Keluarga Bahagia Itu Sederhana Saja

Keluarga Bahagia
Tas Seminar Model Ransel, Slempang, Tas-Batik @ www(dot)JawaraShop.com
Keluarga mesra itu sederhana saja; Kalau suami tanpa beban dapat bilang sama isterinya, “Bu pijitin bapak dong.. pegel neh kerja seharian.” Sementara sang isteri di lain waktu juga dapat dengan ringan bilang, “Pak, pijitan ibu dong, pegel neh seharian bersihin rumah…”

Keluarga rukun itu sederhana saja; Kalau suami tanpa beban dapat melihat akun FB, Twitter atau HP isterinya tanpa isteri merasa dicurigai dan isteri dengan ringan dapat melihat akun FB, Twitter atau HP suaminya tanpa suami merasa dimata-matai….

Keluarga hangat itu sederhana saja; Kalau suami dan isteri dapat ngobrol panjang lebar berduaan dengan tema apa saja, dapat diselingi joke ringan sampai bercanda hingga ‘tonjok-tonjokan’….

Keluarga damai itu sederhana saja; Kalau suami dengan tulus memuji masakan isterinya yang sedap sedangkan di lain waktu dengan ringan dapat menegur makanannya yang kurang garam…. Sementara isteri tidak terlalu khawatir jika makanan yang dia sediakan membuat suaminya marah, atau bahkan dengan ringan suatu saat dia mengatakan, “Pak, hari ini ibu tidak masak, kita beli saja yak…”

Baca lebih lanjut

Tips Mencuri Hati Ibu Mertua

Ibu Mertua
https://supermilan.wordpress.com

Cinta tidak hanya memberikan Anda seorang pasangan tapi juga keluarga baru. Apalagi jika Anda telah dihadapkan dengan dunia pernikahan.

Setelah Anda berhasil meluluhkan hati pasangan Anda kini tiba saatnya Anda harus bisa meluluhkan hati mertua Anda. Agar proses PDKT menjadi lancar ada beberapa strategi yang harus Anda persiapkan.

1. Menyelesaikan pekerjaaan rumah

Belajarlah mengenal kondisi keluarga baru Anda melalui pasangan Anda. Termasuk kebiasaan pekerjaan rumah apa saja yang biasa dilakukan oleh ibu mertua Anda. Jangan melakukan sesuatu yang tidak sukai atau menunjukan kalau diri Anda lebih baik darinya.

2. Membawa hadiah

Meski cinta dan perhatian tidak bisa dinilai dengan nilai jual tetapi tetap saja buah tangan itu sangat penting. Minimal pada saat mengunjunginya Anda membawa makanan atau sebuket bunga, mertua Anda pasti akan merasa kalau dirinya spesial seperti anaknya.

3. Gaya berpakaian

Berusahalah menggunakan pakaian yang sopan. Apalagi jika Anda akan diajak untuk mengunjungi teman-temananya. Mertua Anda akan sangat senang jika Anda mendapat sanjungan dari temannya. Dia akan berpikir kalau anaknya tidak salah memeilih pasangan.

4. Jangan bersaing

Seorang ibu pasti tau benar tentang anaknya. Jadi, jangan coba beradu pendapat tentang masakan apa yang anaknya sukai. Bahkan jika pasangan Anda lebih menyukai masakan Anda buat jangan pamerkan di depannya. Biar bagaimana pun seorang ibu pasti selalu ingin menjadi nomor satu di depan anaknya.

Baca lebih lanjut

Makna Keluarga

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Bill Havens, seorang pendayung hebat berkaliber Internasional dalam masa karantinanya menjelang piala dunia mendayung, menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan.

Setelah mendengar kabar tersebut ia memilih untuk pulang & tidak mengikuti kejuaraan dunia dan memutuskan untuk menunggui istrinya yang akan melahirkan.

Belasan tahun kemudian, di tahun 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas kano 10 ribu meter pada Olimpiade di Finlandia.

Telegram itu isinya :
“Ayah, terimakasih karena telah menunggu kelahiran saya. Saya akan pulang membawa medali emas yang seharusnya ayah menangkan beberapa tahun yang lalu. Anakmu tersayang, Frank…”

Dari kisah diatas kita bisa belajar bagaimana kehadiran keluarga berdampak sangat besar bagi anggota keluarga tersebut.

Theodore Roosevelt, mantan Presiden AS berkata: “Aku lebih suka melewatkan waktu bersama dengan keluargaku daripada dengan petinggi dunia manapun.”

Sahabat…
Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yang kita lakukan, semua jerih lelah kita dalam pekerjaan. Semua untuk mereka, keluarga yang kita cintai. Pada akhirnya kita akan menemukan bahwa jabatan, prestasi, & promosi tidaklah seberarti kebersamaan dalam keluarga.

