18 Mitos Seputar Kendaraan Roda 4

https://supermilan.wordpress.com
Berbagai mitos kerap kita dengar seputar perlakukan kita terhadap mobil yang sering kita gunakan sehari-hari. Yuk kita baca satu persatu:

1. Perlu memanaskan mesin sebelum jalan

Mesin mobil modern sudah menganut sistem injeksi bahan bakar sehingga pasokan bahan bakar selalu tepat pada setiap kondisi. Termasuk ketika mesin baru dinyalakan. Tidak perlu menunggu lama, satu menit saja cukup kok untuk membuat oli bersirkulasi. Menunggu lebih lama sudah pasti akan memboroskan bahan bakar dan tidak ramah lingkungan. Mengingat, saat suhu dingin asap lebih kotor karena campuran bensin lebih kaya.

2. Tekan gas sebelum mematikan mesin

Mitos ini merupakan kebiasaan buat mobil jadul. Maksudnya buat mengisi aki biar tidak tekor. Jadi alternator diputar lebih kencang supaya mengisi aki sebelum mesin mati. Mesin masa kini sudah dilengkapi alternator dengan IC voltage regulator. Kebutuhan arus disuplai akurat. Malah aki mobil lebih kecil, karena suplai tegangan alternator sudah bagus. Menekan pedal gas sebelum mesin dimatikan juga sangat berbaya bagi “jiwa” dan “raga” mesin.

Pertama, raganya akan rusak atau cacat. Pasalnya, ketika gas digeber, putaran mesin naik. Pada kondisi seperti komponen mesin yang berputar atau bergerak membutuhkan pelumas. Nah, dapat dibayangkan, ketika oli sedang menuju ke komponen tersebut, mesin tiba-tiba mati. Pompa oli pun tidak bisa memasok atau mengalirkan oli ke komponen yang bergerak. Misalkan, ke piston, kruk as, nokken as atau klep. Memang masih ada lapisan oli yang tertinggal pada permukaan komponen tersebut. Jumlahnya tidak cukup dan hanya untuk putaran rendah. Nah, waktu antara menekan pedal gas dan kunci kontak diputar ke posisi “OFF”, waktunya bisa sekitar 15 detik. Kalau mesin bekerja pada 2.500 rpm saja, berarti selama 15 detik berputar 166 kali.

Pada tahap pertama atau awal, kebiasaan tersebut memang belum menimbulkan masalah. Namun karena keseringan, keausan mulai terjadi, muncul getaran atau suara mesin kasar. Tingkat keausan komponen bertambah. Selanjutnya, menyebabkan kerja mesin tidak efisien. Malah mesin juga “menelan” oli. Konsumsi bahan bakar boros, tenaga payah, mesin cepat panas dan sebagainya. “Jiwa” mesin ambruk dan tidak bisa lagi hidup.

3. Menyalakan AC boros bensin

Untuk mitos ini ternyata tidak signifikan. Dari pengetesan yang dilakukan oleh pakar memang daya kuda mesin di roda turun saat menghidupkan AC. Namun perbedaan konsumsi bensin sangat kecil. Baik AC dinyalakan, dimatikan maupun disetel pada temperatur moderat

4. Menghidupkan AC saat mobil berjalan bisa merusak

Kita sering mendengar mitos bahwa kompresor akan kaget ketika AC dinyalakan pada saat putaran mesin tinggi. Padahal kenyataannya, magnet pada puli kompresor tetap bisa nonaktif kalau thermostat mendeteksi suhu kabin sudah dingin. Begitu suhu naik, kompresor aktif lagi tanpa peduli mesin pada kondisi rpm berapa.

5. Mengangkat wiper saat parkir bisa mencegah karet mengeras

Dipicu kondisi cuaca tropis yang panas, disinyalir dapat mempengaruhi kualitas karet wiper (terutama ketika parkir). Meski terkena panas dan tertekan batang, karet wiper tetap punya kelenturan. Pabrikan pun punya hitungan sendiri. Maka, umumnya usia karet sekitar 2 tahun, tanpa perlu diangkat ketika parkir. Malah dengan mengangkat batang wiper, per di dalamnya akan tertarik. Jika terlalu sering, bisa menurunkan kekuatan pernya.

6. Menaruh aki di lantai bisa menghabiskan listriknya

Jawabannya tidak. Mitos ini merebak tahun 50-an. Kejadiannya pun bukan pada mobil. Tetapi pada jaringan telepon. Jika tidak dipakai, aki memang akan mengalami discharge. Akan tetapi, aki mobil modern cukup tangguh untuk bisa dipengaruhi lantai, bahkan lantai yang basah sekalipun

Lanjutkan membaca “18 Mitos Seputar Kendaraan Roda 4”

Iklan

Kecurangan Petugas Pompa Bensin. Waspadalah!!

