Bahasa Indonesia VS Bahasa Infotaiment

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Tahukah anda, ternyata cukup banyak kejanggalan dalam bahasa infotaiment yang kadang di ucapkan oleh para pembawa acara gosip yang kadang menggelitik telinga dan membuat kita tak tahan ingin berkomentar. Berikut beberapa kumpulan kata dalam bahasa Indonesia setelah ‘diterjemahkan’ ke bahasa infotaintment.

Bahasa Indonesia : selingkuh.
Bahasa infotaiment : sebuah goncangan atas kesetiaan cinta yang telah terajut sekian lama.

Bahasa Indonesia : hamil di luar nikah.
Bahasa infotaiment : rambu kehidupan yang seakan terlupa dan tak mampu menahan gairah gejolak muda yang menggelora.

Bahasa Indonesia : ngeles.
Bahasa infotaiment : alih-alih berdalih.

Bahasa Indonesia : kangen.
Bahasa infotaiment : sedang dilanda rasa rindu nan membuncah dan menggetarkan jiwa terhadap kekasih hati.

Bahasa Indonesia : galau.
Bahasa infotaiment : hati sedang di rundung lara yang menyesakkan dada.

Bahasa Indonesia : pasangan selebritis yang menikah muda.
Bahasa infotaiment : mungkinkah mereka telah melanggar norma-norma kehidupan? Siapkah mereka menapaki jenjang kehidupan baru dalam ikatan suci pernikahan?

Bahasa Indonesia : cewek yang Lagi Deket Sama Tommy Suharto.
Bahasa infotaiment : wanita cantik yang dikabarkan sedang menjalin kasih dengan Pangeran Cendana, akankah dia menjadi pelabuhan terakhir Pangeran Cendana?

Bahasa Indonesia : menikah
Bahasa infotaiment : mengukuhkan hubungan cinta dalam suatu ikatan suci untuk selalu seia sekata di hadapan yang maha kuasa.

Bahasa Indonesia : cantik.
Bahasa infotaiment : raga nan indah bak intan permata di balut senyum manis nan mempesona.

Lanjutkan membaca “Bahasa Indonesia VS Bahasa Infotaiment”

Iklan

Tokoh Antagonis dalam Kehidupan Nyata

Sinetron
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Hidup tanpa orang-orang yang membenci kita sama saja seperti menonton film Harry Potter tanpa Lord Voldemort, X-Men tanpa Magneto, dan Kung Fu Panda tanpa Tai Lung.

Bayangkan saja kalau nggak ada Lord Voldemort sepanjang film Harry Potter, lalu darimana Harry mendapat kemampuan sihir dan berbicara dalam bahasa ular? Tidak akan pernah ada hal menakjubkan sepanjang hidup Harry, sekolah Hogwarts bakal biasa-biasa saja, dan mungkin Neville Longbottom tetap menjadi cowok culun seumur hidupnya.

X-Men tanpa Magneto? Maka sekolah Charles Xavier tidak akan pernah ada! Dan bagaimana seandainya Tai Lung tidak pernah nongol di film Kungfu Panda? Po akan tetap menjadi panda gemuk penjual mie sementara isi dari Dragon Scroll tetap menjadi misteri di Jade Palace.

Yah, kawan, begitu pula dengan hidup kita. Kadang ada saja orang-orang yang kayaknya kok sirik sama hidup kita dan terkesan nggak senang lihat kita bahagia. Bahkan jika kita berbuat benar pun dinilai salah, apalagi kalau kita emang terbukti salah?

Lanjutkan membaca “Tokoh Antagonis dalam Kehidupan Nyata”

Duo ‘Sobat Meong Cilik’ dari Jakarta : Yosa dan Eki

Yuukk Sahabat, kita simak penuturan duo Sobat Meong Cilik kita, kakak-adik “Yosa & Eki” di Jakarta :

Duo 'Sobat Meong Cilik' dari Jakarta : Yosa dan Eki

6 April 2010 pertama kali bener-bener ada kucing dirumah, itu saat Phantom & Frozz ditemukan. Sebelumnya ga pernah ada kucing dirumah (cuma ada anjing) krn omanya yosa & eki ga suka kucing. Cuma waktu itu kebetulan oma lagi di rumah tantenya Yosa & Eki.

