Sebuah Kisah Inspiratif, Kisah Cinta Seorang Ayah Kepada Anaknya

Sebuah Kisah Inspiratif, Kisah Cinta Seorang Ayah Kepada Anaknya
https://supermilan.wordpress.com

Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.

Kisah inspiratif ini dibuat oleh sebuah perusahaan asuransi di Thailand. Berikut ini videonya, semoga bisa membuat kita selalu ingat dengan kedua orang tua yang selalu mencintai kita selamanya.

Sumber : Berita Unik

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Cara Mudah Mengaktifkan Fitur Multi-site WordPress 3

Tips: Cara Mudah Mengaktifkan Fitur Multi-site WordPress 3.0
By MasEDI ()  //  Tips WordPress  //  32 Comments

Sebuah terobosan baru di dunia CMS, WordPress dan per-blogging-an telah dilakukan oleh tim pengembang WordPress dengan merilis WordPress 3.0 yang saat ini sudah mencapai level Beta 2. Meskipun versi finalnya belum dirilis secara resmi, namun beberapa fitur baru pada WordPress 3.0 Beta 2 ini layak untuk dicoba.

Banyak sekali fitur-fitur baru yang disematkan pada versi 3.0 ini, mulai dari perubahan pada format instalasi (dimana sekarang kita bisa langsung memilih username dan password untuk admin), default theme yang baru dengan nama Tweenty Ten theme. Beberapa fungsi-fungsi baru juga ditambahkan, seperti custom backgrounds, custom post types, custom taxonomies, dan masih banyak lainnya. Satu hal lagi yang cukup menarik buat saya yaitu adanya fitur Multi-site yang sebelumnya telah dimiliki oleh WordPress MU (multi user). Penggabungan code-base WordPress MU dengan WordPress 3.0 merupakan salah satu gebrakan baru yang kemudian melahirkan fitur multi-site pada WordPress 3.0 ini. Melalui fitur multi-site ini sekarang kita bisa “menyulap” personal blog kita layaknya WordPress.com maupun Blogdetik.com (Indonesia).

Nah, Jika sobat tertarik dan berminat untuk memberikan layanan blog secara gratis (tentunya dengan memanfaatkan subdomain blog Anda) seperti yang dilakukan oleh WordPress.com maupun Blogdetik.com bisa anda wujudkan dengan mengaktifkan fitur Multi-site ini. Pada postingan kali ini saya akan mencoba sedikit berbagi pengalaman, tips dan tata cara mengaktifkan fitur multi-site pada blog WordPress kita. O, ya jangan lupa jika ada hal-hal yang keliru, langkah-langkah yang salah, dengan senang hati saya menerima masukan, saran, dan kritik dari sobat semua

Let’s do it! Cekidot gan!…
1. Sebelum memulai aktifasi fitur multi-site (multi user), tambahkan kode berikut:

define(‘WP_ALLOW_MULTISITE’, true);

ke dalam file wp-config.php Anda terlebih dahulu (Tambahkan kode tersebut sebelum baris /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */).

2. Instal WordPress seperti pada instalasi WordPress standar.

Note: anda harus menginstalnya pada root directories atau bisanya pada direktori public_html. Fitur multi-site tidak akan bekerja pada instalasi WordPress yang menggunakan direktori khusus (Baca lebih lengkap tentang instalasi WordPress menggunakan direktori khusus disini: Giving WordPress Its Own Directory).

3. Setelah proses instalasi WordPress selesai, Masuklah ke menu Tools -> Networks -> Install melalui panel dashboard.

UPDATE:
Sebelum kita menuju ke langkah berikutnya (untuk instalasi versi online) WordPress akan meminta setingan networks untuk Multi-site blog yang kita buat. Seting dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini:
Show

Note: Pastikan anda telah menambahkan wildcard character “*” (tanpa tanda kutip) pada setingan Host Name domain yang anda pakai (ikutilah petunjuk yang disediakan oleh hosting-domain registrar yang sobat pakai).

Jika pada hasil instalasi muncul pesan kesalahan seperti berikut ini:

Warning! Wildcard DNS may not be configured correctly!

The installer attempted to contact a random hostname (something-random-char.yourdomain.com) on your domain. This resulted in an error message: Couldn’t resolve host ‘something-random-char.yourdomain.com’

You can still use your site but any subdomain you create may not be accessible. If you know your DNS is correct, ignore this message.

Kurang lebih maksudnya, anda belum melakukan seting domain dengan benar. Satu-satunya cara (yang saya tahu) untuk mengulangi langkah diatas, yaitu dengan menghapus tabel database yang berkaitan dengan setingan multi-site blog, kemudian anda ulangi langkah ke-3 diatas. Berikut ini daftar database multi-site blog yang harus anda hapus:
Show

Tabel: prefix_blog, prefix_blog_versions, prefix_registration_log, prefix_signups, prefix_site, prefix_sitemeta (prefix <= sesuaikan dengan table prefix pada konfigurasi WordPress anda, defaultnya: wp).

Jika proses instalasi diatas berjalan tanpa kesalahan, selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut :

4. Next Step! (Inti dari proses aktivasi fitur multi-site :D)

PENTING: Backup file wp-config.php dan .htaccess pada instalasi WordPress anda terlebih dahulu sebelum memulai langkah-langkah point a – c berikut ini.

a. Buat sebuah direktori baru di dalam wp-content dengan nama blogs.dir.

b. Tambahkan baris kode konfigurasi hasil generate yang diberikan pada point 2 hasil instalasi pada langkah ke-3 diatas ke dalam file wp-config.php. Buka wp-config.php dengan editor file favorit anda. (Tambahkan kode tersebut sebelum baris /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */). Berikut ini contoh kode hasil generate dari langkah ke-3.

define( ‘MULTISITE’, true );
define( ‘SUBDOMAIN_INSTALL’, false );
$base = ‘/’;
define( ‘DOMAIN_CURRENT_SITE’, ‘localhost’ );
define( ‘PATH_CURRENT_SITE’, ‘/’ );
define( ‘SITE_ID_CURRENT_SITE’, 1 );
define( ‘BLOG_ID_CURRENT_SITE’, 1 );

c. Tambahkan baris kode .htaccess hasil generate yang diberikan pada point 3 ke dalam file .htaccess WordPress anda. Jika belum ada file .htaccess pada instalasi WordPress anda, silakan buat terlebih dahulu melalui cPanel hosting yang anda gunakan atau upload dari localhost komputer anda. Berikut ini contoh kode .htaccess hasil generate pada point 3, langkah ke-3 diatas :

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ – [L]

# uploaded files
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?files/(.+) wp-includes/ms-files.php?file=$2 [L]

# add a trailing slash to /wp-admin
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?wp-admin$ $1wp-admin/ [R=301,L]

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -f [OR]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -d
RewriteRule ^ – [L]
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?(wp-(content|admin|includes).*) $2 [L]
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?(.*\.php)$ $2 [L]
RewriteRule . index.php [L]

Setelah Anda menyelesaikan langkah-langkah diatas, sekarang fitur multi-site (multi user) blog anda telah terkonfigurasi dan aktif. Silakan kembali ke halaman awal dashboard.

Nah, sekarang pada dashboard anda terdapat panel menu baru dengan nama Super Admin. Selamat anda telah memiliki sebuah blog multi-site ala WordPress.com

Selanjutnya buka panel Super Admin -> Options. Lakukan setingan tambahan untuk multi-site blog Anda.

Multisite Setting Tips:
Allow new registrations: Jika anda menginginkan setiap user yang terdaftar otomatis dapat mendaftar akun sekaligus personal blog pada multi-site blog anda, pilih opsi Both sites and user accounts can be registered.
Add New Users: Jika anda menginginkan setiap user multi-site blog anda dapat menambahkan user lain ke personal blog mereka (melalui menu Users -> Add New) centang opsi ini.

Banned Names: Lindungi multi-site blog anda dari penggunaan nama personal blog yang tidak anda kehendaki. Misalnya; www, web, root, admin, main, invite, administrator, porn, sex, adult, nudity, etc, tambahkan kata-kata tersebut pada kolom ini (pisahkan dengan spasi).

Limited Email Registrations: Jika anda ingin membatasi pengguna email tertentu saja yang bisa mendaftar keanggotaan multi-site blog anda, misalkan hanya pemilik email pada alamat ***@masedi.net yang bisa mendaftar personal blog pada multi-site blog anda, tambahkan masedi.net pada kolom ini.

Banned Email Domains: Jika anda memperbolehkan semua domain email dapat mendaftar keanggotaan multi-site blog anda, namun ingin melarang pengguna email tertentu (misal pengguna layanan email Yahoo!), tambahkan domain yahoo.com pada kolom Banned Email Domains tersebut.

Media upload buttons: Jika anda mengijinkan setiap pengguna multi-site blog anda dapat mengunggah file, gambar, maupun video ke dalam postingan personal blog mereka, centang opsi yang anda ijinkan pada setingan ini.

Site upload space: Batasi kapasitas penyimpanan file pengguna multi-site blog Anda dengan menyeting ukuran maksimum penyimpanan file sesuai dengan yang anda kehendaki (pertimbangkan pula dengan kapasitas space hosting anda)

Upload file types: Tipe file yang anda perbolehkan untuk diunggah oleh pengguna multi-site blog anda. Default tipe file yang diijinkam diunggah adalah jpg, jpeg, png, gif, mp3, mov, avi, wmv, midi, mid, pdf,

Max upload file size: Ukuran maksimum file yang dapat diunggah, sesuaikan dengan setingan pada server webhosting blog anda.

Enable administration menus: Jika anda menginginkan setiap pengguna multi-site blog anda dapat menambahkan dan menginstal plugin, centanglah opsi ini! Hati-hati dengan mengaktifkan opsi ini berarti anda memberikan kebebasan penuh pada pengguna multi-site blog anda untuk menginstal plugin-plugin yang mungkin bisa mengganggu kinerja server webhosting blog anda, pikirkan dan pertimbangkan baik-baik.

Alhamdulillah, saya rasa postingan ini cukup sampai disini dulu. Semoga dapat memberi sedikit pencerahan seputar tata cara instalasi dan langkah-langkah aktifasi fitur multi-site pada WordPress 3.0. Masih bingung? Silakan baca informasi resminya: Create a Network.

Update:
1.Download WordPress 3.0 Beta 2 disini.
2.Artikel ini telah diperbaharui (update) dengan penambahan beberapa point penting pada tahapan instalasi WordPress Multi-site blog untuk versi online.

http://masedi.net/belajar-ngeblog/tips-wordpress/tips-cara-mudah-mengaktifkan-fitur-multi-site-wordpress-3-0.html