Ada apa dg SPBU…?????
lsg aja gan, skdr buat info kalian semua..

smalm gw ketmu sama temen eks sma. dia kerja di slh satu SPBU di jakarta. gw tdur dit4 dia, tepatnya mess. trus kita ngobrol2 gitu, sm temen dia juga. pas ngobrol gw coba2 tanya soal di “balik layar” nya para pekerja SPBU t4 dia bekerja.

obrolan pun makin asik stlah mereka scr blak2an blg ke gw mengenai kecurangan2 yg ada. dari kecurangan2 itu gw coba tanya gimana caranya mereka melakukan trik tersebut. dan trik itu adlh:

1. pada saat mengisi BBM jika cust keliatan lengah dan sebelum angka pengisian menunjukkan nominal yg diminta konsumen, mereka lsg menghentikan pengisian bahan bakar dan dg cepatnya mereka menuliskan angka nominal ( dlm rupiah )
yg diminta konsumen pada layar mesin BBM. (modus ini sering digunakan kpd custmer yg pakai mobil)

cth : jika custmer ingin mengisi Rp. 100.000,- sblm angka di layar menunjukkan angka 100 ribu( misalkan baru 70.000 ), mereka lsg menghentikan pengisian dg cara menekan tombol nominal rupiah di mesin pompa mrka ( tmbol2 itu biasanya dituliskan dg P1,P2,P3,P4 dan masing2 tmbol itu py angka nominal sendiri2. misal P1 : 10.000, P2 : 50.000, P3 : 100.000 dll) dan seolah2 pengisian bahan bakar sudah benar2 di angka 100.000,-
solusi : jika anda merasa ada yg janggal, minta saja operator menekan tombol “cancel”. jika tmbol cancel di tekan, maka pada layar mesin akan muncul nominal yg sebenarnya yg mereka isikan atau mintalah print outnya

2. meneruskan angka nominal dari pengisian sblmnya.

cth : orang di depan anda mengisi 30.000, trus stlh itu anda maju untuk giliran mengisi. anda ingin mengisi 150.000,- jika anda dlm keadaan lengah operator akan lsg mengisikan BBM tanpa memulai nominal dari angka “0” dan di mulai dr angka 30.000,-

solusi : pastikan nominal sebelum pengisian menunjukkan angka 0 dan pastikan juga anda turun dari mobil, jgn minta petugas untuk membuka dan mengisikannya sendiri.

3. berhubungan dg nomor 1 diatas.
operator telah berhasil mencurangi customer. stlh pengisian selesai, custmer minta print outnya. alhasil si operator kelabakan krn mereka tidak mengisikan nominal yg sesuai. tp operator tdk kekurangan cara. mereka biasanya menutupi modus dg beralasan bahwa mesin print outnya rusak dan cuma bisa di tulis tangan.
solusi : TEMUI MANAGERNYA ATO BOS NYA LSG

4. hati2 bagi anak sekolah yg pake motor dan ngisi di pagi hari. operator sering melakukan modus no. 1 di atas untuk melakuakn kecurangan. tmn gw blg kalo temen dia pernah ngisiin 3.000 dr permintaan sebesar 5.000 pd anak sekolah di pagi hari.
solusi : jgn ada lengah diantara kalian

yup itu inti cerita gw sm tmn gw semalam. temenku jg bilang klo modus seperti itu cuma ada di SPBU t4 dia bekerja aja krn kata dia juga udah nge tes ke bbrp spbu2 lain dan dia ga nemuin modus yg sama, tp ya mgkn cerita ini bs buat juragan lebih hati2 saat mengisi BBM khususnya para juragan yg pake mobil.

” klo nozzle yg sering bunyi jeglek2 gitu kata tmn gw ga ngaruh gan. jd klo pas isi otomatis trus nozzle lepas ” bunyi jeglek ” trus operator nancep lagi tuh kata tmn gw ga ngaruh ke pengisian. so ga usah marah klo sering jeglek2, mngkn nozzle otomatisnya emang rusak.”

semoga berkenan dan tidak nolak cendol….haus nih

NB; SPBU t4 tmn gw bekerja ber logo ” PASTI PAS ”

cmiiw ” TUJUAN SAYA BUKA TRIT INI CM UNTUK MENGINGATKAN PD KALIAN SEMUA AGAR LEBIH WASPADA DAN HATI2, JIKA ADA YG KURANG BERKENAN SAYA MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA dan MODUS SPRTI ITU CM DILAKUKAN OLEH ORANG2 YG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ”

—- kecurangan itu juga ga pernah disetujui sama bosnya dan katanya dulu ada yg dipecat scr tidak wajar gara2 ketahuan sering nyolong

Sumber : Kaskus

Harga BBM Turun, Tarif Angkot Juga Turun?

Pagi ini, 15 Desember 2008 mulai pukul 00.00, pemerintah resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Premium / bensin, semula Rp 5500 turun jadi Rp 5000. Solar, tadinya Rp 5500 diturunkan jadi Rp 4800. Mungkin turunnya tidak begitu banyak, tapi lumayan lah buat rakyat banyak.

Seperti waktu penurunan harga BBM terdahulu, pasti ada opini publik yang berkembang. Kalau harga bensin dan solar turun, harusnya tarif angkutan umum juga turun donk. Perbandingannya, dulu waktu harganya naik, tarif juga ikut naik. Sekarang, harga bbm turun, kok ga ikutan turun.

Atau mungkin bisa diperluas lagi tidak cuma tarif angkot. Tapi juga harga barang-barang yang dulu ikut naik waktu tarif bbm dinaikkan, sekarang waktu bbm turun, kok tidak ikut turun harganya.

Seperti kata sebuah iklan, TANYA KENAPA?

Maaf, saya bukan seorang ekonom ulung yang hafal beribu teori ekonomi. Saya disini cuma berusaha melihat dari kacamata sopir dan pengusaha angkot.

Penentuan tarif angkutan umum tentunya mempertimbangkan banyak aspek. Tidak hanya harga bahan bakar saja. Masih ada biaya onderdil, pengurusan surat kendaraan, bahkan sampai ke pungli, dari yang preman baju dekil sampai preman berseragam (siapa nih maksudnya 😀 ).

Belum lagi jika memperhitungkan barang kebutuhan sehari-hari. Sopir tentu butuh uang untuk menafkahi anak istrinya. Hitung-hitungannya, jumlah uang yang bisa dibawa pulang, adalah sama dengan uang dari penumpang dikurangi setoran ke juragan angkot. Plus mungkin biaya bensin dsb.

Sewaktu harga bensin naik, pasti semua barang, terutama kebutuhan pokok juga ikut naik. Misal bbm naik 2000 rupiah , harga beras juga naik 500 rupiah per liter, minyak goreng naik 500 rupiah per liter, minyak tanah 1000 rupiah per liter, gula naik 500 rupiah per liter. Itu per liter, totalnya kalikan saja kebutuhannya berapa liter per hari.

Tambah lagi, anak ke sekolah naik angkot (angkot lain maksudnya, kan belum tentu searah sama bapaknya 😛 ), tarifnya juga naik 500 rupiah. Pulang pergi, total kenaikannya jadi 1000 rupiah. Namanya juga anak, sukanya kan jajan. Harganya juga naik, katakan 200 rupiah.

Tambah lagi biaya ini itu yang semuanya ikutan naik. Jadi istilah kerennya, multiplier effect atau efek berganda. Padahal bensin cuma naik 2 ribu, tapi total biaya kebutuhan naiknya bisa mencapai 5-10 ribu. Kenaikan biaya ini lah yang coba ditutupi dengan kenaikan tarif angkutan, yang mengiringi naiknya harga bbm.

Kalau dihitung-hitung lagi, jelas tidak cukup. Lha wong kebutuhan naik sampai 5 ribu, coba ditutupi dengan kenaikan tarif angkot paling banyak seribu dua ribu. Itu aja ibu-ibu sudah pada protes 😛

Jadi kalau berharap tarif angkot ikut turun waktu bbm turun, ya jelas seperti acara tv, ngimpi kali yee. Lha kan harga barang-barang juga sudah ikutan naik waktu bbm naik. Lain ceritanya kalau semua, atau paling tidak, sebagian besar harga barang juga ikutan turun sewaktu harga bbm diturunkan.

Bagi anda yang masih ngomel-ngomel ke sopir angkot atau kenek bis, coba lah sesekali melihat dari sudut pandang mereka. Bagi kita, mungkin 1-2 ribu sekali jalan tidak ada artinya dibanding gaji bulanan kita. Tapi bagi mereka, duit segitu pasti sangat berarti.

Ingat juga, sesungguhnya harta cuma titipan dari Yang Kuasa. Kalau mau diambil sama yang punya, mau bilang apa..