7 Kebiasaan Buruk Pekerja Keras


Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Di jaman sekarang, banyak orang bekerja sangat keras hingga lupa untuk beristirahat, terutama untuk pekerja kantoran. Karena kebiasaan bekerja keras di kantor, seseorang bisa terus merasa sibuk, meski telah tiba di rumah. tanpa disadari, Anda mungkin bekerja lebih keras dan lebih lama demi mencapai keberhasilan.

Namun anda tentu tahu bahwa bekerja terlalu keras dapat membahayakan kesehatan. Hasil jerih payah yang diperoleh dari pekerjaan yang kita lakukan bisa habis seketika, jika mengalami sakit akibat terlalu lelah bekerja.

Para pecandu kerja, seringkali melakukan hal-hal buruk yang membuat kesehatan mereka kian menurun dari hari ke hari. Berikut tujuh kebiasaan buruk bagi si ‘workaholic’, yang harus segera dihilangkan:

1. Lupa untuk bersantai

Ini bisa menyebabkan stres. Padahal jika meluangkan waktu untuk bersantai sejenak, Anda bisa lebih waspada dan termotivasi. Terlalu banyak tekanan atau stres kronis justru membuat seseorang tidak produktif.

2. Makan di perjalanan

Antara rapat, panggilan konferensi, dan tenggat waktu, sering membuat seseorang lupa untuk meluangkan waktu makan siang yang sehat. Mengonsumsi makanan pun perlu dalam keadaan tenang tanpa dirundung rasa cemas dan tergesa-gesa.

Ini penting agar kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi mudah diserap tubuh dan menjadikan seseorang lebih produktif, terutama untuk menciptakan ide cemerlang demi hasil pekerjaan yang baik.

3. Menunda tidur untuk pekerjaan

Seorang profesional yang super sibuk pun tetap butuh istirahat sebanyak tujuh sampai sembilan jam tidur setiap malam. Kehilangan waktu tidur dapat menyebabkan iritabilitas, kesulitan berkonsentrasi, dan masalah memori. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan obesitas.

4. Tidak ada waktu untuk berolahraga

Melakukan olah raga minimal 30 menit setiap hari sangat penting untuk kesehatan saat ini dan jangka panjang Anda.

5. Tetap bekerja ketika sakit

Banyak orang datang ke kantor untuk bekerja walaupun sedang sakit. Namun, ada tiga alasan penting saat sakit Anda perlu tetap di rumah.

Pertama, tak seorang pun ingin Anda menjadi penyebar kuman dan penyakit di kantor. Kedua, Anda sudah pasti jadi kurang produktif dan ketiga, Anda perlu istirahat agar bekerja lebih baik.

Lanjutkan membaca “7 Kebiasaan Buruk Pekerja Keras”

Iklan

Hebat, Dari TKW Berhasil Menjadi Dosen

Hebat, TKW Dapat Penghargaanhttps://supermilan.wordpress.com

Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta atas nama Pemerintahnya menyerahkan penghargaan kepada Nuryati Sulapari, mantan tenaga kerja wanita di negara Timur Tengah itu, atas keberhasilannya menempuh pendidikan hingga menjadi dosen. Wakil Duta Besar Arab Saudi Majed Abdulaziz Al-Dayel menyerahkan penghargaan tersebut dalam satu acara di aula kedubes di Jakarta Selasa. Hadir dalam acara itu Staf Ahli Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Abdul Wahid Maktub.

“Ny. Nuryati adalah pejuang yang gigih dan ia patut memperoleh penghormatan dan penghargaan atas keberhasilannya,” kata Al-Dayel dalam sambutannya. Dengan dukungan dari keluarganya di Indonesia dan juga bekas majikannya di Saudi, ia telah meraih apa yang dicita-citakannya.

Menurut Al-Dayel, sesungguhnya keberhasilannya itu adalah berkat pertolongan Allah SWT dan kebaikan keluarga Saudi tempat ia mencari nafkah kala itu. “Ny. Nuryati merupakan contoh nyata hubungan baik dan kekeluargaan yang terjalin antara TKI dan warga Saudi,” kata Wakil Dubes.

Al-Dayel mengatakan, sebenarnya tabiat keluarga Saudi terhadap orang yang bekerja dengannya yang berasal dari berbagai negara adalah tanpa memandang latar belakang keyakinan agama namun terkadang terjadi sesuatu yang jarang terjadi di antara berjuta-juta orang. Ny. Nuryati pernah bekerja pada satu keluarga di kawasan Tabuk, Arab Saudi, pada 1998 hingga awal 2001.

Wanita asal Banten itu mengatakan bahwa ia ingin bekerja di negara Teluk itu guna mendapatkan uang untuk biaya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bukan pelarian, melihat kemampuan keuangan orang tuanya yang terbatas. “Saya bersyukur dapat bekerja di satu keluarga yang suami-istri berprofesi dokter dan dua anaknya masih kecil,” ujarnya.

Saat istirahat kerja pada pukul 14.00-16.00, ia gunakan untuk mengulang-ulang pelajaran dari buku-buku yang dibawanya dari kampung halaman. Istri majikannya memahami tekad kuatnya untuk menimba ilmu dan Nuryati yang saat itu belum menikah juga membantu menyelesaikan pekerjaan rumah anak majikannya.

Dengan uang tabungan dan tekadnya yang kuat sekembali ke Tanah Air, Nuryati melanjutkan pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, hingga ke jenjang pasca sarjana. “Insya Allah saya akan kuliah lagi ke jenjang lebih tinggi,” tambah ibu tiga anak itu yang tidak melupakan jasa dua wanita: ibu kandungnya dan istri majikannya.

Kisah Pahit

Ribuan orang Indonesia mencari nafkah di Arab Saudi tiap tahun. Kisah sukses seperti yang dialami Nuryati juga terjadi pada sejumlah tenaga kerja yang bekerja di negara itu dan mereka memanfaatkan uang yang diperolehnya untuk bekal usaha, sosial atau pendidikan.

Lanjutkan membaca “Hebat, Dari TKW Berhasil Menjadi Dosen”