahaya”

Belajar Dari Iklan Rokok

Belajar Dari Iklan Rokokhttps://supermilan.wordpress.com

Waktu masih SD, saya sering melihat iklan-iklan rokok di TV, begitu gagahnya seorang pria dengan binatang peliharaannya. Keren, dewasa, terkesan bijaksana dan garang orang tersebut dalam pikiran saya. Ada lagi yang begitu nikmatnya seorang pria dengan secangkir kopi dan sepuntung rokok dimulutnya, menandakan dia adalah seorang seniman sejati sekaligus seorang petualang yang handal.

Melulu begitu iklan rokok yang saya ingat diawal tahun 90 an, menunjukan sisi seorang perokok, dan produk rokok tersebut yang membuat orang penasaran untuk mencobanya. Tapi semenjak pemerintah melarang iklan rokok untuk menunjukan batang tembakau tersebut, para production house dan perusahaan-perusahaan pembuat advertising dibuat pusing untuk bisa menghasilkan iklan yang anehnya justru jauh dari rokok tersebut.

“Bagaimana caranya menjual sesuatu tanpa menunjukkan barang yang dijual. Seperti menjual kucing dalam karung bukan?”, Mungkin kalimat itu yang terbesit dalam pikiran para pelaku industri rokok ataupun production house yang membuat iklan rokok. Tapi yang namanya orang kreatif, semakin dibatasi justru semakin menggila, semakin keluar dari kotak, malah mereka merobek-robek kotaknya.

Iklan Rokok

Sekarang, kita bisa lihat begitu banyak bertebaran iklan rokok dimana-mana dengan kata-kata dan jalan cerita yang kreatif, lucu, menghibur dan tentunya inspiratif, TANPA menunjukan rokok tersebut sedikitpun. Malah lucunya ditampilkan pula akibat buruk dari pemakaian produk itu. Sekarang mana ada iklan makanan cepat saji yang berbunyi gini :
“Memakan makanan ini menyebabkan kegemukan, serangan jantung, kolesterol dan gangguan pencernaan”

Tapi bisa kita liat, walau dengan peringatan buruk sekalipun, penjualan rokok tetap meroket, dan tentunya membuat pemilik perusahaannya menjadi orang terkaya nomor satu di nusantara. Lantas apa yang bisa kita ambil dari fenomena ini, berikut sedikit tangapan tentang pembahasan ini :

1. Keterbatasan Menghasilkan Kreativitas

Mungkin kita sering mendengar cerita tentang masa kecil orang tua kita dulu. Jika mereka ingin memiliki mainan, mereka harus membuatnya sendiri, bukan membelinya. Orang tua kita sewaktu kecil menjadi lebih lebih kreatif saat mereka berkarya menciptakan mobil dari kulit jeruk, membuat layang-layang sendiri, membuat kue-kue kecil untuk dijual, atau memetik buah-buahan dari kebun kawannya dan dijual untuk uang jajan.

Dilain hal, pasti sebagian pembaca ada yang tahu dengan WajanBolic, Kalengbolic, SendokBolic dan sebagainya? Nah saya yakin penemu wajanbolic bisa menemukan alternatif antena penguat pengganti antena yagi ataupun grid yang harganya bisa sampai jutaan, karena keterbatasan dan rasa ingin tahu yang besar.

Saya yakin dari kita semua pasti pernah menjadi kreatif ketika dibatasi. Ingat saat kita dibatasi oleh lingkungan ataupun personal, jadilah lebih kreatif, maka pikiran andapun akan semakin kreatif.

2. Jual Citra, Jangan Hanya Jual Benda

Masih seputar iklan Rokok, zaman sekarang ini kita semua bisa lihat, apa yang ditampilkan dari iklan tersebut?

Yap, benar sekali, kegagahan, tantangan, cita rasa tinggi, kesempurnaan, kesuksesan. Semua tentang CITRA pria sejati ditampilkan, yang membuat calon pelanggan berpikiran : jika menggunakan produk tersebut mereka pun merasa seperti sosok yang ada diiklan tadi. Bersemangat, penuh kerjasama dan persaudaraan, jiwa petualang, problem solver, atau orang-orang kreatif dan seniman sejati dsb.

Lanjutkan membaca “Belajar Dari Iklan Rokok”

Bone-Bone, Desa Bebas Rokok Pertama Dunia

Bone-Bone, Desa Bebas Rokok Pertama Dunia https://supermilan.wordpress.com

Meninggalkan kebiasaan merokok tak semudah membalikkan telapak tangan. Kegiatan yang merugikan kesehatan ini disebut-sebut begitu sulit ditinggalkan. Bagi sebagian perokok, mengisap asap sama pentingnya seperti memakan nasi.

Tekad kuat ditunjukkan sesosok orang dari Pulau Sulawesi. Idris, Kepala Desa Bone-bone, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berhasil keluar dari kebiasaan buruk. Ia sudah tidak merokok sejak belasan tahun lampau.

Desa Bone-bone terletak di kaki Gunung Latimojong, yang dapat ditempuh dengan 3 jam perjalanan dari pusat kota. Di tahun 2000, desa ini dinyatakan sebagai desa pertama di dunia yang dinyatakan sebagai kawasan bebas rokok. Pahlawan di balik semua ini adalah Idris, sang kepala desa.

Idris yang juga berprofesi sebagai tukang kayu menceritakan pengalaman di masa lalu. Ia mengaku biasa menghabiskan 16 batang rokok perhari. Kebiasaan ini disadari berpengaruh buruk dan ia pun berusaha keras berhenti. Berkat tekad dan dukungan warga, Idris berhasil meninggalkan rokok untuk selama-lamanya.

Lanjutkan membaca “Bone-Bone, Desa Bebas Rokok Pertama Dunia”