Fadilah Lutfiah Bawazir, Bayi Tanpa Tulang Rahang ini Butuh Bantuan Anda

Fadilah Lutfiah Bawazir, Bayi Tanpa Tulang Rahang ini Butuh Bantuan Anda
https://supermilan.wordpress.com

Fadilah Lutfiah Bawazir bayi 3 bulan 23 hari pasangan Holid dan Ella lahir dengan kekurangan fisik. Fadilah memiliki kelainan pada bagian wajahnya. Berdasarkan diagnosa awal RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Fadilah menderita Macrostomia dan Hipolplasi Madibula. Secara fisik, bayi ini seperti menderita sumbing di kiri ke kanan bibir sampai ke rahang atau seperti tidak memiliki tulang dagu dan rahang.

“Dia tidak memiliki tulang untuk tumbuh gigi di dagu,” kata Ibunda Fadilah, Ella, Jumat (2/12/2011).

Ella warga di Jalan Pisangan Baru 3, RT 02/06, Pulogadung, Jakarta Timur ini tak menyangka bayinya lahir dengan kondisi tidak normal. Dua hari sebelum kelahiran Fadilah, pihak Puskemas Brombek, Pisangan Timur tidak memberikan penjelasan kelahiran putrinya. “Setiap ditanya hanya menjawab kalau bayi saya lahir dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Dia juga sempat syok setelah diperlihatkan keadaan bayinya. Dokter baru mempertemukan mereka setelah tiga hari kelahiran Fadilah. “Saya sempat syok. Tapi anak adalah karunia, kita menerima dan berniat kuat untuk mengembalikan ke kondisi normal,” ujarnya.

Lanjutkan membaca “Fadilah Lutfiah Bawazir, Bayi Tanpa Tulang Rahang ini Butuh Bantuan Anda”

Iklan

Anak Tukang Becak pun Bisa Jadi Dokter!

Anak Tukang Becak pun Bisa Jadi Dokter!
https://supermilan.wordpress.com

Dengan penghasilan yang serba pas-pasan, yakni Rp 20 ribu – Rp 30 ribu per hari, Suyatno sukses mengantarkan anaknya, Agung Bhaktiyar menjadi dokter. Dari empat orang anaknya hanya Agung, si anak bungsu, yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Berdasarkan pengalaman dan perjuangannya tersebut, Suyatno diundang sebagai tamu spesial dalam pertemuan dengan orangtua para mahasiswa baru UGM tahun ajaran 2011/2012.

Dalam kesempatan tersebut, Suyatno menuturkan, Agung tidak pernah memberitahukan bahwa dia mendaftar tes masuk UGM pada 2005 silam. Namun, ketika dinyatakan lolos dan diterima di UGM, dia pun memberitahu kedua orangtuanya. Suami dari Saniyem ini mengaku, sempat merasa kaget dan terdiam atas prestasi yang diraih anaknya.

Akhirnya, dia pun hanya mengiyakan akan mendukung keinginan anaknya tersebut. Meski dia masih merasa ragu akan kemampuannya untuk menguliahkan anaknya hingga selesai. “Bapak akan berusaha sampai kamu selesai kuliah, nak,” ujarnya kala itu guna membesarkan hati sang anak. Demikian dilansir dari situs UGM, Sabtu (10/9/2011).

Lanjutkan membaca “Anak Tukang Becak pun Bisa Jadi Dokter!”

Dulu Kurir, Kini Buka 100 Ribu Toko

Hengky Setiawan, President dan CEO Telesindo (kiri) menerima penghargaan atas dedikasinya pada industri seluler tanah air (Lifetime Achievement) dari Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia Group (kanan) pada ajang ICA 2011
Hengky Setiawan, President dan CEO Telesindo (kiri) menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia Group (kanan) pada ajang ICA 2011.

https://supermilan.wordpress.com

Dengan modal awal dana hasil meminjam kepada atasan, kini Hengky Setiawan berhasil menjadi atasan dalam bisnis di dunia telekomunikasi. Kini ia sudah menjadi CEO Telesindo Shop.

Hengky menceritakan, awalnya dia berkecimpung di dunia telekomunikasi dengan memberanikan diri jual beli ponsel bekas dengan modal pinjaman. “Tahun 1987 (saya) jadi kurir (di toko sparepart mobil). (Selama) tahun 1989-1990, saya memberanikan diri pinjam dari bos (sebesar) Rp 5 juta, (padahal) gaji cuma Rp 75.000. Pinjam duit Rp 5 juta, bos pun kaget,” tutur Hengky kepada Kompas.com, di Jakarta, pertengahan bulan Juli lalu.

Ia mengaku kepada bosnya bahwa uang tersebut akan dibelikan handphone bekas. Kemudian ia mengecat ulang casing ponsel tersebut di bengkel mobil tempat dia bekerja. Alhasil, handphone tersebut laku seharga Rp 7 juta, atau lebih dari uang yang dipinjam dari bos-nya.

Dalam mempertahankan bisnisnya ini, ia pun kembali berutang kepada bos-nya tersebut hingga beberapa kali. Selain itu, demi memuluskan penjualan handphone tersebut, ia juga mengiklankan di koran. Itulah sekelumit perjuangan Hengky yang sekarang sudah menjadi CEO salah satu perusahaan yang berkecimpung di dunia telekomunikasi Indonesia.

Pemain Tiga Zaman

Berdasarkan tahun, ia memang telah berkecimpung di bisnis selular minimal dua dasawarsa. Oleh sebab itu, ia pun turut mengalami transisi produk handphone, mulai dari mulai dari NMT (Nordic Mobile Telephone), AMPS (teknologi 1G), dan GSM (teknologi 2G). “Jadi, saya sudah pemain tiga jaman,” tambah dia.

Lanjutkan membaca “Dulu Kurir, Kini Buka 100 Ribu Toko”