Baca lebih lanjut

Ketika Anak Fasih Memanggil “Nenek”

Ketika baru bangun tidur kata “Nenek” yang keluar dari mulut mungilnya, ingin minum susu memanggil “Nenek” lagi, dan seterusnya…sampai ketika bangun di tengah malam pun hanya nama “Nenek” yang dipanggilnya.

Begitulah setiap hari keponakanku dengan fasih memanggil “Nenek”,  hanya Nenek yang membuatnya nyaman, hanya Nenek yang mampu mengerti dirinya, dan hanya Nenek yang sabar menghadapi sikap ingin dimanja.

Begitu dalam dan eratnya hubungan bathin antara Nenek dan cucu, sehingga hubungan yang selayaknya dimiliki oleh Ibu dan Ayahnya menjadi tenggelam oleh kealpaan waktu mereka karena kondisi. Kondisi yang pada akhirnya juga untuk mensejahterakan sang anak secara materi.

Dari usia 3 bulan, ketika Ibu yang mengandung dan melahirkannya harus kembali beraktifitas, si anak diasuh dan dirawat oleh Neneknya seorang diri. Nenek yang aktif berorganisasi pun dengan tulus dan rela menghentikan sejenak segala urusan kerja sosialnya, semua demi cucu pertama.

Ditinggalkan oleh Ibunya sejak matahari terbit hingga matahari tenggelam, dan bertemu hanya pada malam hari, itupun kalau si anak masih belum tidur. Begitupun dengan Ayahnya, karena kondisi si anak hanya mampu bertemu Ayahnya 3 hari dalam seminggu saja.

Baca lebih lanjut

Filosofi Mendalam dari Cincin Kawin di Jari Manis


Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Pernahkah mempermasalahkan kenapa cincin kawin dipasang di jari manis (jari keempat)? Mungkin karena di sanalah penempatan yang paling bagus. Tetapi ada sebuah penjelasan bagus untuk pertanyaan ini.

Ibu jari (jari pertama) menggambarkan kedua orangtua. Telunjuk (jari kedua) menggambarkan saudara kandung. Jari tengah (jari ketiga) menggambarkan diri kita sendiri. Jari manis (jari keempat) menggambarkan pasangan hidup kita. Dan kelingking (jari kelima) merepresentasikan anak-anak kita.

Sekarang, pertemukan kedua tangan kita satu sama lain dengan pasangan jarinya: ibu jari ketemu ibu jari, telunjuk ketemu telunjuk, dan seterusnya. Tapi, untuk jari tengah, pertemukan dengan cara berpunggung-punggungan.

Sekarang jika memisahkan kedua ibu jari yang menggambarkan kedua orangtua kita, kita mudah melakukannya. Filosofinya adalah orangtua kita tidak akan hidup dengan kita selama-lamanya. Begitupun saat mencoba memisahkan telunjuk, kita bisa melakukannya.

Artinya saudara-saudara kita pun akan berpisah karena mereka akan memiliki keluarga atau hidup masing-masing. Lalu kelingking pun sama. Kita bisa memisahkannya. Artinya anak-anak suatu saat kelak akan memisahkan diri dari kita karena tumbuh dewasa dan berkeluarga.

Baca lebih lanjut

Manajemen Waktu : Dahulukan Batu Besar daripada Batu Kecil

https://supermilan.wordpress.com
Suatu hari, seorang ahli ‘Manajemen Waktu’ berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata,”Baiklah, sekarang waktunya kuis.”

Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.

Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah.” Kemudian dia berkata, ” Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil.

Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah2 batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, “Apakah toples ini sudah penuh?” Kali ini para siswanya hanya tertegun, “Mungkin belum”, salah satu dari siswanya menjawab.

“Bagus!” jawabnya Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?”. “Belum!” serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, “Bagus!” Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.

Baca lebih lanjut

Teriakan dan Pukulan Bisa Sebabkan Anak Bodoh

http://TasBayi.JawaraShop.com
Pukulan dan teriakan yang kadang dimaksudkan untuk mendidik, justru dapat menyebabkan anak menjadi bodoh, demikian diingatkan oleh seorang psikolog.

“Otak yang seharusnya dipakai untuk berfikir, hanya dipakai untuk mempertahankan hidup akibat pukulan dan teriakan,” kata psikolog Ery Soekresno dalam seminar “Mendidik Anak Tanpa Pukulan dan Teriakan” di Aula Setda Pemprov Banten di Serang, Minggu.

Ery mentakan, mendidik anak dengan cara memukul dan teriakan memang bisa mempercepat anak untuk mengerti yang diinginkan orang tua, namun hal itu bukan suatu penyadaran terhadap anak karena ada unsur keterpaksaan.

Seharusnya penegakkan disiplin dan aturan adalah melatih anak untuk dapat mengendalikan dorongan dari dalam dirinya sehingga tercapai tujuan yang mulia.

Mendidik anak, menurut Ery, tidak sama dengan menghukum. Tujuan pendidikan adalah menjadikan anak bahagia dan produktif dengan cara memberikan hasil karya nyata.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: