100 Lagu Jawa Yang Terkenal Di Seluruh Dunia!

Air Supply
Air Supply

https://supermilan.wordpress.com
Indonesia terkenal di dunia, pulau – pulaunya juga terkenal di dunia. Siapa yang tak kenal pulau Bali? Pulau Lombok? Tetapi tahukah anda jika lagu – lagu Jawa juga sangat terkenal di dunia sehingga di adopsikan dalam berbagai bahasa dunia. Tentu sangat membanggakan bukan.

  1. All out of love (Air Supply ) : Katresnan sak pol’e
  2. Goodbye (Air Supply) : Lilanana pamit mulih
  3. Lost in love (Air Supply) : Keblasuk ing katresnan
  4. Making love out of nothing at all (Air Supply) : Ngenc*k gratis
  5. Grease (Bee Gees) : Kinclong
  6. How deep is your love (Bee Gees) : Duwekmu kok jero ‘men
  7. I started a joke (Bee Gees) : Wiwit ndage
  8. lIn the morning (Bee Gees) : Esuk uthuk-uthuk
  9. Saturday night fever (Bee Gees) : Meriang ning nekat ngape
  10. Stayin’ alive (Bee Gees) : Dawa umur
  11. Words (Bee Gees) : Nggedebus
  12. Highway star (Deep Purple) : Jago trek-trek’an
  13. Smoke on the water (Deep Purple) : Umob (album ‘Nggodog Wedang’)
  14. Soldier of fortune (Deep Purple) : Perjurit bejo
  15. Mama (Genesis) : Mbok’e
  16. Another day in paradise (Phill Collins) : Sesuk ngemben ing swarga
  17. Againts all odds (Phill Collins) : Ganep
  18. All night long (Lionel Richie) : Lek-lek’an (ngebyar)
  19. Still (Lionel Richie) : Isih (durung entek)
  20. Stuck on you (Lionel Richie) : Kecanthol sliramu Lanjutkan membaca “100 Lagu Jawa Yang Terkenal Di Seluruh Dunia!”

Anak Tukang Becak pun Bisa Jadi Dokter!

Anak Tukang Becak pun Bisa Jadi Dokter!
https://supermilan.wordpress.com

Dengan penghasilan yang serba pas-pasan, yakni Rp 20 ribu – Rp 30 ribu per hari, Suyatno sukses mengantarkan anaknya, Agung Bhaktiyar menjadi dokter. Dari empat orang anaknya hanya Agung, si anak bungsu, yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Berdasarkan pengalaman dan perjuangannya tersebut, Suyatno diundang sebagai tamu spesial dalam pertemuan dengan orangtua para mahasiswa baru UGM tahun ajaran 2011/2012.

Dalam kesempatan tersebut, Suyatno menuturkan, Agung tidak pernah memberitahukan bahwa dia mendaftar tes masuk UGM pada 2005 silam. Namun, ketika dinyatakan lolos dan diterima di UGM, dia pun memberitahu kedua orangtuanya. Suami dari Saniyem ini mengaku, sempat merasa kaget dan terdiam atas prestasi yang diraih anaknya.

Akhirnya, dia pun hanya mengiyakan akan mendukung keinginan anaknya tersebut. Meski dia masih merasa ragu akan kemampuannya untuk menguliahkan anaknya hingga selesai. “Bapak akan berusaha sampai kamu selesai kuliah, nak,” ujarnya kala itu guna membesarkan hati sang anak. Demikian dilansir dari situs UGM, Sabtu (10/9/2011).

Lanjutkan membaca “Anak Tukang Becak pun Bisa Jadi Dokter!”

Metode Pembelajaran Unik ala Sekolah Inggris

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Sekolah-sekolah di Inggris memiliki beberapa sistem atau metode pembelajaran yang cukup unik bagi para siswanya. Metode yang dilakukan di berbagai sekolah di Inggris ini memiliki manfaat dan pengaruh yang luar biasa terhadap kebiasaan hidup dan perkembangan pola pikir para siswanya.

Metode unik yang diajarkan di sekolah-sekolah Inggris antara lain :

1. ‘Menyayangi’ Alam dengan Cara Menanam Sayur dan Buah

‘Menyayangi’ Alam dengan Cara Menanam Sayur dan Buah

Sebanyak 20 sekolah dasar dan menengah di London, Inggris diajarkan bagaimana cara menyayangi alam, yaitu dengan cara menanam sendiri sayuran dan buah-buahan, serta mengambil hasil panennya untuk selanjutnya menjual di pasar Waitrose, Inggris. Selain itu para siswa juga diajarkan untuk menjual telor dan selai. Ini merupakan hal yang membanggakan, karena hasil panen tersebut berasal dari sekolah mereka sendiri.

Menjual produk hasil garapan siswa di ‘ladang’ sekolah merupakan proyek badan amal ‘School Food Matters’. Barang-barang yang dijual di pasar tersebut merupakan hasil bumi yang bisa dimakan antara lain seperti bawang bombay, wortel, dan lobak. Para siswa di sana sangat aktif menawarkan produk sayuran dan buah-buahan hasil panen mereka.

Hasil penjualan akan dimiliki oleh sekolah tersebut. Sebagai proyek percontohan di beberapa sekolah di wilayah Kingston, Upon, dan Thames telah berhasil mendapatkan 220 poundsterling atau setara dengan Rp.3 juta lebih (Rp13.775 per poundsterling). Selain menjual hasil panen mereka, sekolah ini juga membuat buku panduan agar sekolah lainnya melakukan hal yang sama menanam buah dan sayuran di halaman sekolah mereka.

Program menanam hasil bumi ini bermula dari pengalaman dari sang pendiri sekolah, Stephanie Wood. Wood merasa sangat prihatin akan pengetahuan anak masa kini mengenai sayuran, yaitu saat ia mendengar keluhan dari seorang guru di mana siswanya tidak mampu mengidentifikasi bentuk bawang.

Dikutip dari Guardian, Wood juga menghendaki agar sekolah mengambil bagian dalam menunjukkan komitmen nyata untuk membantu anak agar memahami dari mana makanan berasal, dan menghubungkan program ini sebagai bagian dari pelajaran ilmu alam, geografi, seni dan kewarganegaraan. Bahkan ada beberapa sekolah yang menanam pohon dan didistribusikan ke kantin sekolah mereka.

Direktur ‘Food for Life Partnership’, Emma Noble memuji apa yang dilakukan Wood ini merupakan suatu ide yang brilian. Anak-anak diajarkan bagaimana menanam sayuran mereka sendiri dan belajar tentang perusahaan dan harga makanan.

Kesimpulan dan evaluasi atas metode pembelajaran tersebut didapat bahwa menghubungkan anak dengan makanan melalui kurikulum sekolah akan mengajarkan dan melatih siswa dan orangtua agar makan buah dan sayuran lebih banyak.

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

2. Belajar Memasak dan Menyiapkan Makanan

Belajar Memasak dan Menyiapkan Makanan

Mulai tahun 2011 ini, topik menyiapkan makanan menjadi salah satu mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua murid mulai dari usia 11 tahun hingga 14 tahun di sekolah-sekolah di Inggris. Menurut salah seorang juru bicara dari Departemen Pendidikan, sekolah murid tingkat dasar telah mempelajari kandungan gizi makanan dan ketrampilan menyiapkan makanan.

Hal ini dilatarbelakangi adanya keprihatinan mengingat kian hari jumlah anak yang belajar ketrampilan menyiapkan makanan rumah terus-menerus menunjukkan penurunan. Para ilmuwan menyesali hal itu, makin banyak murid yang tumbuh tanpa memiliki ketrampilan yang diperlukan untuk mengelola sebuah rumah tangga.

Hal tersebut mulai diterapkan dengan pelaksanaan program ‘Aid Infoservice’ untuk murid-murid sekolah dasar dengan cara mengeluarkan “Surat Lisensi Kemampuan Gizi”.

Lanjutkan membaca “Metode Pembelajaran Unik ala Sekolah Inggris”