Ketika Pilpres Membuka Borok Dan Topeng Rakyat Indonesia

Wiedz : Artikel menarik dari Kaskus. Seperti kata cak Lontong, MIKIR!!

cak lontong mikir

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ www (dot) TasBayi.JawaraShop.com

Sudah lama saya tidak menulis artikel dengan judul ‘menarik’ seperti ini. Saya pun sebenarnya bisa saja membuat tulisan ini lebih retoris, dengan bahasa-bahasa tinggi yang menggelitik intelektual, tetapi saya memilih untuk membuatnya sesederhana mungkin. Karena yang ingin saya sentuh adalah hati, bukan intelektualitas.

Rakyat Indonesia memasuki era paling baru dalam kehidupannya akhir-akhir ini. Kebebasan berbicara, terutama di social media, telah membawa rakyat indonesia ke sebuah tata nilai kehidupan yang sama sekali berbeda.

Jaman ini adalah jaman ketika semua orang berhak berkata, mengkritik, mengutarakan pendapat, berpolemik, dan hujat menghujat. Mau tidak mau, kita tidak bisa memungkiri hal ini. Fenomena Pilpres yang akhir-akhir ini sedang ramai pun membuka topeng kita semua.

Kita adalah saksi sejarah betapa fenomena Pilpres telah memperlihatkan sifat kita yang sebenarnya. Masing-masing orang dengan lantang mengatakan siapa Capres yang didukungnya melalui Social Media. Lalu dengan lantang pula menuliskan kehebatan-kehebatan Capres pilihannya. Dan lebih lantang lagi menguar kelemahan dan cacat Capres lawannya.

Rakyat Indonesia seolah-olah turut menjadi juru kampanye gratis bagi Capres pilihannya. Sungguh, peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam Pemilu di Indonesia. Tidak perduli kampanye gratis yang dilakukan para pengguna Socmed ini sesuai etika, aturan, dan norma. Yang pentiang jagoanku harus kelihatan hebat, dan lawan kelihatan busuk.

Sudah tidak ada lagi diskusi yang cerdas. Yang ada hanya ‘share’ link yang berisi berita-berita terbaik Capres andalannya, dan berita-berita terburuk lawan. Tidak diperhatikan lagi kebenaran berita, sumber, dan keabsahannya.

Selama berita itu membuat Calon kesayangan terlihat bagus, maka akan di share. Selama berita itu membuat Capres lawan terlihat buruk dan inkompeten, maka berita-berita ini akan di share dengan penuh suka cita.

Lanjutkan membaca “Ketika Pilpres Membuka Borok Dan Topeng Rakyat Indonesia”

Iklan

Lucunya Parodi Pencapresan Rhoma Irama

Satria Bergitar
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Kemunculan Rhoma Irama dalam wacana pencalonannya dalam Pilpres 2014 nanti telah menjadi trending topic yang menyebar luas di berbagai kalangan. Media sosial menjadi transmitter yang cukup ampuh menyebarkan informasi tersebut.

Hanya saja ketika sudah menjadi trending topic di media sosial, maka hal itu jika berada dalam gelombang “minus” akan menjadi guyonan, parodi, yang lebih jauhnya mendiskreditkan orang tersebut.

Tak terkecuali dengan Rhoma Irama. Kesediaannya untuk maju dalm Pilpres nanti yang diberitakan luas telah mengarah pada lelucon dan pembunuhan karakter yang sangat parah.

Terlepas dari bacaan atas realitas personal dan jalan kehidupan yang telah dijalani oleh sang Raja dangdut itu, Jika betul Rhoma maju, beliau akan rusak di babat oleh fenomena serangan pergunjingan di dunia maya. Kekuatan politik manapun pasti akan menghitung dan mempertimbangkan dampak politiknya.

Kita tentu sama sekali tak pernah meragukan karya besar dan perjalanan panjang karirnya di dunia musik. Tapi dalam ranah politik sepertinya Rhoma sulit mendapatkan nilai plus.

Bahkan jika boleh mengatakan sekali lagi saya adalah salah seorang penikmat dan pendukung Rhoma Irama sebagai seorang Raja Dangdut dengan musik-musiknya yang tak setuju Rhoma terjun dalam panggung politik.

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Rhoma menjadi bulan-bulanan pemberitaan saat Pilgub DKI dengan isu SARA nya.

Ketika Rhoma muncul dengan wacana pencapresannya, maka dunia maya penuh dihiasi dengan guyonan, caci maki dan parodi yang meruntuhkan kredibilitas dan kebesaran karya-karya bermusiknya. Salah satunya direkam dan diungkap dalam situs Merdeka.com tentang Parodi Jika Rhoma jadi presiden.