Setelah itu berturut-turut ambil Chiro akhir april dan Chibi awal Mei serta 3 serangkai mimi momo mumu. Sekarang cuma ada Puma yg ditolongin bunda. Ada jambrong dan cantik & anak-anak yg suka dateng makan. Phantom satu-satunya yg boleh masuk rumah dan kamar.

Sebenernya sebelum ketemu para kitten itu, terutama Yosa, punya ketertarikan kuat dgn binatang, ga cuma kucing, cuma waktu itu ga boleh sama bunda ambil pets krn dibilang masih belum punya tanggung jawab. Biar dekil n kumel ga bikin Yosa & Eki jijik. Semua pas diambil ya dekil bangetttt….

Bagi Yosa & Eki, kucing itu sangat lucu mukanya, imut dan cakep (biar dekil kumel kurus tetep aja dibilang cakep), kemanjaan kucing, kesombongan kucing (mereka bangga banget kalo ada kucing yg mau dipeluk diusap diuyel-uyel sm mereka), warna bulunya cantik dan halus, suaranya pas meong-meong imutttttt ^_^

Yosa & Eki selalu pengennya sih ambil kucing yang terlihat di jalanan, walopun kalo ketemu yg sakit/luka omongnya “kalo bunda yg merawat pasti sembuh”. Yosa & Eki selalu merasa kasihan terhadap para meong dan sedih sihhh ga bisa nolongin… paling juga ikut-ikut bunda kasih makan dryfood aja ke kucing jalanan.

Selain itu, pengen nya merawat semua pasukan meong terlantar atau jalanan, kasih makan, obatin kalo luka, suruh tinggal di rumah. Yosa pengen bikin taman kucing. tapi bunda bilang nanti kalo punya rumah sendiri biar ga bikin susah oma. Dan yang terpenting, kami suka semua jenis kucing deh pokoknya… mau ras mau domestik pokonya kan kucing… 😉

Duo 'Sobat Meong Cilik' dari Jakarta : Yosa dan Eki

Yosa & Eki paling sedih liat orang-orang suka jahat sama kucing domestik, suka mukul dan tendang. Bunda pernah dapet kucing ras dari jalanan juga tuh sayang Kimie lepas lagi. Tapi kami liat lbh banyak kucing domestik di jalanan sih dibanding yang ras, mungkin krn bulunya lbh panjang dianggap lbh cantik kali ya?

Kami berharap banget untuk kesejahteraan pasukan meong terlantar, yah sebaiknya diambil donggg, dirawatin, disayangin kalo luka diobatin, dikasih makan, tapi kalo kaya kami ga bisa ambil ya kasih makan aja juga gpp kok dan yg terpenting jangan suka mukul2 kucing atau anjing atau binatang dehhhh kan kasiannnnnn 😥

Lanjutkan membaca “Duo ‘Sobat Meong Cilik’ dari Jakarta : Yosa dan Eki”

Fadilah Lutfiah Bawazir, Bayi Tanpa Tulang Rahang ini Butuh Bantuan Anda

Fadilah Lutfiah Bawazir, Bayi Tanpa Tulang Rahang ini Butuh Bantuan Anda
https://supermilan.wordpress.com

Fadilah Lutfiah Bawazir bayi 3 bulan 23 hari pasangan Holid dan Ella lahir dengan kekurangan fisik. Fadilah memiliki kelainan pada bagian wajahnya. Berdasarkan diagnosa awal RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Fadilah menderita Macrostomia dan Hipolplasi Madibula. Secara fisik, bayi ini seperti menderita sumbing di kiri ke kanan bibir sampai ke rahang atau seperti tidak memiliki tulang dagu dan rahang.

“Dia tidak memiliki tulang untuk tumbuh gigi di dagu,” kata Ibunda Fadilah, Ella, Jumat (2/12/2011).

Ella warga di Jalan Pisangan Baru 3, RT 02/06, Pulogadung, Jakarta Timur ini tak menyangka bayinya lahir dengan kondisi tidak normal. Dua hari sebelum kelahiran Fadilah, pihak Puskemas Brombek, Pisangan Timur tidak memberikan penjelasan kelahiran putrinya. “Setiap ditanya hanya menjawab kalau bayi saya lahir dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Dia juga sempat syok setelah diperlihatkan keadaan bayinya. Dokter baru mempertemukan mereka setelah tiga hari kelahiran Fadilah. “Saya sempat syok. Tapi anak adalah karunia, kita menerima dan berniat kuat untuk mengembalikan ke kondisi normal,” ujarnya.

Lanjutkan membaca “Fadilah Lutfiah Bawazir, Bayi Tanpa Tulang Rahang ini Butuh Bantuan Anda”

Pelaku Bukan Kelompok Jihad, Peledakan ATM Tidak Disebut Terorisme. Tanya Kenapa?

Pelaku Bukan kelompok Jihad, Peledakan Mesin ATM Tidak Disebut Teroris. Tanya Kenapa?__
https://supermilan.wordpress.com
Ada yang aneh dalam pernyataan yang diungkapkan kepolisian terkait peledakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Sleman, DIY. Pasalnya meskipun jelas-jelas diketahui bahwa uang dalam mesin ATM masih utuh dan didapatkan bukti selebaran berisi propaganda anti pemerintah, pihak kepolisian keukeuh menyebut hal tersebut bukan tindakan teroris, tetapi perampokan.

“Pemeriksaan kami pelakunya adalah kelompok Narko Punk,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam saat konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (8/10/2011). “Ciri-ciri kelompok ini anggotanya bertindik banyak, berbaju hitam, celana hitam, sepatu hitam. Semua serba hitam”, tambahnya.

Anton mengungkapkan bahwa kelompok tersebut melakukan aksinya sebagai bentuk protes dan ingin diperhatikan. “Mereka anti kapitalis, sedangkan bank-bank ini menurut mereka kapitalis,” katanya. Namun meskipun aksi protes antikapitasi tersebut dilakukan dengan merusak fasilitas umum, Anton tak menyebut hal tersebut sebagai aksi terorisme, melainkan ‘hanya’ sebuah pelanggaran.

“Ini sebuah pelanggaran,” ujar Anton. Anton mengaku belum tahu motif selain aksi antikapitalis ini. Sebab, uang yang ada di ATM ini masih utuh. “Saya tidak tahu apakah mereka benar-benar tidak mengambil uangnya, atau belum mengambil tapi sudah ketahuan orang.”

Pelaku Bukan kelompok Jihad, Peledakan Mesin ATM Tidak Disebut Teroris. Tanya Kenapa?

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Tjuk Basuki yang berpendapat bahwa ledakan di ATM di Jalan Affandi Nomor 28 Gejayan, Depok, Kabupaten Sleman bukan aksi terorisme. “Ledakan dan kebakaran yang terjadi di ATM BRI bukanlah dipicu bom molotov, namun ATM dibakar pelaku. Kalau dilempar bom molotov, maka kaca akan pecah berhamburan. Namun ini tidak terjadi seperti itu,” katanya, di Mapolsek Depok, Jumat (7/10).

Seperti yang diketahui, dalam peristiwa ledakan ATM tersebut diketahui banyak selebaran tercecer yang berisi propaganda anti pemerintah dan kapitalisme.

Namun, seperti pihak kepolisian mempunyai standar tersendiri, bahwa siapapun yang melakukan tindakan perusakan fasilitas umum, penyerangan yang pada dasarnya juga merupakan tindak terorisme, selama yang melakukannya BUKAN MUSLIM yang membawa-bawa nama JIHAD, maka tindakan tersebut tidak disebut sebagai tindak terorisme, melainkan tindak perusakan, kejahatan, dan separatism dan pelakunya tidak disebut sebagai Teroris.

Coba kita balikkan, kalau seandainya saja yang ditemukan dalam peledakan ATM tersebut adalah buku tentang Jihad, apakah polisi masih memberikan pernyataan yang sama?

Pelaku Bukan kelompok Jihad, Peledakan Mesin ATM Tidak Disebut Teroris. Tanya Kenapa?

Berlawanan dengan pernyataan kepolisian, Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq menilai kelompok yang meledakkan ATM merupakan jaringan terorisme baru yang berbeda dari yang sudah ada di Indonesia. Kelompok ini memiliki afiliasi internasional, yang terlihat dari selebaran mereka. “Kemungkinan besar tidak berhubungan dengan jaringan teroris yang selama ini beraksi di Indonesia,” kata Fajar.

Lanjutkan membaca “Pelaku Bukan Kelompok Jihad, Peledakan ATM Tidak Disebut Terorisme. Tanya Kenapa?”