Pembangkit Listrik Selokan? LIPI Sudah Bisa Bikin Lho..

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menghasilkan suatu alat yang bisa membangkitkan listrik dengan tenaga air dari selokan yang akan ditawarkan ke sejumlah pemerintah daerah, kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Dr Ir Syahrul Aiman.

“Pembangkit listrik tenaga air ini dapat menghasilkan 1-2 kilowatt listrik tiap unitnya,” kata Syahrul Aiman, di Bandung, Kamis.

Dia mengatakan, alat itu sangat sederhana dan hanya membutuhkan saluran air sepanjang satu meter dengan kedalaman 20-30 cm. Menurut dia, jika mengacu pada penggunaan lisrik kebanyakan masyarakat desa di tanah air, yaitu sekitar 50 watt per rumah, maka satu alat itu bisa memberi penerangan kepada 20 rumah.

Lanjutkan membaca “Pembangkit Listrik Selokan? LIPI Sudah Bisa Bikin Lho..”

Iklan

6 Tips Aman Berkendara di Jalan Raya

1. Di lampu lalu lintas

Sering kita lihat, pengendara motor atau mobil melihat lampu lalu lintas yang diarah lain. Misalkan saat di perempatan, pengendara lihat lampu lalu lintas yang ditujukan pada arah sebelah kanan kita sudah berwarna kuning, maka pengendara langsung bersiap menggeber gas.

Hal ini sangat berbahaya karena dari arah tersebut bisa saja masih ada kendaraan yang menerobos lampu kuning. Jadi saat kita dihadapkan pada lampu lalu lintas, perhatikan saja lampu yang ada dihadapan kita. Saat sudah menyala hijau baru kita berjalan, tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.

2. Di dekat mobil

Hati hati jika kita akan melintas di dekat mobil, karena bisa saja penumpang mobil tsb berhenti tiba-tiba dan membuka pintu atau berbelok tiba-tiba. Usahakan saat kita melintas didekat mobil, kita berada pada jangkauan penglihatan kaca spion mobil tsb sehingga pengendara mobil mengetahui keberadaan kita.

Lanjutkan membaca “6 Tips Aman Berkendara di Jalan Raya”

Fenomena Orang Tersesat di Jalan Melingkar

Mitos menyebutkan jika orang tersesat maka akan berputar-putar dan kembali ke tempat di mana ia memulai perjalanannya. Penelitian dilakukan untuk mempelajari apa yang sebenarnya terjadi, jika seseorang mencoba berjalan tanpa adanya petunjuk arah tujuan.

Peneliti melakukan studi dengan menggunakan GPS untuk melacak para relawan yang melakukan perjalanan di padang pasir Sahara yang berada di Tunisia, dan hutan Bienwald di Jerman.

Mereka menemukan para peserta hanya dapat melakukan perjalanan dengan lurus ketika matahari atau bulan terlihat. Saat matahari dan bulan tidak terlihat, atau apabila hanya tertutup awan maka pejalan ini tanpa sadar bergerak mengitar.

Dr Jan Souman, dari Max Planck Insitute di Tubingen, Jerman, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan mitos tentang seseorang yang berjalan dalam sebuah lingkaran ketika tersesat adalah benar.

Lanjutkan membaca “Fenomena Orang Tersesat di Jalan Melingkar”

Seri Berpikir Terbalik – Jalan di Sebelah Kiri?

Dulu, dulu banget sewaktu kecil, ortu selalu mengingatkan kami, anak-anaknya untuk berhati-hati di jalan raya. Jalan (kaki) harus di sebelah kiri. Selama ini, saya berpikir tentu saja nasihat ini logis adanya. Kita emang harus mengikuti arus lalu lintas agar lebih aman.

Tapi suatu kali terlintas di pikiran, apa iya bener begitu. Soalnya dari pengalaman yang ada, dengan berjalan kaki di sebelah kiri, kita justru selalu merasa waswas. Apalagi dengan lalu lintas Jakarta yang semrawut kayak gini. Motor selap-selip, angkot srudak-sruduk, mobil ga mau pelan (ga ada rem nya kali, adanya gas doank :P), dsb dsb.

Salah-salah, malah kita yang kesruduk dari belakang. Paling apes, kesrempet ojek yang kejar setoran. Soalnya karena jalan kita searah, jadi ga bisa ngeliat kendaraan yang ada di belakang. Lha namanya juga jalan kaki, masa suruh bawa-bawa spion. Ntar dikira sakit jiwa deh 😀

Sebaliknya, kalau kita jalan di sebelah kanan alias ngelawan arus, kita jadi bisa ngelihat kendaraan yang ada di sekitar (depan) kita. Karena emang arah nya berlawanan, katakan lah kita menghadap ke utara, kendaraan lain ke selatan. Kalopun ada bajaj ngebut, kita jadi bisa antisipasi. Kenapa? Ya karena ada di depan mata kita. Masa sih ga ngeliat.

Itulah makanya, sekarang saya lebih memilih untuk jalan di sebelah kanan, bukannya di sebelah kiri, seperti orang kebanyakan. Jalan disini, maksudnya ya jelas jalan kaki. Kalo naik motor apalagi mobil ya harus ikut arus lalin donk. Tunjukin kalo kita emang orang beradab bukannya manusia purba yang ga tau aturan 😛