Bila Bang Rhoma Irama jadi Presiden maka akan terjadi hal-hal berikut ini:

1. Lembur pegawai akan dilarang, karena ‘BEGADANG’ tiada artinya.
2. Buat PNS, PP 10 tentang larangan poligami dicabut.
3. Akan ada tunjangan istri ke I, II, III, dan IV
4. Presiden akan sering ‘BERKELANA’, bahkan sampai 3 kali.
5. Penduduk Indonesia tetap ‘135 juta’.
6. Kata ‘prihatin’ hilang, berganti ‘THERLALHU’
7. BNN berubah jadi BAM = Badan Anti Mirasantika.
8. Diusulkan menjadi pahlawan ‘KSATRIA BERGITAR’
9. TNI berubah kembali menjadi ABRI = Anak Buah Rhoma Irama.
10. Tiap upacara bendera diiringi lagu ‘ANIE

Jika Bang Haji Rhoma terpilih jadi Presiden maka susunan KABINET IRAMA GEMBIRA sbb:

1. Menteri Pertahanan: MERIAM Belina
2. Menteri kehutanan : Tarzan
3. Menteri Kelautan dan Perikanan : Thukul ARWANA
4. Menteri BUMN : Julia PERES (biar ngak diperes DPR)
5. Menteri Pertanian: BIBIT Waluyo
6. Menteri Kehakiman: Cristine HAKIM
7. Menteri Peranan Wanita: Ayu TINGTING (Perawan terus)
8. Menteri dalam Negeri: Parto TEGAL
9. Menteri Pendidikan: Ki Joko BODO
10. Menteri Pariwisata: GARUDA Nusantara
11. Menteri Pertambangan dan ESDM : Mat SOLAR.
12. Menteri Informasi dan Telekomunikasi: Luna MAYA.
13. Menteri Agama: SJECH Puji.
14. Menpora : Agung HERCULES.
15. Menteri Lingkungan Hidup: Trio MACAN
16. Menteri Kesehatan : Dedi DUKUN
17. Menteri Perhubungan : Adi Bing SELAMET

Lanjutkan membaca “Lucunya Parodi Pencapresan Rhoma Irama”

Orang-orang PKS Juga Tidak Amanah?

PKS

Saat bincang-bincang di Talk Show TV One, Minggu Malam, 12 Agustus 2012, Mantan Calon Gubernur DKI pada pemilukada 2012 yang juga Mantan Presiden PKS, Hidayat Nurwahid menyebutkan alasan partainya tidak mendukung Jokowi karena Insinyur lulusan UGM itu diragukan komitmennya mampu menjalankan jabatan sebagai Gubernur DKI sampai 2017.

Diminta komitmennya untuk menyelesaikan jabatan sampai 5 tahun, Jokowi tidak berani menjawab,” ujar Hidayat. Komitmen itu dipandang penting bagi PKS sebab Jokowi (hampir akan) terbukti berani tidak amanah, yaitu meninggalkan kepercayaan rakyat Solo saat usia pemerintahannya (periode kedua) baru 2 tahun.

Hidayat sepertinya lupa, bahwa yang dilakukan Jokowi itu juga pernah dilakukan oleh orang-orang PKS. Di antaranya:

  • Ahmad Heryawan, anggota / Wakil Ketua DPRD DKI periode 2004-2009, memilih meninggalkan kursi DPRD untuk maju pada pemilukada Jawa Barat tahun 2008 dan terpilih sebagai Gubernur
  • Irwan Prayitno, anggota DPR RI periode 2009-2014, memilih meninggalkan kursi DPR untuk maju pada pemilukada Sumatra Barat tahun 2010 dan terpilih sebagai Gubernur
  • Tifatul Sembiring, anggota DPR RI periode 2009-2014, memilih meninggalkan kursi DPR untuk menerima tawaran Presiden SBY menjadi Menteri Negara Komunikasi dan Informasi
  • Hidayat Nurwahid, anggota DPR RI periode 2009-2014, berusaha meninggalkan kursi DPR untuk maju pada pemilukada DKI tahun 2012, sayangnya gagal

Hidayat yang alumni Arab Saudi sepertinya juga lupa dengan sebuah syair Arab yang berbunyi:

لا تنه عن خلق وتأتي مثله، عار عليك إذا فعلت عظيم

JANGAN Kau larang orang lain melakukan suatu perbuatan, tetapi Kau melakukan hal yang sama. Sungguh suatu aib yang besar jika Kau lakukan hal tersebut”.

Lanjutkan membaca “Orang-orang PKS Juga Tidak Amanah?”